Tampilkan postingan dengan label Eiji Yoshikawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eiji Yoshikawa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juli 2013

Shin Suikoden #3

Judul: Shin Suikoden Vol 3
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerjemah: Jonjon Johana
Penerbit: Kansha Books
Cetakan: I, Mei 2013
Jumlah Halaman: 416
ISBN: 9786021796139


Ryou Zan Paku bergejolak! Pasukan yang ingin merebuh Ji Shen yang tertangkap oleh keluarga Shuku Chou Bu, di bawah pimpinan Sou Kou Mei, mengalami kegagalan demi kegagalan. Justru di bagian ini lah saya benar-benar menyukai kisah tentang Pendekar 108 yang diangkat oleh Eiji Yoshikawa dalam buku Shin Suikoden ini.

Di volume ketiga buku ini, kisah tak hanya sekedar mengenalkan kiprah awal para pendekar ketika bergabung dalam Ryou Zan Paku, sebuah pergerakan menghadapi pemerintahan yang kelam, di mana ketidakadilan dan kesewenang-wenangan pejabatnya samakin melunjak. Klimaks perlawanan yang dilakukan oleh Ryu Zan Paku pada buku bagian ketiga ini sudah mulai terasa. Dan kisah ini begitu mulus diangkat oleh Yoshikawa dalam kisah yang khas, kalimat sederhana, namun kaya akan goresan kata yang menakjubkan.

Kisah kegagalan-kegagalan Sou Kou Mei juga diramaikan dengan keteledoran Ri Ki, salah satu anggota Ryou Zan Paku. Bagian Ri Ki ini juga membuat kisah semakin menarik dengan semakin tak terduga jalannya cerita. Karena di buku ini semakin terasa bahwa Ryou Zan Paku semakin merasakan halangan-halangan demi tercapainya tujuan mereka.

Eiji Yoshikawa, menurut saya adalah penulis yang handal. Dalam buku ini, dia berhasil merangkai kisah dalam kata-kata yang kuat, sederhana, namun tak kehilangan esensi. Meski hanya dalam bentuk penceritaan ulang, sepanjang buku saya tak merasa bosan olehnya. Apalagi ketika kita memulai dari buku pertama, akan terasa panjangnya kisah, namun Yoshikawa, menurut saya berhasil membuat kisah secara runtun dan tak membonsankan. Padahal dengan banyaknya tokoh yang diceritakan, berpotensi membuat bingung pembacanya. 

Tak pelak, saya menyukai buku ini, dan akan menunggu kelanjutannya. :)

Shin Suikoden #2

Judul: Shin Suikoden Vol 2
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerjemah: Jonjon Johana
Penerbit: Kansha Books
Cetakan: I, April 2012
Jumlah Halaman: 468
ISBN: 9786029719642

Buku ini merupakan kelanjutan dari buku Shin Suikoden vol. 1. Masih berkisah tentang petualangan 108 pendekar, Yoshikawa kali ini semakin intens mengenalkan tokoh-tokoh baru dalam buku ini. Ada Sou Kou Mei yang menjabat sebagai sekretaris kabupaten yang memikirka kesejahteraan masyarakatnya. Bu Shou yang dapat mengalahkan harimau yang ditakuti penduduk desa, serta Shin Mei, petugas kemanan yang justru menjadi buronan.

Sebagaimana kisah yang diceritakan di buku pertama, Eiji Yoshikawa berhasil menggunakan kata-kata yang sederhana. Meskipun banyaknya tokoh yang terlibat dalam buku ini, menurut saya menjadi kendala untuk menikmati buku ini, namun kekuatan kesederhanaan kata membuat buku ini terasa nikmat dibaca.

Kita akan membaca bagaima satu demi satu tokoh 108 pendekar mulai bermunculan, berinteraksi satu-satu sampai berkumpul sedikit demi sedikit ke bentang Ryou Zan Paku, tempat persembunyian ke 108 pendekar tersebut bersama tentara dan harta kekayaan. Meski dalam buku ini masih intens terhadap cerita anggota baru, isinya tak lepas dari keseluruhan kisah, petualangan 108 pendekar menghadapi kekuasaan korup pemerintah kerajaan.

Pergerakan Ryou Zon Paku sebagai gerakan antipemerintah cukup membesar, mengingat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan pejabat pemerintah semakin besar. Meski bekisar pada pengenalan tokoh-tokohnya, buku ini mulai terlihat fokus ceritanya, dan semakin mendekati klimaks ceritanya.

Selasa, 09 Juli 2013

Shin Suikoden #1

Judul: Shin Suikoden Vol 1
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerjemah: Jonjon Johana
Penerbit: Kansha Books
Cetakan: III, Januari 2012
Jumlah Halaman: 486
ISBN: 9786029719611

Shin Suikoden, merupakan kisah adaptasi dari epik negeri China, 108 pendekar. Penulisan ulang dalam bahasa Jepang dilakukan oleh Eiji Yoshikawa. Olesan ulang oleh Yoshikawa dilakukan tanpa merubah kisah aslinya, namun dengan menambahkan gaya khas tulisan Yoshikawa sendiri, dan penggubahan nama dengan aksara Jepang.

Saya sendiri belum pernah membaca Kisah 108 Pendekar dalam versi aslinya. Makanya gambaran awal kisah yang melegenda ini justru saya dapatkan dari tulisan Yoshikawa ini. Sebuah kisah yang menarik untuk dibaca. Dan tulisan Eiji Yoshikawa, seperti biasanya meman menarik untuk diikuti. Kata-kata yang sederhana, namun memikat.

Shin Suikoden diawali dengan kesedihan Jin Sou yang mendengarkan rakyatnya harus menderita akibat penyakit yang menyerang. Kaisar kemudian menerintahkan Jenderal Kou Shin mendatangi kuil Jou Sei di gunung Ryo Ku untuk meminta Pendeta Kyo Sei untuk memanjatkan doa menolak penyakit. Namun selanjutnya Jenderal Kou melakukan tindakan yang dilarang, yaitu membuka sebuah gerbang yang dinamai Gerbang Yang Tak Pernah Dibuka. Dari Gerbang itu 108 bintang iblis yang pernah tertangkap sebelumnya, bisa terbang melarikan diri. 108 bintang tersebutlah yang bereinkarnasi dalam beberapa generasi berikutnya menjadi 108 pendekar.

Di buku pertama ini, munculnya pendekar-pendekar yang termasuk 108 pendekar tersebut muncul ketika kesewang-wenangan dan korupsi pejabat pemerintah yang mengakibatkan dibenci oleh rakyat. Meski demikian tidak semuanya berlatar belakang yang baik. Shi Shin, pemuda dengan rajah sembilan naga, salah satunya, dia melindungi tiga bersaudara perampok, karena kehormatan sajalah yang membuat dia menjaga tiga kawanan perampok tersebut dari penangkapan pemerintah.

Ro Ci Shin, tokoh lainnya, juga sebelumnya adalah polisi militer yang dikejar pemerintah karena dia membunuh orang yang menipu dan menjerat orang tua miskin dan anak gadisnya. Karena rasa keadilanya tersebut, dia dikejar-kejar. Juga ada Pendeta Go yang merampok pengawalan harta dari pejabat yang korup.

Kisah di buku pertama ini sangat menarik bagi saya. Meski agak cepat dan banyak tokoh, penuturan Yoshikawa masih enak diikuti. Sayang banyaknya tokoh yang terlibat, tidak diikuti oleh penjelasan tersendiri yang singkat mengenai tokoh-tokohnya tapi konsep cerita yang menarik, seakan membuat kita selalu terbuai halaman demi halaman.

Kalau ada yang perlu dipertanyakan, adalah nama dari bab-bab yang ada di buku ini. Terasa panjang dan terlalu detail. Mungkin kalau disingkat, akan lebih pas saja. Secara keseluruhan, bukunya mengesankan bagi saya.

Senin, 04 Februari 2013

Naruto Hicho

Judul: Naruto Hicho
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerjemah: Fatmawati Djafri
Penerbit: Kansha Books
Jumlah Halaman: 385
ISBN: 9786029719697

Kouga Yoami, ketua Klan Kouga yang merupakan anak buah keshogunan Tokugawa, menghilang ketika bertugas menyelidiki daerah Negeri Awa, daerah yang bermusuhan dengan pihak keshogunan. Dengan hilangnya Yoami, keadaan putri Ochie, putri Kouga, terancam dengan akan musnahnya klan Kouga. Guna menyelidiki keberadaan Kouga serta mempertahankan keberadaan klan, Karakusa Ginkoro menyelundup masuk ke Negeri Awa yang tertutup dari orang-orang asing, dibantu oleh Taichi, anak buahnya.

Namun dalam perjalanannya, Ginkoro terus-menerus menghadapi halangan. Perseteruan antara keshogunan Tokugawa dengan damyo Awa, menjadi perintang tercapainya misi tersebut. Misi Ginkoro selalu dihalangi oleh samurai dari negeri Awa. Tak pelak, korban satu demi satu berjatuhan.

Masalah menjadi pelik, ketika misteri dan masalah cinta berkelibatan dalam kisah penyelamatan Klan Kouga. Ada cinta terlarang Norizuku Gennojo, terhadap putri Ochie, namun menggetarkan hati. Juga petualangan seorang polisi desa, Mankichi yang berani berpetualang dari Osaka ke Edo, dan misteri hilangnya Putri Ochie, dirangkai menjadi sebuah kisah yang menarik.

Naruto Hicho (鳴門秘帖) merupakan salah satu buah karya awal dari Eiji Yoshikawa. Meskipun merupakan karya awal, saya menyukai karya ini. Sarat dengan petualangan yang memikat, ditambah misteri yang runtut dari awal sampai akhir sehingga saya tidak menemukan lubang pada alur cerita (plot hole), sampai pada pelajaran kesetiaan terhadap tugas, menjadikan buku ini memikat.

Bicara tentang fiksi Jepang, maka kita tak boleh melupakan nama Eiji Yoshikawa. Dalam setiap karya yang saya baca, selalu ada hal-hal yang mengesankan bagi saya. Begitu pun dengan Naruto Hicho ini. Gaya penulisan yang sederhana, tak membuat jalan cerita menjadi datar tapi rangkaian kata yang dituliskan Yoshikawa bisa membuat saya terasuk dalam sebuah kisah mendebarkan yang terus membuat saya ingin membaca. Yoshikawa memang ahli dalam menulis kisah berlatar sejarah Jepang. Kuatnya tulisan tentang Jepang, menjadikan para pencinta literasi Jepang, harus mengkoleksi dan membaca buku ini. 

Tentang Penulis :
Eiji Yoshikawa bisa dibilang sebagai salah seorang penulis yang memperkenalkan kisah sejarah Jepang ke dunia luar. Dilahirkan dengan nama Hidetsugu Yoshikawa (吉川英次) pada 11 Agustus 1892, di prefektur Kanagawa. Sempat berkarir sebagai wartawan di Maitu Shimbun, karir kepenulisan Yoshikawa segera melejit. Pembaca Indonesia umumnya mengenal Yoshikawa melalui dua mahakaryanya yang terkenal, Musashi dan Taiko, padahal masih banyak karya beliau yang mengangkat kisah sejarah Jepang yang sangat direkomendasikan untuk dibaca. Salah satunya adalah Naruto Hicho ini. Beberapa karyanya diangkat menjadi serial televisi di Jepang.
Yoshikawa meninggal di tahun 1962 akibat komplikasi kanker

Rabu, 09 November 2011

The Heike Story


Kekuasaan, di mana saja, kapan pun akan selalu menjadi impian bagi manusia dalam hidupnya. Buku ini mengisahkan salah satu epos perebutan kekuasaan di tanah Jepang, pada abad 12. Khusus menggambarkan kehidupan Kiyomori, selaku pemimpin klan Heike, salah stau klan samurai besar di Jepang, selain klan Genji, yang merupakan musuh utama klan Heike.

Kesetiaan samurai di buku ini, digambarkan, dimanfaatkan oleh para bangsawan, untuk tahta kerajaan. Maka tak heran, sesama saudara pun akan saling menikam. Tak kenal saudara, yang ada hanyalah satu kepentingan. Kawan bisa menjadi lawan di lain waktu, demikian juga sebaliknya.

Eiji Yoshikawa, sudah snagat luar biasa menuliskan kisah Klan Heike ini. Meskipun bukunya tebal, tapi saya masih bisa menikmati meskipun kadangkala harus membolak-balik halaman-halamannya, untuk mengetahui siapakah tokoh ini, dan berpihak pada siapakah, mengingat banyak tokoh dan nama yang tak gampang diingat dengan sekilas baca.

Sekedar informasi, NHK mengangkat kisah Heike ini, dalam taiga (drama klasik) Jepang yang akan tayang mulai tahun 2012.

Aktris Takei Emi, bakal menjadi salah satu pemerannya