Judul: Sepotong Kata Maaf
Penulis: Yunisa KD
Editor: Anin Patrajuangga
Penerbit: Grasindo
Cetakan: I, 2013
Jumlah Halaman: 300
ISBN: 9786022511328
Penerbit: Grasindo
Cetakan: I, 2013
Jumlah Halaman: 300
ISBN: 9786022511328
Lisa Hisman, mungkin meenjadi orang yang tak diinginkan hidup bagi pasangan Jeremy Soebroto dan Dewi Saraswati Galuh Oetomo. Keganjenan Lisa pada acara pernikahan Jeremy dan Dewi membuat Dewi berang dan menuntut permohonan maaf dari Lisa. Namun perkataan maaf tak meluncur sekali pun dari mulut Lisa. Hanya ada perkataan maaf dari Armand, pasangan Lisa, namun itu pun ditolak oleh Dewi dan Jeremy, sampai ketika Arman terpaksa menggunakan akun email Lisa untuk mengucapkan maaf, tak ada kata memaafkan dari Dewi.
Puncaknya adalah ketika Lisa dan Arman tewas terbunuh karena bom yang meledak di gereja saat pernikahan mereka, Jeremy dengan mesin waktunya meluncur ke dimensi sebelumnya untuk mencegah tewasnya orang lain yang lebih banyak bukan tewasnya Lisa. Jeremy pergi ke berbagai dimensi, untuk menyaksikan Lisa meninggal dengan cara yang berbeda.
Well, sudah menjadi rahasia umum bagi beberapa pembaca, kalau asal cerita dalam buku ini bersumber dari kehidupan pribadi sang penulis. Patut disayangkan, kebencian yang berlebihan justru saya tangkap dari buku ini. Terlalu kekanak-kanakan. Memang sifat ganjen itu salah tapi sampai 'mematikan' orang karena menolak untuk minta maaf sampai berkali-kali? Mhhh, saya nggak yakin kalau apa yang dilakukan penulis lebih bermartabat.
Ditilik dari isi buku, saya akui, lebih baik ketimbang buku sebelumnya yang pernah saya baca, Memory and Destiny. Tapi saya menangkap, penulis di buku ini tak kurang lebih sering mengungkap rasa narsis yang berlebihan, sampai sosok Jeremi, sang suami pun dibuat "bodoh" sampai dalam hal-hal yang sepele, ketika membandingkan dengan sosok Dewi di buku ini.
Tak ada yang benar-benar menarik dari buku ini. Covernya pun saya rasakan nggak match dengan isi cerita. Juga yang saya bingung adalah ketika Jeremi melakukan perjalanan dengan chip mesin waktu, kemana Jeremi di dimensi yang didatangi Jeremi dari dimensi pertama.


