Tampilkan postingan dengan label Linda Joy Singleton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linda Joy Singleton. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2015

Dead Girl Walking

Judul: Dead Girl Walking
Penulis: Linda Joy Singleton
Penerjemah: Maria Susanto
Penerbit: Atria
Cetakan: I, Januari 2012
Jumlah Halaman:384
ISBN: 9789790243774

Amber Borden, remaja pemalu, tak populer, girang ketika mendapat undangan pesta, dari  Jessica Bradley, teman dekat Leah Montgomery, cewek paling populer di sekolah. Sayangnya kedatangannya hanyalah mengetahui fakta bahwa diundangnya dia bukan karena apa yang dia harpakan sebelumnya. Namun kekecewaannya sedikit terobati ketika dia mendapatakan surat bahwa dia mendapat beasiswa dari univeristas yang dicita-citakannya. 

Nahas, dia ditabrak oleh bis surat. Serta kecelakaannya menjadian ia masuk ke jiwa yang salah, jiwa Leah.


Sebelumnya saya sudah dahuu membaca dua buku sekuel buku ini, Dead Girl Dancing, dan Dead Girl in Love. Jadi agak bias ketika saya membaca buku ini, mengingat saya sudah mengetahui ending dari buku ini. Meski pun demikian, buku ini tetap menarik. Meski jadinya nggak semenarik buku ke-2 dan buku ke-3, karena faktor telah mengetahui ending ceritanya.

Kisah tentang orang yang masuk ke raga yang salah, dulu pertama kali saya ikuti dari serial TV Quantum Leap. Dengan misi agar jiwa yang ditempati lebih baik "pada akhirnya" membuat tema seperti ini seharusnya menjadi tema yang ditunggu-tunggu oleh saya. Dan ya buku ini termasuk tidak mengecewakan meski akhirnya saya tiadak bis amenyebut buku ini istimewa.


Yang menarik adalah bagaimana Amber yang semula tak diperhitungkan harus bersikap sebagai Leah yag populer namun sebenarnya memeiliki batin yang menderita. Sebuah kisah yang mengajarkan bahw apopularitas tak mesti selalu berharga. Dan kadangkala hidup normal itu membahagiakan.

Jumat, 14 Desember 2012

Dead Girl in Love

Judul: Dead Girl in Love
Penulis: Linda Joy Singleton
Penerjemah: Maria Susanto
Jumlah Halaman: 354
Penerbit: Atria
ISBN: 9789790243842

Amber, seorang gadis SMA yang biasa-biasa saja, setelah petualangannya masuk ke tubuh Sharayah, melakukan tugas terakhirnya sebagai Penghuni Sementara, setelah mendawat tawaran dari neneknya, Grammy, yang menjadi pengurus Penghuni Sementara. Dan kali ini tak tanggung-tanggung, Amber masuk ke dalam tubuh temannya sendiri, sahabat dekatnya, Alyce.

Ketika mulai memasuki raga Alyce, Amber sudah harus bertemu dengan masalah. Dirinya terkurung dalam sebuah peti mati. Perlahan-lahan Amber baru menyadari, banyak hal pada diri Alyce yang ternyata belum dia ketahui. Padahal kedekatannya dengan Alyce sudah sangat lekat. Ditambah dengan munculnya musuh lama, seorang Penghuni Kegelapan, Gabe Deverau, Penghuni Kegelapan yang tak tertangkap di kisah sebelumnya.

Dibandingkan Dead Girl Dancing, kisah Dead Girl in Love menurut saya sedikit lebih rumit, tapi kisahnya lebih menarik. Kita bisa merasakan bagaimana getirnya perasaan Amber ketika mengetahui sahabat terbaiknya memiliki masalah yang selama ini tertutup darinya. Juga merasakan ketegangan ketika Amber harus berjumpa dengan Gabe. Dan kali ini, kisah Amber mirip dengan kehidupan seorang detektif, ketika masuk ke raga Alyce, dia harus bertemu dnegan potongan-potongan data tanpa mengetahui apa yang sedang dicari oleh Alyce.

Saya suka edisi terjemahan buku ini. Luwes sekali penerjemah mengartikan isi buku ini. Tak banyak kata yang bisa membuat kening berkerut. Ditambah meskipun buku ini merupakan bagian terakhir dari sebuah trilogi, tanpa membaca buku pertama pun, saya bisa mengikuti jalan ceritanya. Tapi memang lebih baik apabila membaca buku keduanya, Dead Girl Dancing karena keterkaitan alur dimana pada seri kedua tersebut, muncul Gabe, sang protagonis dalam serial ini.
 
Buat yang suka kisah misteri yang tak terlalu berat, buku ini sangat menarik untuk menjadi pilihan.

Rabu, 15 Agustus 2012

Dead Girl Dancing

Judul: Dead Girl Dancing
Penulis: Linda Joy Singleton
Penerjemah: Maria Susanto
Jumlah Halaman: 347
Penerbit: Atria
ISBN: 9789790243835
Amber, seorang gadis SMA, memenuhi permintaan tolong neneknya, Grammy, tapi yang terjadi adalah dia bangun sebagai sosok orang lain! Dan yang ada adalah ia berada di tubuh Sharayah, yang sejatinya adalah kakak perempuan dari pacarnya, Eli.Ternyata Amber menyetujui permintaan tolong neneknya untuk menjadi Penghuni Sementara, dimana dia tugasnya adalah untuk masuk ke tubuh orang lain, dengan tetap menjalankan kehidupan Jiwa Asli, yang harus memulihkan trauma yang dialaminya.

Namun dalam menjalankan tugasnya seorang Penghuni Sementara akan menghadapi Penghuni Kegelapan yang akan menghisap kekuatan dan energi sang Penghuni Sementara. Dan sulitnya, sosok Penghuni Kegelapan akan sulit dikenal namun dia akan selalu mengejar-ngejar Penghuni Sementara. Untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang Penghuni Sementara, Amber mendapatka panduan dari buku Panduan Evaluasi Pelaksanaan (PEP).

Bersama teman-teman Sharayah, Mauve dan Sadie, yang belum dikenal sama sekalinya, Amber menjalani perjalanan ke pantai selatan. Padahal di tengah kepanikannya karena belum mengenal jatidiri dari tubuh yang dimasukinya, Amber harus bertindak selaku Sharayah, sehingga kesulitan-kesulitan kerap menghadang Amber. Apalagi Amber belum mengenal tugas seorang Penghuni Sementara secara keseluruhan, ditambah PEP yang seharusnya menjadi panduan untuknya tertinggal di kamarnya. Buta dengan sosok Sharayah, teman-teman Sharayah dan tugasnya sendiri sebagai seorang Penghuni Sementara, menjadikan ceritanya penuh dengan kejutan tak terduga. 

Petulangan Amber dalam tubuh Sharayah, merupakan kisah utama yang melatari buku kedua seri Dead Girl ini. Saya sendiri belum membaca seri pertama buku ini, Dead Girl Walking, tetapi kita tak akan kesulitan memahami jalannya cerita mengingat ringkasan garis besar buku sebelumnya dapat kita jumpai di buku kedua ini.

Membaca Dead Girl Dancing, menarik rasa minat saya ke dalam lembaran-lembaran buku ini. Dengan bahasa yang ringan saya dengan mudah memahami isi cerita, serta kehidupan anak muda di Amerika memang selalu memikat bila dirangkai dalam cerita yang renyah dan ringan. Dan percaya tidak, Amber yang sebenarnya kerajingan membaca buku pengembangan diri, dengan kerapkali mengulang apa yang dibaca pada buku-buku pengembangan diri saya, menambah keinginan saya untuk membaca buku tipe tersebut.