Kamis, 30 Januari 2014

Inferno

Judul: Inferno
Penulis: Dan Brown
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno & Berliani M. Nugrahani
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: II, Oktober 2013
Jumlah Halaman: 644
ISBN: 9786027888555

Robert Langdon harus berpetualang lagi! Kali ini berpetualang di Florence, setelah tiba-tiba dia sadar dari sebuah keadaan amnesia, tak tahu mengapa dia tiba-tiba mendadak berada di Italia. Dan setelah siuman tersebut di sebuah rumah sakit, dia diburu oleh seorang pembunuh. Dan si pembunuh menembak mati dr. Marconi yang merawat Langdon. Beruntung, Lnagdon diselamatkan oleh dr. Siena Brooks, rekan dr. Marconi. Dimulailah sebuah thriller baru menuju sebuah misteri yang dikaitkan dengan sebuah karya sastra Dante, Divine Comedy.

Berawal dari Langdon harus memecahkan simbol-simbol, menuju misteri yang lokasi wabah yang disiapkan oleh Bertrand Zorbis, seorang ilmuwan jenius yang ingin menciptakan sebuah antisipasi kehancuran dunia, dengan mengurangi populasi manusia.
Kali ini Langdon tidak berhadapan denga organisasi konspirasi yang misterius. Tapi Brown dengan cukup cerdas, mengangkat sebuah masalah besar yang dihadapi bumi, membengkaknya populasi jumlah manusia! Sebuah masalah besar yang kerap disangkal. Tapi apa yang diangkat Brown, memang secara sains bisa dipertanggungjawabkan. Dan kita akan meluncur pada sebuah pertanyaan terkait moralitas ilmu. Sebuah perdebatan filosofis, tetapi saya suka cara Brown mengangkatnya dalam sebuah buku.

Dan meski di pertengahan cerita Brown sudah mengungkap siapa antagonis dalam buku ini, tak seperti tulisan-tulisan dia sebelumnya, tapi unsur kejutan masih kuat dalam buku ini. Saya menyukainya. Juga deskripsi kebudayaan, seni, arsitektural Italia dan Turki kuno, membuat buku ini terasa lebih sedap. Tak hanya menikmati ketegangan tetapi juga keindahan.  Dan ini mengobati kekeceawaan saya terhadap The Last Symbol.




Buku ini saya dapatkan dari program Secret Santa BBI. Dimana setiap anggota yang mengikuti event ini diharuskan mengirimkan buku wishlist target pemberiannya (siapanya diundi oleh sahabat div event BBI dan kita tak tahu siapa yang menjadi santa kita). Dan tugas orang yang menerima buku adalah menebak siapakah snatanya dari riddle yang diberikan Santa. Riddle dari santa saya sudah pernah posdting di sini. Sekarang tugas saya adalah menebak siapakah Santa saya.

Kesulitan pertama adalah ketika santa mengatakan bahwa kampusnya berbentuk seperti rumah gadang dan berlokasi di Bandung. Setahu saya sebagai mantan orang Bandung, kampus yang bentuknya seperti rumah gadang adalah ITB. Dan teman BBIers yang setahu saya alumni kampus ITB tak mengikuti event Secret Santa. Meski ya, saya nggak hapal teman-teman BBIers Bandung merupakan mahasiswa/alumni mana. Terpaksa saya menanyakan ke salah satu (alumni ITB)nya, dan dari keterangannya gambar foto yang dijadikan petunjuk bukanlah bagian dari kampus ITB. Sedangkan yang satu lagi mengatakan mirip. Nah lho #urekurektanah. Akhirnya coba-coba tanya salah satu sesepuh GRI Bandung #ditendangakiaki, yang dia tahu juga cuma ITB yang memiliki kampus mirip rumah gadang. 

Akhirnya salah satu teman ITB yang sempet saya tanya menemukan gedung apa yang dimaksud, dan meminta saya googling nama gedungnya. FMIPA UPI. Padahal yang saya tahu UPI terkenal ama gedung Isolanya yang berbentuk art deco. Namun setelah melihat dan memang bentuknya rumah gadang, vyolaaaa.... dan saya masih nggak tahu siapa Santa saya karena nggak kenal BBIers Bnadung yang kuliah di FMIPA UPI.

Sedangkan petunjuk ke2 da ke3 blank sama sekali. Banyak yang suka ama series THG. Dan saya nggak mungkin menguplik satu-persatu karena di Goodreads pun nggak bisa ngaitin dengan tempat kuliah. Petunjuk ke3, pun nggak jelas, daerah mana yang dimaksud Santa. Ketika saya lempar fotonya ke grup WA BBI, ada yang bilang itu korea, jepang, belanda. Semakin pusing lah saya.

Namun akhirnya saya mendapat bisikan dari teman saya, ada BBIers Bandung yang kuliah di UPI. Dan setelah saya chek di FBnya tak mensebutkan tempat kuliah. Namun lewat akun twitternya, mirip dengan nama yang dipakai dia untuk mengirim buku SS ini, Dan ya, tebakan mengerucut pada satu nama:
Siti Robiah atau siro pemilik blog @Review Siro 

Benarkah? Semoga benar. Btw, siapa pun santaku, kalau mau ngirim buku lagi diterima dengan baik lho #dikeplaksanta.
Terima kasih, hatur nuhun, matur nuwun, saya suka bukunya :)

Rabu, 29 Januari 2014

Wishful Wednesday #63

Jumpa lagi di hari rabu. Meski di sini (semarang) habis hujan rintik-rintik, semoga harapan masih selalu cerah membara, hehehe. Terutama untuk meimpikan buku-buku bagus. Kalau belum coba deh, ikutan wishful wednesday, semoga harapan kita terkabul. Meme yang dihost oleh Kak Astrid dari Books to Share ini cukup keren ko :)

Minggu ini saya mau majang buku:

Peter Nimble dan Mata Ajaib

Oleh Jonathan Auxier
Peter adalah anak lelaki buta berumur sepuluh tahun. Sejak kecil dia menjadi pencuri. Pada suatu siang, Peter mencuri kotak milik seorang pedagang keliling yang misterius. Isi kotak itu ternyata tiga pasang mata ajaib. Ketika mencoba mata pertama, seketika Peter dibawa ke sebuah pulau tersembunyi. Di sana dia mendapat perintah khusus untuk pergi ke sebuah kerajaan berbahaya dan menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan. Bersama pengikut setianya––kesatria yang dikutuk menjadi campuran kuda dan kucing––Peter Nimble mengalami petualangan seru yang tak terlupakan demi menemukan takdirnya yang sejati.

Tahu buku ini ketika kak Vina di grup WA BBI Joglosemar mengingkan sekali buku ini, ya saya jadi penasaran, bagus nggak sih? Ditilik-tilik dari goodreads, buku ini ratingnya tidak mengecewakan, 3, 98. So, kalau dari penasaran jadi keinginan :) Semoga terkabul.

Ingin ikutan Wishful Wednesday? Ini dia caranya:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik kak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Senin, 27 Januari 2014

Animal Farm

Judul: Animal Farm
Penulis: George Orwell
Penerjemah: J. Frasiska M.
Peberbit: Sumbu
Cetakan: II, Juni 2002
Jumlah Halaman: 126
ISBN: 9799799644823

Satu lagi karya George Orwell, berhasil memikat saya. Setelah 1984, Animal Farm boleh dibilang sebagai karya yang menunjukkan kepekaan Orwell dalam membaca suasana politik dan prkembangannnya ke depan ditambah mampu membuatnya menjadi sebuah karya tulis yang memikat. 

Animal Farm mengisahkan kisah pemberontakan binatang-binatang ternak pada peternakan Manor milik tuan Jones. Setelah berhasil mengusir Tuan Jones, binatang-binatang ternak tersebut menjalankan pertanian Manor tersebut, dan merubah namanya menjadi pertanian Binatang. Pada awalnya karena kecerdasannya, dua ekor babi, Snowball dan Napoleon diangkat menjadi pimpinan di peternakan tersebut. Namun di tengah jalan, Napoleon berhasil mendepak dan mengusir Snowball dan menjadi pimpinan tunggal pada pertanian Binatang. 

Tak pelak, dengan keserakahan dan kelicikannnya, Napoleon menjalankan kursi kepemimpinannya dengan seenak hatinya. Sedangkan para binatang ternak yang menjadi bawahan hanya bisa menerima apa adanya.

Orwell seperti apa yang saya tulis di awal, membuat kisah Animal Farm untuk menggambarkan kejadian yang terjadi di Uni Sovyet, pada masa kepemimpinan Stalin. DIa menggambarkan keadaan politik di sana dengan membuat kisah fabel politik namun kisah tersebut menggambarkan bagaimana akhirnya politik bisa menciptakan sebuah kepemimpinan yang meski disetujui oleh rakyat tetapi menghancurkan rakyat itu sendiri, sebuah kisah yang mengantarkan bahwa tak ada yang berbeda mungkin, antara sifat binatangisme ataupun manusiaisme pada saat nafsu bicara.

Sabtu, 25 Januari 2014

Gelombang 5

Judul: Gelombang 5
Judul Asli: The 5th Wave
Penulis: Rick Yancey
Penerjemah: Angelic Zaizai
Editor: Barokah Ruziati
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Desember 2013
Jumlah Halaman: 576
ISBN: 9789792291155

Gelombang 1: Listrik padam
Gelombang 2: Tsunami
Gelombang 3: Wabah Sampar
Gelombang 4: Peredam

Cassiopeia Marie Sullivan, sepanjang buku lebih suka disebut Cassie, beruntung (atau malah sial) bisa tetap hidup dalam empat gelombang (serangan) alien ke bumi. Dalam empat gelombang, alien telah mengurangi milyaran julah penduduk bumi, sampai-sampai Cassie bertanya-tanya, apakah dia makhluk hidup terakhir yang ada di muka bumi? Dengan membawa senjata M16 dan pisau 25cm-nya, dia harus berspekulasi, setelah lolos dari gelombang 4, apakah manusia yang dia ketemui, adalah manusia sejati ataukah alien yang menyamar jadi manusia bumi.

Dan kini, ia berhadapan dengan gelombang 5.
Ia bertemu dengan seorang pemuda tampan, yang menyelamatkannya dari seorang peredam, Evan Walker. Justru belakangan ia harus meraba-raba, siapakah Evan Walker sebenarnya. Musuh atau teman? Pilihan yang mengarah pada kepastian hidup dan matinya. Juga masih ada janjinya, untuk menemui adiknya, Sammy, yang dibawa pasukan mliter ke pangkalan yang aman. Tapi Cassie masih belum tahu, apakah adiknya masih hidup atau mati.

Jujur, gambaran alien yang saya punya langsung berubah banyak setelah membaca buku ini. Gelombang 5 merupakan satu buku yang membuat saya berpikir, buku ini bisa memberikan efek menegangkan meski banyak kegalauan sang tokoh, Cassie, dalam menghadapi tantangan di depan matanya. Tak perlu risau dengan kegalauan Cassie, karena mungkin hal yang sama akan kita lakukan kalau berada dalam posisi yang sama dengan dia. 

Meski PoV dibuat berbeda-beda, ceritanya semakin lama semakin menantang, untuk mengetahui misteri di balik Gelombang 5. Tak bikin kesal karena ketebalannya. Dan aliennya sendiri, argghhh, benar-benar di luar dugaan. Tapi buku ini pantas saya sukai. Meski kisah tentang alien sudah banyak bertebaran dalam dunia fiksi, buku ini bisa membuat kisah yang mengenyangkan.

Rabu, 22 Januari 2014

Wishful Wednesday #62

Rabu cerah ceria, alhamdulillah. Setelah beberapa hari berturut-turut hujan mengalir deras, hampir tanpa henti, akhirnya hari ini cuaca lumayan cerah. Suasana yang mendukung buat bermimpi :) Kali ini dalam meme Wishful Wednesday saya berkeinginan untuk memiliki buku ini:
Undakan Menjerit karya Jonathan Stroud (Lockwood&Co Series)
Setelah gelap, bunyikan lonceng dan tunggu di luar garis besi.

Selama lima puluh tahun lebih, wabah hantu menyerang Inggris. Lucy Carlyle, penyelidik paranormal yang masih muda, menginginkan karier cemerlang. Namun, kenyataannya ia bergabung dengan agensi pembasmi hantu paling kecil, paling kumuh di London, dipimpin Anthony Lockwood yang karismatis.

Ketika salah satu kasus mereka berakhir dengan kekacauan fatal, Lockwood & Co. memiliki peluang untuk memperbaiki keadaan. Sayangnya, itu berarti mereka harus menginap di rumah paling berhantu di Inggris.
 
Tentu saja, setelah beberapa kali mengambil buku bergenre horror dalam meme wishful wednesday, rasanya ada yang kurang kalau tidak memilih buku ini :)
Ini wishlist saya yan saya masukkan meme wishful wednesday saya. Bagaimana dengan Anda? Ikutan yuk :)
Caranya:

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik kak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Kamis, 16 Januari 2014

Islam Sehari-hari

Judul: Islam Sehari-hari
Penulis/Ilustrator: vbi_djenggotten
Editoir: Firdaus Agung
Penerbit: Qultummedia
Cetakan: 3, Mei 2013
Jumlah Halaman: 116
ISBN: 9789790272548

Lagi-laki mas VBI menghasilkan sebuah karya yang menarik. Kartun otokritik terhadap kebiasaan sehari-hari yang tak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Meski apa yang dilakukan rasanya sudah sesuai dengan ajaran agama, tapi sebenarnya apa yang dilakukan justru bertentangan dengan ajaran agama. Misalkan dalam sebuah bagian, mas Vebi menceritakan kisah perayaan Isra Miraj di sebuah kampung, tetapi yang terjadi adalah meski ada pengajian tentang pentingnya sholat, acara tetap berjalan meski azan sudah dikumandangkan. Bahkan sholat baru dilaksanakan setelah acara makan-makan.

Islam tak lepas dari kehidupan sehari-hari. Itu seperti yang digambarkan oleh mas Vebi. Ilustrasi yang beliau gambarkan dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari, dan ya, kisahnya bis amembuat senyum tersungging, atau tertawa. Meski mungkin apa yang dikritik adalah kelakuan kita sehari-hari kita.

Dan tak perlu berpening-pening membaca buku ini. Cukup menikmati buku ini, tersenyum dan semoga bisa meresapi isi buku ini. 4 dari 5 bintang untuk buku ini :)

Pemburu

Judul: Pemburu
Judul Bahasa Inggris: The Hunter
Judul Asli: Kogoeru Kiba
Penulis: Asa Nonami
Penerjemah: Julanda Tantani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Desember 2012
Jumlah Halaman: 536
ISBN: 9789792289695

Novel detektif kebanyakan menuliskan kisah bagaimana seorang detektif mampu menyelesaikan masalah dengan metode yang diluar dugaan pembaca, musuh yang tak bisa ditebak oleh pembaca siapa dirinya, dan penjahat yang sebisa mungkin dekat dengan si tokoh detektif dan berusaha mengecoh sang detektif agar kejahatannya tak bisa diungkap pelakunya. Berbeda dengan novel detektif lainnya, Pemburu mengisahkan bagaimana detektif polisi Tokyo memecahkan pembunuhan beruntun, diawali dengan terbunuhnya seseorang tak dikenal di restoran, dengan cara tragis, terbakar sampai hangus.

Penyelidikan dilakukan oleh kepolisian dengan membentuk regu yang dibagi menjadi tim-tim berpasangan 2 orang. Salah satunya adalah pasangan Takako Otomichi dan Tamotsu Takizawa. Selaku detektif senior, Takizawa merendahkan kemampuan Takako, apalagi sosok Takako yang berkelamin perempuan, menambah kesangsian Takizawa akan kemampuannya. Penelusuran pelaku kejahatan dan motifnya terasa lamban. Di sinilah yang membedakan novel ini dengan genre sejenis lainnya. Seolah-olah, penyelidikan dilakukan secara terstruktur namun tak ada unsur detekftif yang menonjol yang membuat kasus cepat terselesaikan.

Seorang teman saya menyebut serial Holmes yang tayang di BBC bukan mengisahkan kisah detektifnya tetapi apa yang berada di sekitar kehidupan sang detektif. Rasanya ungkapan tersebut juga berlaku untuk buku ini. Meski terkadang jalan ceritanya lambat tapi detail penyelesaian masalah yang ada di buku ini terasa detailnya. Kita tak akan mendapatkan kisah yang meningkat klimaksnya, meski di akhir cerita, twistnya cukup menarik.

Novel ini lebih terasa humanisnya bagi saya, dimana kehidupan pribadi tokoh-tokohnya lebih terasa kuat diangkat. Terasa sekali, seperti merasakan menonton sebuah dorama. Meski dalam bentuk novel. Dan saya tak kecewa dengan buku ini, meski terus terang butuh makan waktu lebih lama dari yang saya targetkan untuk membaca buku ini. Buat yang ingin membaca buku ini, akan lebih asyik apabila bisa mengharapkan untuk mendapat informasi sisi lain  dari kisah hidup detektif di Jepang.