Tampilkan postingan dengan label Suliwe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suliwe. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Al-Quran Braille Untuk Nadia

Judul: Al-Quran Braille Untuk Nadia
Penulis: Suliwe
Penyunting: Jumi Haryani
Penerbit: Gema Insani
Jumlah Halaman: 240
Cetakan: I. Februari 2011
ISBN: 9789790772458

Kita memang perlu diingatkan lagi sebagai makhluk Tuhan....
Sudah banyak bacaan yang saya lahap, tapi berapa bacaan yang mengingatkan saya akan Tuhan. Al-Quran Braille untuk Nadia mungkin satu buku berharga yang saya baca, dimana buku-buku lain yang saya baca, mempunyai pesan yang bagus, tetapi belum menyegarkan batin saya akan kebutuhan ber-Tuhan.

Setelah sempat membaca karya Suliwe sebelumnya, Amira, saya lebih puas akan karyanya yang ini. 18 cerita pendek yang terhimpun di buku ini, memberikan kesan yang berbeda-beda, meskipun semua mengandung pesan yang sama, mengingatkan kembali kita sebagai hamba Tuhan.
 
Nenek sabar ya, ... masih ada Tuhan Innallaha ma'ana (halaman 127)
Kutipan di atas saya ambil pada cerita Masih Ada Tuhan. Menceritakan tentang hukuman yang dijatuhkan kepada seorang nenek, selama tiga bulan penjara, yang mencuri tiga biji coklat, yang dilakukan dengan terpaksa karena kelaparan yang berat diderita padahal nenek tersebut sudah mengganti barang yang dicurinya. Kita jadi ingat akan kejadian nyata yang pernah menggetarkan hati orang-orang yang masih memiliki nurani. Dan pesannya memang cukup tegas, Tuhan akan selalu bersama hamba-hamba-Nya yang menyerahkan diri kepada-Nya.

Merujuk pada kisah Al-Qur'an Braille untuk Nadia, yang menjadi judul buku ini,  kita akan teringat kembali, bahwa di balik kesulitan hidup yang kita jalani, Tuhan akan memberikan saat-saat yang membahagiakan. Bahwa hidup itu, sesulit apapun, Tuhan tidak akan mengabaikan perjuangan hamba-Nya. Dikisahkan bagaimana Ningrum harus tinggal berdua dengan adiknya Nadia, yang mengalami kebutaan akibat kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya. Sambil menyelesaikan kuliah Ningrum berkerja menjadi tutor di sebuah lembaga bimbingan belajar. Dia bertekad, untuk membelikan Nadia sepasang Al Quran braile lengkap. Sebuah kisah yang mengharukan.....

Cerita-cerita lain juga berkesan di hati. Meski hanya berupa cerita singkat, seringkali saya belajar lagi, akan nilai-nilai yang terkandung di dalam buku ini. Meskipun saya tak bisa bilang wow untuk buku ini, nilai buku ini sangat dalam. Ditambah dengan cover yang manis, rasanya buku ini sangat memiliki kesan yang berarti.

Rabu, 23 Januari 2013

Amira

Judul: Amira - Cinta dari Tanah Surga
Penulis: Suliwe
Editor: Jumi Haryani
Jumlah Halaman: 232
Penerbit: Gema Insani
ISBN: 9789790772465

Amira, seorang mahasiswi jurusan matematika di FMIPA salah satu perguruan tinggi di kota Solo, Hidup dengan ayah yang pemabuk sekaligus penjudi, ditambah ada adik tiri dari sang ayah yang telah berselingkuh dengan perempuan lain, Sarah, serta penghasilan ibunya yang pas-pasan dari warung makan seadanya, merasa dunia yang dialaminya begitu kejam. Tetapi semua berubah ketika datang tetangga baru, Fatih beserta ummi, yang membawa keajaiaban kepada keluarga Amira.

Perlahan demi perlahan muncul rasa cinta dari Amira terhadap Fatih. Namun dibalik cinta tersebut, ada sosok Fahmi, sahabat dekat Fatih, yang mencintai Amira

Sudah lama saya tidak membaca fiksi islami. Amira, sebagai salah satu novel fiksi islami terasa kental dengan konsep islaminya. Patut memang, mengingat konsep dakwah yang disokong novel bergenre islami ini. tapi dengan kurangnya inovasi, rasanya jalan cerita yang didapat akan selalu datar. Memang ada beberapa twist yang menurut saya cukup menarik, tapi dengan minimnya pengembangan dari jalan cerita yang umum pada sebuah novel islami, saya merasa agak hambar dengan buku ini.

Meskipun demikian, saya senang ketika penulis berani mengangkat latar di salah satu kampus di Surakarta. Gambaranya cukup menarik dan bisa saja mengundang pembaca untuk bisa melihat langsung kehidupan kampus di sana.

Sebagai kisah, buku ini memang kurang mendapat kesan untuk saya, tetapi menurunnya buku-buku berngenre novel islami, semenjak populernya Ayat-ayat Cinta, buku ini bisa menjadi pijakan untuk novel islami untuk bisa kembali ke populeritas yang tinggi lagi.