Rabu, 31 Juli 2013

Wishful Wednesday #39

Selamat datang di hari Rabu yang ceria dan cerah lagi. Berarti bisa update wishful wednesday lagi. Yay, btw, tahu kan kalo tanggal 31 Juli, hari ini adalah tanggal ultahnya salah satu penulis besar Inggris, JK Rowling, dan tokoh yang diciptakannya, Harry Potter?  Yup. Oleh karena itu edisi WW hari ini adalah edisi Harry Potter dengan buku impian minggu ini adalah:

Isi box: 7 buku serial Harry Potter 1-7 edisi hard cover:
1. Harry Potter #1: Harry Potter dan Batu Bertuah
2. Harry Potter #2: Harry Potter dan Kamar Rahasia
3. Harry Potter #3: Harry Potter dan Tawanan Azkaban
4. Harry Potter #4: Harry Potter dan Piala Api
5. Harry Potter #5: Harry Potter dan Orde Phoenix
6. Harry Potter #6: Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran
7. Harry Potter #7: Harry Potter dan Relikui Kematian

Saya udah baca buku-buku HP, pinjam perpus sih. Dan saya terpikat! Makanya pingin punya. Ada yang mau mengirimkan untuk saya? Atau ada yang koleksinya berkenan diaccio? hehehe.

Ini Impian saya, lalu apa impian Anda, ikutan WW yuk, caranya: 
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik kak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Kisah-kisah Beedle Si Juru Cerita

Judul: Kisah-kisah Beedle Si Juru Cerita
Judul Asli: The Tales of Beedle the Bard
Penulis: J.K. Rowling
Penerjemah: Nina Andiana & Listiana Srisanti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 144
Cetakan: II, Mei 2009
ISBN: 9789792244212

J.K. Rowling memang ahli dalam menulis kisah fantasi. Selain karya utamanya Harry Potter, buku ini merupakan salah satu karya berharga JK Rowling. Meski The Tales of Beedle the Bard merupakan kisah yang terkait dengan Harry Potter, kisah-kisah yang dimuatnya beda sama sekali dengan Harry Potter meski bergenre sama, fantasy.

Ada 5 cerita yang dimuat di sini, Sang Penyihir dan Kuali Lompat, Air Mancur Mujur Melimpah, Penyihir Berhati Berbulu, Babbity Rabbity dan Tunggul Terbahak, dan Kisah Tiga Saudara. Bagi pembaca series Harry Potter mungkin mengenal kisah terakhir, Kisah Tiga Saudara, kisah yang mempengaruhi kisah Harry Potter di bagian terakhir. Tapi lupakanlah Harry Potter. Ini adalah kisah-kisah dongeng yang diceritakan oleh Beedle, tokoh khayalan di dunia sihir Rowling, seorang juru cerita.

Membaca buku ini tak butuh waktu lama. Dengan kekuatan kesederhanaan kata yang dituliskan, meski singkat isi bukunya sangat dalam dan menyentuh. Cerita-cerita ala Beedle, serasa kisah yang didongengkan di setiap malam oleh ibu kita. Tak perlu malu, dengan umur kita yang sudah dewasa ketika membaca buku ini karena buku ini untuk semua umur.


Apa yang diajarkan Rowling dalam buku ini? Kearifan, kejujuran, pengorbanan, dan tak rakus dengan tujuan yang ingin dicapai. Seperti ketika membaca kisah Harry Potter, saya terpikat juga akan buku ini. Berbeda dengan Harry Potter yang dengan kompleksitasnya tetapi indah dan membuat penasaran untuk membalik halaman demi halaman, buku ini lebih sederhana bahasanya. Tak ada mantra-mantra dengan bahasanya yang unik itu. Yang ada cuma dongeng berbahasa sederhana. Itu saja, tapi pesan yang dimuat, ditulis dengan cara petuah dari Profesor Dumbledore sangat mengena.


Meski saya tidak bisa bilang semua kisah dalam buku ini bagus, tapi kesannya saya bisa tangkap. Sebuah buku yang cakep, sesuai dengan kepiawaian Rowling.

souce foto
JK Rowling lahir di Yate, Gloucestershire Utara, Inggris, 31 Juli 1965. Sarjana Exeter University ini mengalami kegagalan dengan pernikahan pertamanya, seorang wartawan Portugis. Sekembalinya dari Portugis, ia awalnya hidup dalam kemiskinan. Untuk menulis Harry Potter saja dilakukan di kafe dimana ia hanya memesan makanan dan minuman dengan harga yang murah. Namun buku pertamanya, yang terilhami ketika JK Rowling sedang menaiki kereta api di Inggris, Harry Potter and Philosoper Stone menjadi buku yang laris manis, dan  semenjak itu JK Rowling menjadi salah satu penulis terkaya di dunia.

Selamat ulang tahun J.K. Rowling. Salah satu hal menakjubkan yang Anda lakukan adalah membuat orang lebih banyak membaca. Membaca, membaca, dan membaca. Berkat Anda, dunia buku menjadi lebih baik lagi. Terima kasih. Sukses selalu. 

Lady dan Unicorn

Judul: Lady dan Unicorn
Judul Asli: The Lady and the Unicorn
Penulis: Tracy Chevalier
Penerjemah: Pepi Smith
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 296
Cetakan: I, Februari 2007
ISBN: 9789792225204

Permadani, zaman abad 13 adalah barang yang berharga. Permadani bisa menjadi simbol kekayaan, kemegahan, aktualitas keluarga bangsawan di masa itu karena membuat permadani membutuhkan waktu panjang. Jean La Viste salah satu bangsawan Prancis yang dekat dengan raja hendak membuat permadani Lady and Unicorn untuk ditempelkan di kediamannya, rue du Four. Pekerjaan pelukisan desain awal diperintahkan kepada Nicolas de Innocents, seorang pelukis berbakat yang juga memiliki bakat perayu. 

Bakat perayu Nicolas dilakukan dengan merayu sang putri bangsawan, Claude Le Viste. Dan Claude pun menjadi kasmaran terhadap Nicolas. Beruntung, sebelum keperawanannya direnggut oleh Nicolas, pelayan keluarga Viste, Beatrice sempat memergokinya. Dan sang ibu Claude, Genevieve de Nanterre pun berusaha memisahkan Claude dengan Nicolas.

Petulangan Nicolas berlanjut ke Brussels dimana pembuatan permadani dilakukan. Pembuat permadani yang ditunjuk, Georges de la Chapelle harus berkerja dengan tekanan, mengingat waktu yang terbatas, serta Leon Le Vieux, wakil dari Jean La Viste mengetahui sebuah rahasia yang bisa menjatuhkan usaha Georges sehingga bisa menekan harga pembelian yang lebih murah. Ditambah lagi ketika Nicolas, si perayu ulung, mendapati kecantikan Alienor de la Chapelle, anak Georges, dan merayunya pula. Akankah permadani pesanan Jean bisa terselesaikan dengan baik? Serta bagaimana akhir kisah petualangan cinta Nicolas? Buku ini menarik untuk diikuti.


Buku yang mengangkat kisah pembuatan permadani Lady dan Unicorn ini dikisahkan dalam berbagai sudut pandang.  Meski dengan berbagai sudut pandnag tersebut, cerita bisa mengalir dengan cepat tanpa perlu peralihan bagi pembaca untuk menyesuakan kondisi bacaan. Kisah yang diangkat Tracy Chavellier ini meski tak terasa berbeda dengan berbagai kisah masa abad pertengahan yang pernas saya baca sebelumnya, terasa sederhana dalam penggunaan kata meski cakupan ceritanya cukup luas.

Sayangnya meski ditunjang dengan terjemahan yang bagus, konsep cerita yang biasa ini tak menonjolkan hal-hal yang istimewa dalam kisahnya. Bukan bearti saya tak suka tapi tak ada sesuatu yang istimewa dalam buku ini, membuat saya hanya memberikan 3 bintang untuk buku ini. Bukan jelek, tapi tak ada yang istimewa, meski sisi ceritanya menarik.
 

Selasa, 30 Juli 2013

Shin Suikoden #3

Judul: Shin Suikoden Vol 3
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerjemah: Jonjon Johana
Penerbit: Kansha Books
Cetakan: I, Mei 2013
Jumlah Halaman: 416
ISBN: 9786021796139


Ryou Zan Paku bergejolak! Pasukan yang ingin merebuh Ji Shen yang tertangkap oleh keluarga Shuku Chou Bu, di bawah pimpinan Sou Kou Mei, mengalami kegagalan demi kegagalan. Justru di bagian ini lah saya benar-benar menyukai kisah tentang Pendekar 108 yang diangkat oleh Eiji Yoshikawa dalam buku Shin Suikoden ini.

Di volume ketiga buku ini, kisah tak hanya sekedar mengenalkan kiprah awal para pendekar ketika bergabung dalam Ryou Zan Paku, sebuah pergerakan menghadapi pemerintahan yang kelam, di mana ketidakadilan dan kesewenang-wenangan pejabatnya samakin melunjak. Klimaks perlawanan yang dilakukan oleh Ryu Zan Paku pada buku bagian ketiga ini sudah mulai terasa. Dan kisah ini begitu mulus diangkat oleh Yoshikawa dalam kisah yang khas, kalimat sederhana, namun kaya akan goresan kata yang menakjubkan.

Kisah kegagalan-kegagalan Sou Kou Mei juga diramaikan dengan keteledoran Ri Ki, salah satu anggota Ryou Zan Paku. Bagian Ri Ki ini juga membuat kisah semakin menarik dengan semakin tak terduga jalannya cerita. Karena di buku ini semakin terasa bahwa Ryou Zan Paku semakin merasakan halangan-halangan demi tercapainya tujuan mereka.

Eiji Yoshikawa, menurut saya adalah penulis yang handal. Dalam buku ini, dia berhasil merangkai kisah dalam kata-kata yang kuat, sederhana, namun tak kehilangan esensi. Meski hanya dalam bentuk penceritaan ulang, sepanjang buku saya tak merasa bosan olehnya. Apalagi ketika kita memulai dari buku pertama, akan terasa panjangnya kisah, namun Yoshikawa, menurut saya berhasil membuat kisah secara runtun dan tak membonsankan. Padahal dengan banyaknya tokoh yang diceritakan, berpotensi membuat bingung pembacanya. 

Tak pelak, saya menyukai buku ini, dan akan menunggu kelanjutannya. :)

Shin Suikoden #2

Judul: Shin Suikoden Vol 2
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerjemah: Jonjon Johana
Penerbit: Kansha Books
Cetakan: I, April 2012
Jumlah Halaman: 468
ISBN: 9786029719642

Buku ini merupakan kelanjutan dari buku Shin Suikoden vol. 1. Masih berkisah tentang petualangan 108 pendekar, Yoshikawa kali ini semakin intens mengenalkan tokoh-tokoh baru dalam buku ini. Ada Sou Kou Mei yang menjabat sebagai sekretaris kabupaten yang memikirka kesejahteraan masyarakatnya. Bu Shou yang dapat mengalahkan harimau yang ditakuti penduduk desa, serta Shin Mei, petugas kemanan yang justru menjadi buronan.

Sebagaimana kisah yang diceritakan di buku pertama, Eiji Yoshikawa berhasil menggunakan kata-kata yang sederhana. Meskipun banyaknya tokoh yang terlibat dalam buku ini, menurut saya menjadi kendala untuk menikmati buku ini, namun kekuatan kesederhanaan kata membuat buku ini terasa nikmat dibaca.

Kita akan membaca bagaima satu demi satu tokoh 108 pendekar mulai bermunculan, berinteraksi satu-satu sampai berkumpul sedikit demi sedikit ke bentang Ryou Zan Paku, tempat persembunyian ke 108 pendekar tersebut bersama tentara dan harta kekayaan. Meski dalam buku ini masih intens terhadap cerita anggota baru, isinya tak lepas dari keseluruhan kisah, petualangan 108 pendekar menghadapi kekuasaan korup pemerintah kerajaan.

Pergerakan Ryou Zon Paku sebagai gerakan antipemerintah cukup membesar, mengingat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan pejabat pemerintah semakin besar. Meski bekisar pada pengenalan tokoh-tokohnya, buku ini mulai terlihat fokus ceritanya, dan semakin mendekati klimaks ceritanya.

Kisah Seekor Anjing

Judul: Kisah Seekor Anjing
Judul Asli: A Dog's Life
Penulis: Ann M. Martin
Penerjemah: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Agustus 2006
Jumlah Halaman: 214
ISBN: 9792223053

Squirell, atau Daisy atau Addie, adalah seekor anjing jalanan petualang biasa. Namun kisah yang dipaparkan oleh Ann M. Martin dalam buku ini terasa mengasyikkan. Sebuah kisah mengharukan, sekaligus menakjubkan. Selama ini kita jarang atau tak pernah peduli bagaimana seekor binatang jalanan bisa hidup, padahal lingkungan di sekitarnya sangat keras.

Squirell dilahirkan di sebuah gudang tak terpakai, bersama saudara kembarnya, Bone. Ibunya hanya anjing liar yang berhasil mendapati tempat di kediaman Merrion. Bersama binatang-binatang lainnya, Squirrel, Bone dan snag ibu tinggal untuk berapa saat. Sampai Squirell dab Bone mendapat pelajaran hidup. Dan ditinggal oleh ibunya, tanpa jejak. Iya tanpa jejak, sampai Bone dan Squirell harus hidup sendiri, dengan berbekal sedikit ilmu dari ibunya.

Dan suatu hari, Bone dan Squirell memutuskan untuk berpindah tempat dari kediaman Merrion. Meski mereka berdua, diketahui oleh Matthias, anak kedua keluarga Merrion yang selalu memberikan makanan. Meninggalkan kenyamanan hidup, untuk tinggal dalam kerasnya hidup dan terjalnya jalan. Berdua, sampai mereka berpisah tak bertemu kembali. Bertemu berbagai manusia dengan karakteristiknya dan lingkungan liar yang berat untuk dihadapi.

Perjalanan Squirell dalam menempuh kerasnya hidup cukup menegangkan tetapi asyik diikuti. Meski minim kata-kata layaknya cerita fiksi biasa, bukan berarti cerita ini langsung membosankan. Banyak kejadian yang memiriskan hati, dan ada juga kisah kasih sayang manusia yang menyentuh hati. Semua tercampur dengan sangat manis, sampai buku ini mendapatkan award Newberry Honor, sebuah penghargaan yang prestise. Ditambah cover buku edisi Indonesianya yang cantik, serasa membaca buku yang eksklusif, cantik luar dalam.

Senin, 29 Juli 2013

Where the Mountain Meets the Moon

Judul: Where the Mountain Meets the Moon
Penulis: Grace Lin
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penerbit: Atria
Cetakan: I, Noveber 2010
Jumlah Halaman: 262
ISBN: 9789790244603

Seberapa kuat sebuah dongeng bisa merubah karakteristik seorang anak? Berkat dongeng yang sering dituturkan oleh Ba, Min Li tertarik untuk mengubah nasib desanya, sebuah desa gi Gunung Nirbuah yang kekeringan. Dongeng sang ayah selalu mengantarkan Min Li pada imajinasi berpetualang mencari Kakek Rembulan, orang yang tahu segalanya, di mana Min Li berharap bisa menanyakan bagaimana caranya desanya bisa berubah nasibnya. Namun tantangan datang dari Ma, ibunya, yang tidak mempercayai dongengannya tersebut.

Namun, akhirnya Min Li memutuskan berpetualang. Petualangan tersebut diawali ketika ia membeli seekor ikan mas, yang ternyata bisa bicara. Si ikan mas menunjukkan jalan untuk mencari Sang Kakek Rembulan. Di perjalanan ia akhirnya bertemu dengan seekor naga. Naga tersebut akhirnya menjadi teman Min Li dalam berpetualang, berusaha menemukan jawaban dari pertanyaan yang mengendap di kepalanya. 

 

Grace Lin mengangkat buku ini dari berbagai kisah dongeng legenda yang berasal dari negeri China. Sebagaimana dongeng yang sudah melegenda, kisah yang ditulis ini menurut saya memikat. Kisahnya sederhana, meski bahasanya tak terlalu sederhana. Pengembangan ceritanya memikat, karena Grace Lin menambahkan kisha-kisah yang membawa perjalanan Min Li sampai bertemu dengan Sang Kakek Rembulan.

Kisah naganya sendiri cukup sederhana, tak seperti kisah naga dalam berbagai kisah fantasi. Tak perlu mengkerutkan kening. Pesan moralnya pun ada. Buku ini cocok buat anak-anak buat mengembangkan semangat menjelajah. Bahwa impian itu bisa dicapai. Dan tutur katanya memang cocok untuk anak-anak.