Laman

Sabtu, 30 Mei 2009

Buku: Menggugah, Nikmatilah!

Andaikan buku itu adalah sepotong Pizza!" Renungan Hernowo, redaktur Mizan ini, mungkin terlalu berlebihan. Tapi mungkin kalimat itu cocok ditujukan, bagi bangsa Indonesia yang tingkat bacanya relatif rendah. Buku memang bagi rata-rata orang Indonesia, bukanlah kebutuhan primer. Lebih baik membeli makan, ketimbang baca buku. Lebih baik beli semangkok bakso atau sebungkus rokok ketimbang membeli buku. Buku, memang menjadi kebutuhan terbelakang bagi kebanyakan kalangan rakyat Indonesia. penggila buku, mendapat stempel "kutu buku", yang berkonotasi kurang begitu bagus.

Bagaimana dengan bangsa maju? Justru membaca buku, adalah kebutuhan rutin bagi kehidupan sehari-hari mereka. Di mana saja, sampai ketika duduk di angkutan umum, buku menjadi pengantar perjalanan. Lalu, bangsa yang rakyatnya suka membaca itu menjadi maju. Mungkin bukan karena buku, tapi buku menjadi salah satu faktornya, saya yakin itu! Karena peradaban yang maju, salah satu ciri-cirinya adalah tingginya tingkat membaca buku di peradaban itu.

Sekarang, banyak buku yang menggugah. Tetralogi Laskar Pelangi, Ayat Ayat Cinta, La Tahzan untuk sekedar menyebut beberapa di antaranya, bisa membawa perubahan yang baik buat pembacanya. Banyak pujian dari pembaca buku-buku itu, yaitu setelah membaca buku-buku itu, bisa membawa ke arah yang lebih baik. Kalau buku bisa menggugah, mengapa tidak mulai menikmati buku-buku? Nikmatilah buku, selamat membaca!