Tampilkan postingan dengan label Soeharto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soeharto. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 September 2013

Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya

Judul: Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya
Penulis: Soeharto
Penerbit: Citra Kharisma Bunda
Jumlah Halaman: 599
Cetakan: I, 1989
ISBN: 9798085019

Indonesia memang tak pernah bisa melupakan satu sosok ini. Jasa, kesalahan, khilaf, ataupun apa yang dilakukan Soeharto memang berimplikasi pada Indonesia karena jabatanya. Jabatan sebagai presiden terlama, sampai sekarang, tentu saja menggoreskan sejarah di Indonesia.

Soeharto, dilahirkan 8 Juni 1921 di Kemusuk, Godean, barat Yogyakarta. Kisah hidup beliau sampai tahun 1988 dipaparkan kepada G. Dwipayana  dan Ramadhan KH untuk dijadikan sebuah otobiografi yang terwujud dalam buku Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya ini. 

Sepeerti yang saya duga, isi buku ini selain pemaparan kisah hidup beliu, didominansi oleh pandangan beliau terhadap berbagai sektor kehidupan sampai penjelasan-penjelasan terhadap program kerja beliau sebagai presiden.

Bahasanya khas, Soeharto sekali. Sekitar 102 bab cukup lumayan banyak dengan apa yang beliau bahas dalam buku ini, termasuk jargon-jargon orde baru yang mungkin sudah lama saya pelajari di sekolah dulu. Cuma kali ini kita bisa membacanya langsung dari ucapan Soeharto. Bagaimana yang beliau alami, npikirkan, renungi, sampai beliau lakukan.

Mengenai beberapa dosa yang disebutkan dilakukan oleh beliau, seperti pencarian dana lewat yayasan, disebutkan bahwa dana yang ada benar-benar berada dalam kas yayasan tersebut. Juga pandangan bahwa beliau hidup menganut kebatinan, memang diakui beliau bahwa beliau menganut kebatinan tetapi bukan sebagai aliran yang menyimpang dari agama, hanya berlandaskan kebatinan yang memiliki falsafah hidup dan sejenisnya.

Sayangnya buku ini hanya berisi kehidupan beliau sampai tahun 1989 semata. Tak mencakup kehidupan sampai beliau lengser keprabon, sehingga kita bis atahu bagaimana pandangan beliau tentang runtuhnya orde baru atau tuduhan KKN yang disampaikan kepada beliau dan keluarganya. Tak ayal, buku ini memang mencakup semua nilai lebih dari Soeharto, benar atau tidaknya, kembali pada nilai sebuah buku sendiri, hanya penyampai apa yang diinginkan oleh seorang penulis kepada pembaca. Biarlah pembaca yang menilai, sejauhmana buku tersebut berarti.