Judul: The Sea
Penulis: John Banville
Penerjemah: Wawan Eko Yulianto
Penerbit: Ufuk
Jumlah Halaman: 356
Cetakan: I, Februari 2010
ISBN: 9786028224789
Max Mooden, seorang ahli sejarah seni harus berkabung ditinggalkan oleh istrinya karena kanker yang diderita. Keributannya dengan putri tunggalnya membuat dia meninggalkan rumah untuk tinggal di sebuah desa pelosok, di rumah Cedar di desa Ballyless.
Di sana ia bertemu keluarga Grace, dan sebuah kenangan lama berkelebat lagi. Dan kisa Mooden berptar pada kenangan serta pelariannya terebut.
Sebagai pemenang Mna Booker Award tentu saja saya berharap akan keindahan sastra pada buku ini. Memang setelah saya baca, sifat sastranya kental sekali. Namun yang terjadi malah membuat saya semakin bingung ketika menamatkan buku ini.
Terjemahannya sendiri sebenarnya bagus, tapi penulis membuat ceritanya yang berbuat naratif, seolah-olah melatih kesabaran saya dalam membaca buku ini. Sebuah buku yang berat, saya akui. Dan lagi-lagi saya harus menyerah pada stigma, bahwa buku yang meraih penghargaan dan masuk dalam kategori 1001 books you must read before you die adalah buku yang berat untuk dipahami oleh pembaca biasa.
Bukan berarti buku ini jelek menurut saya. Yang jelas covernya cantik. Warna ungu yang mendominasi terlihat klop dengan ilustrasi di sampul depan. Pengantarnya menjanjikan, serta terjemahnnya masih bisa saya pahami. Tapi memang konflik yang dibuat naratif bagi saya sangat membingungkan apalagi dengan sedikitnya kata-kata yang dipakai dalam buku ini. Overall, meski saya tak terlalu kecewa akan buku ini, saya hanya bisa memberikan 2 bintang untuk buku ini.

