Tampilkan postingan dengan label Serambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serambi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2015

Korupsi

Judul: Korupsi
Judul Asli: L'Homme Rompu
Penulis: Tahar Ben Jelloun
Penerjemah: Okke K.S. Zaimar
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, November 2010
Jumlah Halaman: 236
ISBN: 9789790240735

Murad, insinyur lulusan Prancis berkerja di kementerian Pekerjaan Umum Maroko. Jabatannya cukup tinggi, namun sikap hidup lurusnya membuat dia hidup miskin. Padahal asistennya, Haji Hamid hidup dengan gelimpangan harta karena mau untuk disogok. Beberapa kali Hamid dan Direktur, atasan Murad, berusaha merayu Murad untuk mau menerima sogokan-sogokan berbagai jenis bentuk. Dari amplop, sampai domba di saat idul Adha.

Namun Murad memiliki hati yang keras. Meski demikian sang istri, Hilma, justru tak suka dengan kehidupan miskin yang dibawa oleh suaminya. DItambah salah satu anaknya yang sering jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar membawa godaan bagi Murad. Dan makin lama, hati Murad akhirnya goyah, apalagi ketika dia berkeinginan untuk menikahi Nadia, saudara sepupu jauhnya. Akankah Murad akhirnya tergoda untuk melakukan korupsi?


Kisah Murad dalam buku Korupsi ini diangkat oleh penulis sebagai penghormatan kepada penulis Indonesia, Pramoedya Ananta Toer yang telah melahirkan buku Korupsi. Saya belum pernah membaca buku Korupsi karya Pram sehingga tak bisa membandingkan dengan buku ini, meski demikian saya merasa intinya sama, tentang kebiasaan korupsi yang membuat negara semakin terperosok dalam kemiskinan.

Buku ini diceritakan dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Dengannya saya mengharapkan kisha pergulatan batin yang lebih hidup. Namun sayang, akhirnya saya lebih banyak mendapatkan banyak ceracauan dari tokoh Murad sehingga membuat buku ini terkesan membosankan. Kurangnya dialog dalam buku ini juga membuat buku ini terasa lebih kering.

Meski demikian, tema yang diambil sangatlah menarik. Ini yang mungkin jarang diambil sebagai topik utama dalam sebuah novel. Terjemahannya bagus dan saya suka juga dengan covernya. Meski demikian, karena mungkin eksekusinya yang saya kurang sukai membuat saya kurang bisa menikmati buku ini. Ter5lepas dari itu, saya menjadi penasaran dengan buku Korupsi-nya PAT.

Jumat, 30 Januari 2015

Sorgum Merah

Judul: Sorgum Merah
Judul Asli: Red Sorghum
Penulis: Mo Yan
Penerjemah: Fahmy Yamani
Editor: M. Sidik Nugraha 
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, September 2014
Jumlah Halaman: 548
ISBN: 9786022900061

Sorgum Merah, merupakan maha karya Mo Yan, novelis China yang pernah mendapat nobel sastra di tahun 2012. Mengisahkan sebuah kisah di mana China berada dalam jajahan Jepang di era 1930an, Sorgum Merah menuturkan hidup Yu Zhan'ao dan putarnya, Douguan, dalam mengarungi hidup, hidup yang penuh lika-liku. Dinarasikan oleh putra Douguan (tak disebutkan namanya), kisah mereka mengalir dengan kilasan waktu yang berpindah-pindah, dengan seting bertempat di Kabupaten Gaomi Timur Laut, China.

Diceritakan nenek sang narator dijodohkan paksa dengan Shan Bianglang, putra pengusaha penyulingan arak dari sorgum merah, Shan Tingxiu. Menolak perjodohan tersebut tokoh nenek mendapatkan pertolongan dari Yu yang sebelumnya menjadi tukan angkat tandu bagi Shan Tingxiu, dan berakhir dengan pembunuhan ayah dan anak keluarga Shan, sehingga nenek menjadi penguasa tunggal usaha penyulingan tersebut.

Namun penjajahan Jepang merubah kehidupan mereka. Ditambah perang saudara, membuat kehidupan Komandan Yu, menjadi berantakan dan tragis. Dan perjalanan hidup inilah yang diangkat oleh Mo Yan menjadi sebuah kisah epik, sedikit pahit, yang patut diacungi jempol.

Ini kedua kalinya saya membaca karya Mo Yan, setelah semi biografinya, Di Bawah Bendera Merah. Dan untuk kedua kalinya saya merasa tak kesulitan untuk mengikuti karyanya, dimana seringkali ada anggapan bahwa karya pemenang Nobel Sastra termasuk karya yang susah. Mo Yan menggambarkan ceritanya dengan alur yang berpindah-pindah. Awalnya saya kesulitan untuk mengikuti perpindahan fase cerita, namun berpegang pada narasinya, lambat laun saya bisa mengikuti juga. Setelah bisa mengikuti gaya menulis maka lambat laun kenikmatan membaca buku ini akan meningkat. Dan ya, yang saya suka ceritanya tak lah terallau absurd, sehingga tak perlu memakan waktu lama untuk bisa menamatkan buku ini, meski ketebelannya bisa dibilang lumayan membuat keder, sebelum membaca.

Saatnya menbak siapa santa saya :)

Jujur, saya agak kesulitan memahami riddle yang diberikan oleh sang santa. Yang jelas santa memakai hosting wordpress sebagai blog bukunya. Tapi ada satu petunjuk yang membuat saya yakin siapakah santa saya, adalah ketika Santa menuliskan, sesuatu milik saya pernah mampir di rumah santa pada hari ke 27, beberapa hari sebelum yang terpilih itu datang. Dan saya jadi yakin siapakah santa saya :)

Bagi saya, maksud dari pernyataan itu adalah santa pernah meminjam buku saya dan mem-post reviewnya di tanggal 27. Bulannya Juli, sesuai bulan kelahiran Harry Potter. Dan meski saya lupa siapa saja yang pernah mereview buku pinjaman dari saya, Saya kok punya feel bahwa santa adalah seorang teman saya di grup wa bbi joglosemar. Dan iseng googling menunjukkan bahwa buku yang pernah saya pinjamkan memang pernah beliau review di blognya tanggal 27 Juli. Sebelumnya pernah baca reviewnya tetapi saya memang nggak hapal tanggal postnya.



Tebakan saya menguat, ketika mengetahui bahwa santa pernah bekerjasama dengan pengirim buku (HobbyBuku) dalam event mystery RC.  

Dan dengan ini saya menebak, dia yang memosting review buku pinjeman dari saya pada tanggal 27 Juli 2014 di blognya, pengguna worpress untuk blog bukunya dan pernah bekerjasama dengan mbak Maria Hobbybuku, adalah:



dr. Busyra/bzee pemilik blog Bacaan BZee


Benarkah tebakan saya, bu dokter? Semoga benar. Maafkan kalau terlalu sederhana menebaknya. Kalau benar berarti memang #AdaSantaDiantaraKita yang menjadi trending topic di grup WA BBI Joglosemar terbukti benarnya :) Terima kasih santa, bukunya saya suka, Arigato Gozaimasu!

Sabtu, 17 Mei 2014

The Day of the Jackal

Judul: The Day of the Jackal
Penulis: Frederick Forsyth
Penerjemah: Ranina B. Kunto
Editor: Adi Toha
Penerbit: Serambi
Cetakan: II, Agustus 2011
Jumlah Halaman: 612
ISBN: 9789790243569

OSA (Organisastion L'Armee Secrete) merupakan organisasi yang berkeinginan membunuh presiden Prancis, Jenderal Charles de Gaulle. 6 kali sudah upaya mereka gagal. Dan salah satu pimpinan mereka, kolonel Argoud di Jerman. Wakil Argoud, kapten Marc Rodin memeiliki usul membunuh De Gaulle menggunakan jasa pembunuh bayaran dengan tingkat profesionalisme dan kerahasiaan tinggi, yang akan disebut Jackal.

Mengambil sosok Alexander Duggan, sang Jackal berhasil masuk ke bebrapa negara untuk melancarkan tugasnya. Sementara kepolisian Prancis yang akhirnya mengetahui adanya misi pembunuhan ini, dipimpin oleh detektif Claude Lebel, harus bergerak dengan minimnya informasi untuk menggagalkan misi tersebut. Hal yang sulit mengingat identitas Jackal yang tidak diketahui di mana-mana.


Sebuah thriller yang seru. Kisah pembunuhan presiden sebuah negara maju yang dilakukan dengan cara yang tak peranh saya pikirkan sebelumnya. Aksi sang jakal dan sang detektif sama-sama luar biasanya, dan saya puas membaca buku ini.

Awalnya saya agak terganggu dengan detaik-detail yang rasanya berlebihan pada buku ini tetapi di tengah jalan saya sadar detail-detail tersebut menguatkan isi cerita buku ini. Dan semakin mengerucut detaik-detailnya semakin membuat isi buku menjadi semakin kaya. Tapi memang untuk buku yang terlalu detail, membacanya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Di buku ini, saya mengagumi kecerdasan dan kesabaran Lebel. Dia mau mengikuti setiap langkah yang Jakal lakukan tanpa harus kehilangan kesabarannya, meskipun tekanan bertebaran di sekelilingnya. Berbeda dengan karakter Jakal yang lihai, tepai pergulatan kedua tokoh ini bisa mencipatakan alur yang menarik dan menegangkan.

Review ini diikutkan dalam Lucky No 14 Reading Challenge kategori Chunky Brick, dengan jumlah halaman lebih dari 500 halaman

Kamis, 10 April 2014

Last Tango in Paris

Judul: Last Tango in Paris
Penulis: Robert Alley
Penerjemah: Rama Romindo Utomo
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, Januari 2011
Jumlah Halaman: 256
ISBN: 9789790242388

Paul, laki paruh baya asal Amerika, baru saja ditinggal mati bunuh diri istrinya, Rosa dan mendapatkan warisan sebuah hotel kecil. Jeanne, seorang gadis asli Prancis, sebentar lagi akan menikah dengan Tom, seorang sutradara. Paul dan Jeanne bertemu di sebuah stasiun kereta, berlanjut dengan pertemuan tak sengaja keduanya ketika hendak menyewa apartemen di Rue Jules Verne. 

Pertemuan keduakalinya menimbulkan gejolak nafsu di anatara keduanya. Beberapa kali mereka berdua melampiaskan nafsu di apartemen tersebut. Dan hubungan tersebut berjalan aneh karena mereka tak saling mengenal nama satu sama lain, juga tidak mengenal masing-masing.


Buku yang diangkat dari film dengan judul yang sama ini membuat saya beberapa kali harus berkerut kening. Bukan karena adegan seksualnya. Adegan seksualnya memang dibuat sehalus mungkin dalma edisi terjemahan ini, tetapi keabsurbannya. Bukan tipe buku yang jalan ceritanya jelas. Cerita akan berlarian ke sana kemari. Namun sayangnya, saya tidak begitu suka dengan tipikal absurbnya.

Tak mudah untuk menuntaskan buku ini. Saya sendiri belum menyaksikan filmnya, namun belum merasa tertarik untuk menontonnya. Dan ya, saya tak berharap banyak, mungkin untuk filmnya.

Rabu, 19 Maret 2014

Haji Murad

Judul: Haji Murad
Penulis: Leo Tolstoy
Penerjemah: Fahmy Yamani
Editor: Anton Kurnia
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: I, Juli 2013
Jumlah Halaman: 242
ISBN: 9789790244023

Haji Murad, bisa dikatakan sebagai salah satu ikon pertemuan dua kebudayaan dalam sastra klasik. Kebudayaan Muslim dan Barat. Kisah perlawanan Murad terhadap kekaisaran Rusia diangkat oleh Leo Tolstoy dalam sebuah epik sejarah yang bernas. Haji Murad sendiri adalah orang nomer dua di Chechnya yang memberontak terhadap kekuasaan Rusia. Sebagai panglima perang, ia sangat ditakuti dan disegani oleh kerajaan Rusia. 

Saya sudah lama mengingakan buku ini semenjak kisah ini disebut dalam sebuah karya buku religi yang saya baca. Dan beruntung, pertengahan 2013, Serambi menerbitkan buku ini, di mana sebelumnya buku ini diterbitkan dalam era yang sudah lama, sehingga saya kesulitan mendapatkan bukunya. Sebagai literatur klasik, Haji Murad digambarkan oleh Tolstoy dalam rangkaian kalimat panjang yang bahasanya "agak sulit". Beruntung terjemahannya cukup bagus sehingga tak banyak kesulitan unntuk memahami sebagaian besar isi buku.
 
Awalnya saya menduga kisah berfokus pada perperangan yang dilakukan oleh Haji Murad, namun kebanyakan lebih pada sebuah pergulatan pikiran Haji Murad dan perjalanan yang mengirinya. Banyak tokoh yang digambarkan mungkin akan membuat sedikit kesulitan menangkap jalannya cerita tetapi keseluruhan alur cerita cukup lancar.
 
Di luar kesulitan memahami cerita secara lancar, sebagai sebuah produk sastra, Haji Murad termasuk kategori buku yang sayang untuk dilewati.

Kamis, 06 Februari 2014

Rasputin's Daughter

Judul: Rasputin's Daughter
Penulis: Robert Alexander
Penerjemah: Rahmani Astuti
Editor: Dian Pranasari
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: I, Desember 2012
Jumlah Halaman: 401 Halaman
ISBN: 9789790243965 

Kisah mengenai kematian Rasputin selalu diselibungi kabut misterius. Soosk yang diduga berpengaruh besar pada berakhirnya era kekaisaran Rusia ini, hanyalah petani dari Siberia namun diduga memiliki kemampuan sihir yang luar biasa. Dia sanggup menyembuhkan penyakit dan mampu menerawang ke masa depan. Namun sosok kontroversial ini, tak lepas dari terkuburnya sejarah kekaisaran Rusia memang. Dan kematiannya diduga karena dibunuh oleh orang-orang yang tak menyenangi kedekatannya dengan Tsarina Alexandra, permaisuri Rusia di tahun 1910-an.

Robert Alexander mengisahkan peristiwa terbunuhnya Rasputin dengan menggunakan sudut pandang Maria Matryona Grigorevna, putri tertua Rasputin sekaligus putri terdekatnya. Kisah Maria di buku ini bisa dibilang sangat menarik. Perjalanan hidup Rasputin meski tak secara utuh tergambarkan tetapi dengannya kita bisa melihat sisi lain dari Rasputin. Sebuah kisah kehidupan kekaisaran Rusia pun cukup menarik bisa diikuti dalam buku ini. Meski menggambarkan kehidupan Rasputin, di baliknya, kisah di balik sejarah runtuhnya kekaisaran Rusia tak kalah menariknya.

Diterjemahkan dengan manis, meski beberapa istilah Rusia bertebaran, Rasputin's Daughter, bisa jadi menceritakan sebuah episode sejarah yang kelam di tengah kehidupan kenegaraan Rusia. Sosok Rasputin diangkat menjadi seorang tokoh yang dilihat sisi baiknya maupun sisi buruknya. Sebagai kisah seorang tokoh yang perenah hidup, kita mendapatkan sebuah cerita yang mendalam tentang kisah hidup seorang manusia.

Sabtu, 28 Desember 2013

The Exorcist

Judul: The Exorcist
Penulis: William Peter Blatty
Penerjemah: Ingrid Nimpoeno
Editor: Anton Kurnia
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, Mei 2013
Jumlah Halaman: 448
ISBN: 9789790244016

Kehidupan Chris MacNeil, spontan berubah drastis. Artis tenar yang single parent tersebut menghadapi perilaku putri tunggalnya, Regan menjadi aneh. Berbagai dokter sudah didatangi, namun Chris akhirnya menyadari, Regs, panggilan akrab putrinya, dirasuki iblis!

Dengan harapan yang menipis, Chris memohon pastor Damien Karras agar bisa melakukan upaya exorcist (upaya pengusiran setan). Mengingat latar belakang Karras yang seorang psikiater, dia berusaha mengacuhkan kenyataan bahwa Regs dikuasai oleh iblis. Berhadapan dengan Regs, akhirnya dia sadar, dan harus bis ameyakinkan Uskup Georgetown Univeristy bahwa apa yang dialami oleh Regs bukanlah keadaan psikis semata, tetapi benar-benar dirasuki oleh iblis agar Regs bisa mendapatkan perlakuan exorcist. 

Exorcist akhirnya dilaksanakan oleh pastur Lankester Merrin dibantu oleh Karras. Kenyataan memilukan ketika disadari bahwa iblis yang merasuki Regs adalah musuh abadi dari pastur Merrin, yang menginginkan kemenangan atas Merrin. Dan pergulatan abadi, antara kekuatan rohani melawan kejahatan iblis terjadi dengan kejadian yang memilukan.


The Exorcist benar-benar memikat saya, dan saya menjadikannya sebagai salah satu buku horror terbaik yang pernah saya baca. Yang menarik dalam buku ini, adalah sang penulis mau bercerita dengan detail tanpa menganggu jalan ceritanya, dan tetap kisah menceramkannya terjaga. Saya sendiri sampai tak berani membacanya di malam hari.

Meski terjemahan, ketegangan cerita dalam edisi terjemahan ini tak lantas menghilang. Penulisnya mampu membuat kisah yang membuat kalimat demi kalimatnya menjelma menjadi ketegangan hampir tak berakhir. Meski konsep ceritanya sederhana, kemampuan penulis dalam detail dan pengelolaan kata sangat bagus.

Dan yang jelas, meski bukan termasuk pencinta genre horror, masih sekedar menikmati saja, saya puas dengan buku ini. Tak mengherankan bagi saya kalau buku ini masuk sebagai salah stau buku hooror terbaik. Apakah saya akan melanjutkan ke filmnya, entahlah, hanya dengan kata-katanya sudah bisa membuat saya merinding. Mungkin tidak dengan filmnya :)

Rabu, 13 November 2013

Okei

Judul: Okei
Penulis: Mitsugu Saotome
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: I, Agustus 2013
Jumlah Halaman: 596
ISBN: 9789790244054

Okei hanyalah putri seorang tukang pengrajin gentong kayu pada akhir abad 19 di daerah Aizu-Wakamatsu, Jepang. Di saat perang saudara, dia jatuh cinta terhadap seorang samurai muda, Sasanuma Kingo. Meski tradisi samurai kental yang erat di Jepang pada saat itu membatasi hubungan mereka, di mana seorang samurai tak bisa menjalin ikatan dengan seorang penduduk biasa, namun harapan Okei terhadap cinta Kingo tetaplah besar.

Kisruh politik di mana terjadi perang saudara dan pemindahan ibukota Jepang dari Kyoto ke Tokyo, diakibatkan oleh meninggalnya kaisar. Sejarah Jepang, di saat itu diramaikan dengan kekalutan perebutan kekuasaan. Kota Aizu pun dicekapi kecemasan, sejauh mana serangan akan tiba dari barat. 

Di saat genting itulah Okei berkenalan dengan  Schnell bersaudara. Kelak Henry Schnell yang akan membawa Okei lari dari kericuhan di Jepang, menuju ke tanah baru, Amerika, sehabis cintanya terhadap Kingo kandas, dan Kingo terbunuh pada serangan tersebut


Sebagai kisah berlatar sejarah Jepang di abad 19, buku ini memikat saya dengan latar sejarah yang cukup detail. Memang penggambaran kisah hidup Okei ditulis dengan dominasi kisah sejarah Jepang di saat itu. Namun bagi penyuka kisah romance, kisah Okei ini terlalu minim sisi romantismenya.

Tapi apa yang dituliskan oleh Mitsugu Saotome ini cukup menarik, dengan tebal yang luar biasa, perjalanan Okei ditulis tanpa meninggalkan kesan membosankan. Terjemahannya sangat bagus, penilaiannya bahkan tidak dikurangi dengan typo. Penggambaran samurai di masa itu cukup mendetail meski kadang agak bertele-tele.

Kisah perjalanan hidup Okei ini diramu dengan penceritaan sebuah episode kelam dalam kehidupan bangsa Jepang membuat buku ini bisa menjadi bahan pengaya kita akan Jepang secara lebih utuh. Dan yang pasti, kita bakal lebih mengenal nilai-nilai tradisional Jepang dan pertentangannya dalam sebuah kemajuan zaman. Sebuah kenangan yang membentuk Jepang menjadi sebuah bangsa yang kita saksika sekarang. Dan kisha Okei ini, merupakan simbol perjuangan hidup, seorang warga Jepang biasa dalam era modernisme Jepang.

Selasa, 13 Agustus 2013

Di Bawah Bendera Merah

Judul: Di Bawah Bendera Merah
Penulis: Mo Yan
Pemerjemah: Fahmy Yamani
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Jumlah Halaman: 144
Cetakan: I, Juli 2013
ISBN: 9789790244108

Menarik, mengikuti kisah perjalanan hidup seorang peraih nobel sastra. Apalagi kisah hidupnya digoreskan sendiri dengan pena sang peraih Nobel. Buku ini, Di Bawah Bendera Merah, adalah sebagian kisah hidup yang diceritakan oleh Mo Yan, peraih Nobel Sastra 2012. Dalam buku ini, Mo Yan, mengkisahkan beberapa bagian kisah hidupnya, yang unik serta mencengangkan.

Diawali dengan pengalamannya, ketika dirinya yang sudah dikeluarkan di sekolah, namun ia sering mendatangi sekolahnya. Di sana ia menyaksikan bagimana rekan-rekan belajarnya, yang menjadi bekas teman sekelasnya. Salah satunya He Zhiwu, rekannya yang kerap diceritakan oleh Mo Yan dalam buku ini.

Dikisahkan ayah dari Lu Wenli, berprofesi sebagai supir truk Gaz 51, sebuah profesi yang populer di desa. Dalam sebuah tugas sekolah, dimana semua rekan sekelas Mao Yan menuliskan esai tentang cita-cita mereka untuk menjadi sopir truk, He Zhiwu malah menulis ingin menjadi "ayah Lu Wenli". Apa yang dilakukan oleh Lu Wenli tersebut menjadi hal kontroversi.

Kisah berlanjut dengan pengalaman Mo Yan, ketika menginjak karir militer. Dan ia pun bertemu dengan satu truk Gaz 51 lagi. Impiannya untuk bisa menyentuh truk tersebut akhirnya terkabulkan. Sebuah kisah yang sungguh-sungguh menarik ketika Mo Yan menceritakan interaksinya dengan truk buatan Rusia tersebut. Sampai ketika sukses dalam krir penulisannya, Mo Ya pun bersentuhan dengan truk tersebut!


Mengenal buku ini, saya menambah sisi lain informasi tentang China. Sebagai memoar, buku ini pun terasa ringan, berbeda dengan pandangan bahwa nobelis sastra akan menghasilkan tulisan yang berat. Juga covernya yang manis, bagi saya buku ini sangat menarik. 

Kisah yang digoreskan pena Mo Yan ini, mengantarkan kita pada apa yang dipandang Mo Yan pada hidup di sekitarnya, bagaimana Mo Yan mengalami masa harus meninggalkan sekolah, hidup sebagai tentara, sampai kiprah penulis yang membuat dia menjadi terkenal. Sebuah kisah mengasyikkan untuk diikuti. Sayangnya adalah dengan pengalaman hidup yang mestinya cukup panjang, tak semua terpaparkan di sini.

Senin, 10 Juni 2013

The Court of the Lion #3

Judul: The Court of the Lion, Buku 3
Penulis: Eleanor Cooney dan Daniel Altieri
Penerjemah: Fahmy Yamani
Editor: Adi Toha
Penerbit: Serambi
Jumlah Halaman: 928
Cetakan: I, November 2012
ISBN: 9789790243828

Buku ini menceritakan kisah kelamnya intrik di dalam kekaisaran China di dinasti Tang di babad kedelapan, melanjutkan buku pertama dan buku kedua. An Lu-Shan, jenderal barbar dari daerah utara China, semakin mendapat kepercayaan dari Mingtuang. Padahal Perdana Menteri Li Lin-Fu justru semakin mencurigai tindaktanduk An Shu-Lan, padahal dialah yang membawa An Lu-Shan ke Chang-an, ibukota kekaisaran China, untuk mempertahankan kekuasaannya di kerajaan. Apalagi kaisar dan Istri Kesayangan menganugrahkan gelar putra kesayangan buat An Lu-Shan, intrik perebutan kekuasaan China semakin tak jelas.

Semakin lama, Kaisar Mingtuang yang diharapkan mau kembali memerintah China setelah kekuasaan dipegang oleh Perdana Menteri Li-Lin Fu justru semakin tenggelam dalam keasyikannya dalam aliran Tao Hitam, serta keadaan kesehatan Li Lin-Fu yang semakin memburuk namun An Lu-Shan justru melakukan kejahatan yang menimbulkan kecemasan Kao Li Shih, kasim utama kaisar. Keadaan pun semakin tak jelas


Di bagian akhir buku The Court of the Lion, perjalanan cerita semakin menegangkan. Ketidakpastian keadaan kerajaan semakin menarik diikuti dalam tiap lembaran halaman buku ini. Semakin ke dalam cedrita malah semakin tak jelas, hitam-putihnya para lakon dalam buku ini, membuat membaca buku ini saya semakin diliputi rasa penasaran.

Apalagi deskripsi yang disajikan penulis, Eleanor Cooney dan Daniel Altieri, meski panjang tapi semakin membius rasa penasaran. Kadang alur berpindah tempat, tapi makin menguatkan isi yang dibaca. Dan dari buku inilah saya semakin tahu, bahwa negara China pernah mengalami masa-masa perebutan kekuasaan, dimana ada ketidakpedulian kaisar, ada kekuasaan di bawah tangan Perdana Menteri, ada intrik yang tak disangka, serta ada kepentingan bersama guna sebuah kekuasaan.

Rabu, 05 Juni 2013

The Court of the Lion #2

Judul: The Court of the Lion, Buku 2
Penulis: Eleanor Cooney dan Daniel Altieri
Penerjemah: Fahmy Yamani
Editor: Adi Toha
Penerbit: Serambi
Jumlah Halaman: 504
Cetakan: I, Februari 2012
ISBN: 9789790243811

Setelah Kaisar bangkit dari masa kelamnya paska-meninggalnya permaisuri Wang meninggal dunia stelah hukuman diasingkan, di buku pertama, Kaisar bangkit kembali berkat kasim utama Kao Li-shih, yang membawa istri baru untuk Kaisar, Yang Kuei-fei. Sayang, keinginan kasim Kao untuk membuat Kaisar bangkit kembali, agar kembali mengendalikan pemerintahan gagal, dan perdana Menteri Li Lin-fu dengan mendatangkan An Lun-Shan ingin melanggengkan kekuasaan.

Keberuntungan datang bagi Kao Li-Shih, ketika Yang Kuo-chung, sepupu dari Yang bersaudara, datang. Cepat-cepat, Kao bersekutu dengan Yang Kuo-chung untuk melawan persekutuan Li-Lin-fu dengan An Lus-Shan. Segera Yang Kuo-chung diangkat menjadi pimpinan dewan sensorat guna menyelediki segenap penyelewengan yang dilakukan oleh Li Lin-fu. Sayangnya Li Lin-fu berusaha melanggengkan kekuatannya dengan cara melakukan kekerasan terhadap para pejabat sensorat.


Novel sejarah kekaisan China di abad ke-8 ini semakin lama semakin memikat. Pergulatan kepentingan semakin terasa. Apalagi ketika perdana menteri Li Lin-fu sudah terlihat melakukan kekersan fisik terhadap lawan politiknya. Pertarungan memperebutkan kekuasaan yang diabaikan Kaisar terasa memikat. Perlahan-lahan di buku kedua ini, ketegangan demi ketegangan semakin terasa.

Tak pelak, saya berani mengacungji jempol untuk buku kedua ini. Di balik China yang sekarang dianggap sebagai negara maju, dahulunya tersurat sejarah panjang pergulatan perebutan kekuasaan, salah satunya pada era Kaisar Minghuang dalam buku ini.

Sayangnya di buku kedua ini, tak didapati lagi semacam kamus kecil penjelasan tokoh-tokoh yang ada di buku. Hal tersebut akan mengganggu bagi yang sudah lama tak menyentuh buku pertamanya. Meski demikian tak banyak tokoh yang dimasukkan dalam buku ini, menjadikan hal tersebut tak banyak menganggu. 

Untuk penggemar kisah historis buku ini akan sangat menarik untuk dibaca. Penuh dengan pengalaman baru tentang kisah salah stau dinasti terbesar di China yang tak lepas dari gejolak intrik dan perebutan kekuasaan.

Selasa, 04 Juni 2013

Memory of Love

Judul: Memory of Love
Penulis: Bi Shan
Penerjemah:
9789790243996

Cheng Yue Shan, atau dipanggil Shan Shan, pulang ke China setelah tinggal di Kanada selama 2 tahun. Dia melarikan diri dari kampung halamannya setelah cintanya dikhianati Luo Hao, pasangannya. Di Kanada-lah ia bertemu dengan kekasih barunya, Zhuo Kai. Kembalinya Shan Shan, disambut oleh kedua temannya, yang sudah dianggap sebagai saudaranya sendiri, Ye Zi dan Xue Tong. Serta adik angkatnya, Zhan Xiang. Kumpulan sahabat tersebut adalah keturunan orang-orang sukses di Beijing.

Cerita kemudian bergulir pada kisah romansa kelompok tersebut, berawal dari kenangan cinta mereka di masa lalu, ketika menginjak masa sekolah, persahabatan dan cinta mengalir di antara merka. Dan setiap tokoh punya masalah sendiri yang berat. Ada intrik, dalam kisah cinta mereka. Ada masa lalu yang kelam, serta kisah kasih yang tersembunyi, sampai pada persaingan keluarga berpengaruh di China.

Pertama kali melihat bukunya, saya suka dengan covernya. Meski berjenis romance, kesan sederhana di covernya cukup menarik, tak terlalu berlebih, seperti buku bergenre romance lainnya.  Ceritanyapun setelah dibaca terasa ringan, meski kadang kita akan menemui umpatan-umpatan yang masih bisa diterima.

Memang kisah ini menampilkan kisah cinta kaum muda yang tergolong sukses. Kisah hedonis akan beberapa kali kita temui, tapi seimbang dengan karakterstik cinta dan konflik yang kerapkali muncul. Meski Shan Shan, di kisah ini dikisahkan kegalauannya, tapi dari sisi Shan Shan inilah kisah berjalan selangkah demi selangkah, sampai ke akhir cerita. Meski, ada sesekali bagian cerita yang tidak saya pahami tetapi secara umum, cerita Memory of Love ini masih bisa diikuti. 

Dan tak perlu berandai-andai buku ini mirip dengan kisah sinetron di televisi, karena bahasanya jelas berbeda, sebagai buku sastra, buku ini bukan buku yang mengisahkan kisah romansa picisan tetapi memberikan sebuah kisah romance yang mengalir, dari halaman ke halaman.

Selasa, 30 April 2013

The Court of the Lion #1

Judul: The Court of the Lion, Buku 1
Penulis: Eleanor Cooney dan Daniel Altieri
Penerjemah: Fahmy Yamani
Editor: Adi Toha
Penerbit: Serambi
Jumlah Halaman: 588
Cetakan: I, Februari 2012
ISBN: 9789790243798

Kaisar Minghuang, merupakan kaisar China yang melegenda di abad kedelapan. Kemakmuran negeri China berhasil beliau ciptakan, dan kesuksesan pemerintahan tercipta dengan kestabilan perekonomian dan meratanya hasil pertanian. Di saat yang sama permaisuri Putra Langit, permaisuri Wang yang belum melahirkan anak, merasa kedudukannya akan terancam. Berbekal jimat dari Ming Wu, wanita penganut nenek Taoisme hitam, sang permaisuri berusaha mendapatkan anak. Namun karena sikap kaisar Minghuang yang menolak akan adanya ajaran sihir, sang permaisuri harus mendapatkan hukuman tegas, dari sang Kaisar, diusir dari istana kekaisaran.

Hal ini menguntungkan bagi Putri Wu, salah satu selir utama kaisar, untuk mendapatkan pengaruhnya di kekaisaran. Namun tindakannya membunuh sang mahkota kekaisaran, justru menimbulkan tekanan jiwa buatnya. Meski hasil forensik menunjukkan sang pangeran bunuh diri, namun Putri Wu merasa ditemui oleh arwah putra mahkota yang dibunuhnya, dan merasa ketakutan, tertekan sampai dia ditahan di bagian khusus di istana.


Sedih dan trauma, karena kejadian-kejadian belakangan yang menimpa, kaisar Minghuang kehilangan selera hidup. Masa-masanya hanya dihabiskan di kamar tidur, bahkan kendali kekuasaanya terlantar. Kao Li Shih, yang merupakan kasim utama kaisar harus memeras otaknya agar kaisar memiliki semangat lagi. Namun di balik itu, perdana menteri Li Lin-fu yang licik, tak mampu baca tulis, namun memiliki kemampuan analisis yang hebat. Sehingga timbul persaingan antara Li lin-fu yang ingin terus memegang kekuasaan dengan Kao Li Shih yang terus memutar otaknya agar sang kaisar mau bangkit kembali.

Masing-masing pihak memiliki senjata rahasia masing-masing. Kao Li Shih dengan gadis jelitanya, Yang Kuei-fei, sedang Li Lin-fu dengan jenderal barbar dari Utara, An Lun-Shan. 


Membaca the Coourt of the Lion merupakan tantangan tersendiri bagi saya, di mana ketebalannya termasuk di atas rata-rata buku yang umumnya saya baca. Namun saya pikir akan ada kisah yang selalu menarik di balik buku ber-genre historical fiction. Salah staunya di dalam buku ini. Kisah yang berlatar Kekaisaran China di abad kedelapan ini, mengisahkan intrik-intrik yang terus berkelibat, di balik kursi kekaisaran. Apalagi di sebuah kekaisaran termegah di dunia, China dengan bentangan wilayah yang sangat luas. 

Kita tak akan menemukan adegan bak sinteon yang berlebihan, tapi kita akan surut ke dalam rentetan kata-kata yang dirangkai oleh penulis dengan lincahnya. Sayang, beberapa bagian masih terlalu mendetail sekali, tapi dengan kisah sejarah yang epik, ditambah dengan latar belakang cerita yang menarik untuk diikuti membuat buku ini termasuk buku yang recommended

Kamis, 21 Maret 2013

The Queen of the South

Judul: The Queen of the South
Penulis:





Selain kejaran dari orang-orang terdahulu yang pernah terlibat dengannya di Meksiko, Teresa yang sudah menjelma menjadi Ratu Selatan pun harus berusaha melepaskan diri dari jeratan hukum, tentu saja dengan segala sumber dana yang dia miliki. Namun semua tak semulus apa yang diharapkan, intrik dan kelicikan bicara di sini....





Apa yang

Selasa, 26 Februari 2013

Pangeran Bahagia

Judul: Pangeran Bahagia
Judul Asli: The Happy Prince and Other Stories
Penulis: Oscar Wilde
Penerjemah: Risyiana Muthia
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Jumlah Halaman: 108
Cetakan: I, April 2011
ISBN: 9789790243538

Pangeran Bahagia merupakan buku terjemahan Serambi, dari karya klasik Oscar Wilde, The Happy Prince and Other Stories. Terdiri dari 5 cerita pendek, Pangeran Bahagia (The Happy Prince), Bunga Mawar dan Burung Bulbul (The Nightingale and the Rose), Raksasa yang Egois (The Selfish Giant), Teman yang Setia (The Devoted Friend), dan Roket yang Luar Biasa (The Remarkable Rocket).

Pangeran Bahagia mengisahkan kesedihan di sekitar yang dilihat oleh sebuah patung Pangeran. Patung tersebut melihat di sekitarnya, kemiskinan serta kemelaratan yang menimpa penduduk, dan dengan pertolongan seekor burung walet, akhirnya mampu memberikan pertolongan. Bunga Mawar dan Burung Bulbul, mengisahkan sebuah makna mendalam akan cinta yang kadang dilupakan oleh orang terpelajar sekali pun. Raksasa yang Egois, memaparkan kisah tentang taman bermain yang sering dipakai oleh anak-anak untuk bermain, namun kedatangan Raksasa pemilik taman, yang melarang anak-anak untuk bermain, menjadikan kesedihan di kalangan anak-anak tersebut. Teman yang Setia, memaparkan kesetiaan yang luar biasa dari seorang teman terhadap orang yang rakus. Kisah terakhir menggambarkan tentang Roket yang banyak bicara tetapi gagal menjalankan tugasnya.

Ini pertamakali saya membaca tulisan Oscar Wilde. Dam komentar saya? Wow! Oscar Wilde menceritakan kisah yang sangat menarik. Kelima cerita tersebut merupakan dongeng yang indah. Penggunaan fabel oleh Wilde terasa menyembunyikan karakteristik sifat buruk manusia yang dikritisi di buku ini (kecuali di kisah Raksasa yang Egois dan Teman yang Setia).

Membaca Pangeran Bahagia, merasa saya didongengi oleh Wilde. Kisah sederhana namun mendidik, serasa kembali ke usia anak-anak. Buku ini patut mendapat 4 bintang!

Sabtu, 16 Februari 2013

Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada

Judul: Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada
Penulis: Leo Tolstoy
Penerjemah: Atta Verin
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, Februari 2011
Jumlah Halaman: 197
ISBN: 9789790242401
Sastra klasik selalu memberikan kesan untuk membacanya. Karena sifat klasiknya yang membuat dia tak lekang di makan zaman. Leo Tolstoy, merupakan salah satu pengarang karya klasik, yang karya-karya beliau diminati luas sampai sekarang. Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada, merupakan salah satu buku kumpulan lima cerita pendek yang ditulis beliau bertemakan cinta dan kemanusiaan.

Kisah di buku ini dimulai dengan cerita tentang Martin Adveich, seorang pembuat sepatu yang hilang harapan terhadap Tuhan. Pertemuannya dengan seorang lelaki tua dari sebuah biara, mengingatkan kembali dirinya kepada Tuhan. Dan Martin bermimpi, bahwa dia akan bertemu Tuhan. Dia bisa bertemu Tuhan, apabila ingin bertemu dengan-Nya, dia harus melongok ke luar. Ketika bangun, kerapkali dia melongok ke luar, tapi tak pernah melihat Tuhan. Yang Martin lihat adalah orang-orang yang berkesusahan. Namun dari orang-orang tersebutlah Marrtin bisa melihat "Tuhan". Sebuah cerita yang menarik. Bahwa kita diajarkan bisa menemui Tuhan lewat makhluk-makhluk-Nya.

Kisah kedua, Tuhan Tahu Tapi Menunggu, menurut saya sangat menyedihkan. Ivan Aksionov dihukum karena pembunuhan yang tak pernah dia lakukan, hanya karena dia difitnah oleh pembunuh sesungguhnya. Dari kisah ini kita bakal tahu bahwa keadilan Tuhan memang luar biasa, karena pada akhirnya si pelaku pembunuhan mengakui perbuatannya.

Tiga Orang Pertapa, yang merupakan kisah ketiga menggambarkan pertemuan seorang uskup dengan tiga pertapa yang hidup di pulau terpencil. Kisah yang menarik, tentang makna formalitas sebuah doa. Kisahnya cukup dalam, dalam hati.

Majikan dan Pelayan, cerita terpanjang dalam buku ini, memaparkan kesetiaan Nikita, seorang pelayan, terhadap Vasili Andreyevich, bosnya yang pelit dan penuh perhitungan. Meskipun paham kalau dirinya dirugikan ketika berkerja untuk Vasili, namun NIkita tetap memegang teguh kesetiaannya, smapai pada suatu hari ketika ia mengantarkan tuannya untuk urusan bisnis, menggunakan kereta kuda, di saat badai salju menggila. Interaksi kedua orang itu semata-mata hanyalah antara majikan dan bawahan, apalagi Vasili hanya menghitung untung rugi saja. Tetapi badai salju membawa perubahan di akhir cerita, yang juga akhir yang mendalam dan menyentuh.

Dua Lelaki Tua, mengisahkan perjalanan ziarah Efim Shevelef dan Elisha Bodrof. Kedua sahabat itu melakukan perjalanan ziarah ke tanah suci Palestina, dengan meninggalkan keluarga masing-masing. Di tengah jalan, Elisha memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanannya ketika dia menemui keluarga yang harus ditolongnya. Ada pelajaran yang dibagikan Tolstoy dalam kisah ini, bahwa berbagi pun bisa sama indahnya dengan ibadah yang bersifat individualistik. 

Tolstoy menurut saya cukup sederhana dalam menuliskan pesan-pesannya. Nilai kemanusiaan, juga mengandung nilai-nilai keTuhanan. 

Selasa, 30 Oktober 2012

Istanbul

Judul Istanbul: Kenangan Sebuah Kota
Penulis: Orhan Pamuk
Penerjemah: Rahmani Astuti
Penerbit: Serambi
Jumlah Halaman: 556
ISBN: 9789791275569
Jadi, perhatikan baik-baik, pembaca yang terhormat. Izinkan saya berterus terang kepada Anda dan sebagai balasannya, izinkan saya memohon simpati Anda. (halaman 10)
Orhan Pamuk, novelis Turki, peraih nobel sastra 2006 kali ini membuat karya tentang Istanbul, kota yang ditinggalinya, beserta memoar hidupnya selama tinggal di Istanbul. Di buku ini, kita akan mendapatkan segala sesuatu pandangan hidup Pamuk, dari keluarganya, masa kecilnya, sampai memutuskan untuk hidup sebagai penulis, kisah keluarganya, kisah cinta awalnya, dan Istanbul.

Istanbul, kota yang selama ini berkesan indah, ternyata menurut Pamuk, merupakan kota yang berkesan murung (huzun). Sejaumana kemurungan yang didapatkan Pamuk di kotanya ini, akan menarik kalau menyimak langsung paparan beliau di buku ini.

Sejauh yang saya tangkap, nuansa muram buku ini memang terasa sekali. Bagaimana penduduk Istanbul hidup dalam fenomena terakhir kekaisaran Usmani, hidup dengan dua peradaban, barat dan timur, serta bagaimana hidup orang kaya-orang kaya baru, hubungan antar anggota keluarga yang kerapkali muncul konflik yang ada dan kita dapatkan, sampai musibah yang kerap terjadi, hanya kesan muram yang didapat. Tapi di sinilah kekuatan Pamuk merangkai kata, kemuaraman digambarkan dengan sangat baik. 
Saya mulai mengerti bahwa tempat yang mereka namai sekolah itu tidak memiliki peran dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan yang paling dalam; sebaliknya, fungsi utama dari sekolah adalah untuk menyiapkan kami menghadapi "kehidupan nyata" dengan segala kebrutalan politisnya. (halaman 187)  
Indahnya Pamuk menulis memori tentang Istanbul ini, disertai berbagai analisis tentang karya penulis terkenal lainnya, terutama yang ssudah menginjakkan kakinya di kota Istanbul. Ditambah serpihan-serpihan renungan sejarah tentang Istanbul, dan foto-foto yang ditampilkan dalam buku ini (saya menyukai foto-fotonya, eksotik!), buku ini patut diacungi jempol

Kemahiran Pamuk dalam merangkai kata, memang tak perlu diragukan lagi. Meski bahasa yang dipakai termasuk berat, saya memahaminya sebagai eksotika gaya penulisan Pamuk. Tak mudah memang dipahami, tapi bila kita renungi, nilainya termasuk luar biasa.

Senin, 06 Agustus 2012

Unforgettable Love

Judul: Unforgettable Love: Cinta Sejati Tak Terlupakan
Penulis: Tang Xiao Lan
Penerjemah: Christanti Yuliana
Penerbit: Serambi
Jumlah Halaman: 588
ISBN: 9789790243910
 
Zhuo Xiao Bing, hanyalah seorang wartawan bidang hiburan semata. Tapi berkat dia, terjadi perubahan besar di dunia selebritis di negara China. Seolah-olah Xiao Bing adalah "tangan tak terjamah" yang bisa mengatur jalannya kehidupan dunia selebritis di negeri China.
 
Xiao Bing adalah wartawan seksi hiburan, di majalah Stars. Kegesitannya memburu berita menjadikan dia dekat dengan berbagai selebritas di negara tersebut. Namun ternyata intrik yang dihadapi oleh Xao Bing terlalu keras untuk dihadapinya seorang diri. Pertemuannya dengan Tang Zeng Heng, seorang manajer dari sebuah perusahaan media, dan Ji Si Nan, aktor yang jatuh karena berita yang ditulis Xiao Bing, menjadikan kisah hidup Xiao Bing menjadi semakin berwarna, di tengah semarak warna-warni dunia selebritis.    
 
Masalah sesulit apa pun bisa dilewati. Asalkan kamu bertahan, mengenyangkan perut, tidur pulas, besok pasti merupakan sebuah permulaan yang baru (-hal 301-).
Membaca buku Unforgettable Love: Cinta Sejati Tak Terlupakan, bagi saya merupakan pengalaman baru membaca karya bergenre romance dari penulis asia. Belakangan ini saya mulai menggemari karya-karya penulis Asia yang ternyata tidak kalah hebat dari penulis barat. Bahasa yang terkandung dalam buku ini terasa ringan, sesuai dengan bahasa sehari-hari. Tak terlalu berseni memang, tapi mungkin cocok dengan karakteristik penokohan dengan latar cerita dunia selebritis.
 
Jalannya cerita, seolah mirip dengan berbagai kejadian yang acap kita dengarkan dari selebrits di Indonesia. Tetapi kuatnya kisah buku ini adalah romantisme yang tidak terlalu melambai-lambai. Gaya popnya pas dengan mata saya. Dan yang paling saya sukai, adalah kejutan-kejutan yang dijumpai dari kata-katanya, seolah-olah menarik rasa penasaran saya, untuk terus membaca dan membaca, meski pertama kali melihat buku ini agak takut juga dengan ketebalan bukunya. Kalau ada kelemahan, bagi saya adalah kadang tak jelas sebuah dialog diucapkan oleh siapa. Namun dengan membaca kalimat berikutnya baru diketahui siapa pengucapnya.

Membaca buku ini, meyakinkan saya penulis asia memang memiliki nilai yang tak kalah dengan penulis barat. Minat saya untuk membaca terpuaskan dengan buku pertama karya Tang Xiao Lan ini.