Tampilkan postingan dengan label Ahmad Fuadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahmad Fuadi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2013

Rantau 1 Muara

Judul: Rantau 1 Muara
Penulis: Ahmad Fuadi
Editor: Danya Dewanti Fuadi, Mirna Yulistianti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 408
Cetakan: II, Juni 2013
ISBN: 9789792294736

Rantau 1 Muara, seperti kisah sebelumnya, mengisahkan kisah perjalanan hidup Alif, yang merantau dari kampungnya di dekau Danau Maninjau, Minangkabau dan sampai ke luar negeri, di mana petualangannya berawal dari Pesantren Madani, sebuah kawah candradimuka yang membentuk jatidiri Alif menjadi orang yang luar biasa.

Ada 3 'mantra' yang Alif peroleh dari guru-gurunya di Pesantren Madani, yang membentuk Alif menjadi sosok tangguh dalam menjalani kehidupan, yaitu: Man Jadda wa Jadda -siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, Man Shabara Zhafira - siapa yang bersabar akan beruntung, dan Man saara  ala darbi washala -siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan. Dengan tiga mantra yang dia pedomani, halangan yang menghadang jalan hidup Alif semakin terurai bahkan semakin terlepas.

Episode terakhir dari trilogi Negeri 5 Menara ini, mengisahkan kehidupan Alif semenjak kepulangan dari Kanada, tempat Alif sempat bermukin mengalami pertukaran mahasiswa, sampai pada mengambil pendidikan S2, di George Washington University. Semuanya tak diraih dengan mudah. Ada luka yang harus disembuhkan, ada harapan yang harus dikejar, dan ada tantangan yang harus dikalahkan. 

Kisah Alif ketika lulus, terpontang-panting harus mencari pekerjaan yang semakin sulit didapat akibat krisis moneter, menghadapi tantangan ketika mulai berkiprah di majalah Derap, tantangan dari Randai, serta bagaimana ia harus mendekati Dinara- rekan kerja yang ia sukai, sampai ketika Alif harus kehilangan sahabat dekatnya pada tragedi 9/11, begitu dekat dengan keseharian sebagian besar rakyat Indonesia, di mana buku ini memberikan motivasi kuat untuk pembacanya, bahwa mantra-mantra yang didapat oleh Alif, merupakan sebuah pegangan kuat yang dapat dijadikan pedoman, selain ikhtiar, doa dan tawakal tentunya.

Seperti dua buku sebelumnya, buku ini memberikan pelajaran bagi saya. Buku ini sangat berharga, dengan nilai-nilai yang diajarkan. Apalagi dengan kisah yang ringan, diolah dengan bahasa yang enak dibaca. Patut menjadi referensi hidup. Sebuah buku yang memiliki arti lebih.

Jumat, 23 September 2011

Kisah Santri Pondok Madani




















Ada satu buku menarik yang saya beli di Toko Buku Gramedia di Malioboro Mall. Buku ini berjudul Negeri 5 Menara, karya A. Fuadi. Yang jelas, sudah agak lama penasaran dengan buku ini, apalagi setelah melihatnya di talk show Kick Andy. Bukunya sendiri menceritakan kisah kehidupan sang penulis, ketika nyantri di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo yang dalam buku ini dituliskan sebagai Pondok Madani. Tokoh Alif, yang merupakan sang penulis dalam novel ini, dikisahkan memiliki setengah hati untuk meneruskan pendidikan lanjutnya setelah lulus Madrasah Tsanawiyah, ke sekolah agama. Paksaan Amak, yang tidak diduga oleh Alif, terpaksa dilakukannya, padahal dia sendiri menginginkan bersekolah di sekolah umum, bersama Randai, teman yang sekaligus menjadi sparring partner-nya. Mesipun masih setengah hati, namun Alif terinspirasi oleh semboyan Arab yang menjadi patokan hidup di pesantren Madani, yaitu Man Jadda Wa Jadda, “Siapa yang berusaha sunguh-sungguh, akan berhasil” dan dengan semboyan yang menjadi mantra tersebut, akhirnya Alif bisa menyelesaikan studinya di Pondok Madani, bersama rekan-rekannya Shahibul Menara, yang menjadi tokoh dalam novel ini.
Sekilas, Alif bersama sahabat menaranya mirip dengan Ikal beserta Laskar Pelangi, tetapi terdapat berbagai perbedaan, khususnya pandangan cerita tersebut. Sama-sama mengisahkan impian yang bisa dicapai dengan usaha yang luar biasa, Negeri 5 Menara lebih konsen akan kisah kehidupan sehari-hari di kehidupan pesantren, yang selama ini masih belum tampak oleh masyarakat umum secara detail. Juga meskipun mengisahkan kehidupan sekolah agama, buku ini tak lantas bermuatan ajaran agama Islam, tapi lebih ke nilai-nilai yang bisa dicerna pemeluk agama lain. Yang jelas buku ini sangat bagus, dan patut untuk menjadi bahan pembelajaran, terutana bagi yang suka dengan buku-buku menggugah semangat. Bravo buat Ustad A. Fuadi, sang penulis.