Kamis, 29 Agustus 2013

Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

Judul: Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Penulis: Idrus
Penerbit: Balai Pustaka
Jumlah Halaman: 176
Cetakan: 27, 2010
ISBN: 9789794072189

Sebagai salah satu karya sastrawan besar, Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, memberikan alternatif bacaan sastra di antara tebaran sastra modern yang mewarnai dunia pustaka di Indonesia.  Terbagi menjadi 3 bagian cerita: Zaman Jepang; Coret-coret di Bawah Tanah; dan Sesudah 17 Agustus 1945, Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma merupakan kumpulan cerita pendek, berjumlah 11 cerita pendek, dan satu naskah drama.

Bisa dibilang, kisah-kisah yang diangkat Idrus adalah kisah yang sudah bisa dikategorikan sebagai karya sastra absurb, meski pesan-pesan yang disampaikan oleh Idrus masih bisa teraba-raba. Dan membaca Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, kita dapat membaca latar belakang keadaan Indonesia menjelang dan sesudah kemerdekaan, diceritakan dengan kalimat-kalimat panjang, namun tetap berisi dari setiap kalimatnya.

Favorit saya dalam buku ini adalah kisah Ave Maria. Sebuah cerita yang sedikit mengenaskan tapi kadangkala terasa segar dibaca. Karya lainnya mengangkat ironi di masa perang, sebuah kenangan yang perlu dibaca oleh generasi sekarang sebagai pelajaran. 

Sebagai kekayaan sastra Indonesia, Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma patut diapresiasi, bahwa karya ini pun menjadi landsan generasi sastra sekarang untuk berkarya.

Gelang Giok Naga

Judul: Gelang Giok Naga
Penulis: Leny Helena
Editor: M. Irfan Hidayatullah
Penerbit: Qanita
Jumlah halaman: 316
Cetakan: I, November 2006
ISBN: 9793269510


Yang Kuei Fei, seorang selir kesayangan kaisar china di tahun 1723, Jhia Si, melarikan diri dari istana, ketika mendapatkan bahwa kaisar tewas, bersama Kasim Fu. Kaburnya dia disebabkan intrik yang terjadi di istana, padahal ia sedang mengandung putri tunggal kaisar. Melarikannya diri Yang Kue Fei, membawa gelang giok naga yang diwariskan turun temurun ke anak putri.

Dan kisah pun menginjak pada abad ke-20. Di mana pola cerita bertanjak pada dua wanita china, A Lin dan A Sui, di mana mereke berlayar dari negeri China ke pulau Jawa berkait dengan nasib yang memaksa mereka harus berpindah lokasi hidup, dan mengarungi hidup baru di tanah Jawa, dengan berbagai kesukaran dan halangan.

Takdir membuat A Lin dan A Sui menjadi pasangan besan, meski di antara mereka terdapat rasa benci. Apalagi ketika A Sui harus menggadaikan gelang giok naga yang menjadi warisan turun temurun. Meski saling membenci, mereka mencintai cucu yang sama, Swanlin, yang menjadi sentral cerita pada separuh bagian akhir kisah dalam buku ini.

Usia Swanlin beranjak dewasa pada saat di mana etnis keturunan China di Indonesia menjadi manusia yang dering mendapat perlakuan rasialis dari orang-orang sekitarnya, bahkan mengalami masa-masa genting di mana kejatuhan orde baru melahirkan masa-masa mencekam bagi masyarakat keturunan China, justru pada saat itu lah Swanlin berusaha untuk mendekatkan diri kepada teman-temannya yang berasal dari berbagai suku ras.


Apresiasi saya berikan untuk novel, yang diangkat dari lomba cerita bersambung salah satu majalah wanita di Indonesia ini. Covernya keren, saya suka. Tema yang diangkat pun cukup menarik, ditambah eksekusinya yang apik, membuat novel ini sangat sayang untuk dilewatkan. Meski merupakan novel pertama, sang penulis tak seperti menulis seperti penulis pemula, meski di beberapa bagian novel, masih ditemui satu dua cerita yang membuat kening berkerut, seperti ketika digunakannya bahasa asing dalam buku ini.

Meski ide ceritanya tidak orisinil, saya cukup terkesan dengan cerita yang diangkat penulis. Meski demikian, saya merasa faktor Gelang Giok Naganya kurang diangkat lebih banyak, sebuah perjalanan hidup interaksi dalam kebangsaan Indonesia sangat menarik untuk bisa dicermati dalam kisah Gelang giok Naga. Sisi lain kehidupan warga keturunan China yang diangkat dalam buku ini membukakan mata, masalah-masalah yang dialami oleh bagian hidup bangsa Indonesia ini, utamanya ketika gejolak keruntuhan orde baru melekat.

Rabu, 28 Agustus 2013

Wishful Wednesday #42

Selamat berjumpa lagi dengan rabu ceria. Semoga hidup semakin cerah dengan impian memiliki buku baru, hehehe. Karena setiap rabu ada meme asyik yang sayang untuk dilewatkan, wishful wednesday, di mana kita memajang buku impian kita, dihost oleh kak Astrid.....

Untuk minggu ini saya mau pajang buku :

House of Silk karangan Anthony Horowitz
Pertama kali dalam sejarah, setelah 125 tahun, ahli waris Sir Arthur Conan Doyle akhirnya mengakui satu-satunya novel seri baru Sherlock Holmes.
Maka, sekali lagi, petualangan dimulai …


London, 1890. Baker Street 221B.
Seorang penjual benda-benda seni, Edmund Carstairs mengunjungi Sherlock Holmes dan Dr. John Watson untuk meminta bantuan. Dia telah diancam oleh seorang buronan yang sepertinya sudah mulai mengikutinya sejak dia pulang dari Amerika. Beberapa hari berikutnya, rumahnya dirampok dan keluarganya menerima surat ancaman. Setelah perampokan itu, sebuah pembunuhan terjadi.
Holmes dan Watson pun akhirnya tanpa sengaja masuk ke dalam dunia bawah tanah Boston. Dan semakin jauh mereka kasusnya, mereka menemukan misteri Rumah Sutra yang menghubungkan pemerintah dengan criminal tingkat tinggi. Sebuah kasus yang mungkin berakibat pecahnya sosial London.

Kenapa saya pilih buku ini? Jujur saya mengakui bahwa saya adalah salah seorang sherlockian. Dan meski bukan dikarang oleh penulis aslinya, SIr ARthur Conan Doyle, buku ini sepertinya layak untuk dikoleksi. Apalagi banyak pujian untuk buku ini di goodreads. Lalu apa buku impian ANda minggu ini? Ikutan ww yuk dengan cara:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik kak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Senin, 26 Agustus 2013

Pemenang Giveaway Unwind

Yay, akhirnya saat pengumuman siapakah yang berhak mendapatkan 1 eksemplar buku Unwind, salah satu buku favorit saya, dalam giveaway yang saya selenggarakan minggu lalu. Dan alhamdulillah, sampai terakhir sudah didapat 96 peserta giveaway :) Terima kaish untuk kesediannya mengikuti giveaway ini. Walau bagaimana pun juga saya hanya bisa menyediakan 1 eksemplar buku, dan keputusan siapa yan mendapatkan buku tersebut harus dilakukan dengan undian secara random. Jadi buat yang belum beruntung, semoga di lain kesempatan bisa mendapat rezeki yang sama atau lebih.

Saya menggunakan situs random.org untuk menentukan peserta yang menang, dengan tampilan sebagai berikut:
Dan dari pengurutan peserta yang ikut didapat nama pemenang sebagai berikut:
Yup, selamat buat "Dion Yulianto", saya akan mengirimkan email, dan harap dibalas 3 x 24 jam. Apabila tidak maka pemenang akan digantikan dengan yang lain. Terima kasih buat semua peserta giveaway, semoga di lain kesempatan saya bisa membuat giveaway lain.

Buying Monday #2

Halo semuanya! Senin terakhir di bulan Agustus. Berarti saatnya update Buying Monday :( Meme yang dihost oleh Aul dari The black in the book ini gunanya menampilkan daftar belanjaan buku selama satu bulan :). Yuk yang mau ikutan bisa kontak Aul, mahasiswi baru Teknik Industri di Unisba Bandung :)

Bulan ini lumayan banyak juga daftar dosa saya tapi senangnya banyak dapat buntelan juga sih, hahaha :)
So list buku baru di bulan Agustus adalah:
1. Sinchan 21 --> Ngikuti komiknya, hahaha
2. Shonan Junai Gumi 2 --> idem ama yang di atas
3. Samudra di Ujung Setapak (Neil Gaiman) --> Beli gara-gara kepo ama kehebohan buku ini di BBI
4. Train Man  --> Aku suka ama doramanya, densha otoko, dan ternyata baru tahu kalau doramanya diambil dari novel, makanya koleksi :)
5. The Invisible Man (HG Wells) --> nitip ama kak Bzee pas sale di Gramedia Solo
6. Anak Rembulan (Djokolelono) --> beli 15ribu rupiah saja di sale Mizan
7. The Window Giraffe (Peter Zilahy) --> dapat juga di salenya Mizan
8. Korupsi (Tahar Ben Jelloun) --> udah lama belinya, nitip kak Dhila pas sale Gramedia Matraman, cuma baru nerima bulan ini
9. Stardust  (Neil Gaiman) --> idem no 8, tapi sale di Carrefour Bekasi
10. Bekisar Merah (Ahmad Tohari) --> beli sale di Gramedia Pandanaran Semarang, udah lama jadi wishlist sih
11. The Night Circus (Erin Morgensten) --> dapat 2nd dari mbak Uci
12. The Exorcist  (William Peter Blatty) --> sempet masuk wishful wednesday sih, beli di Toga Mas dapat tambahan diskon 5%
13. Islam Sehari-hari (Vbi Djengotten) --> sempat masuk WW juga nih :)
14. The Historian (Elisabeth Kostova) --> beli online murah, dikrain 2nd ternyata masih baru :)
15. Kung Fu Boy 4

Dan alhamdulillah dapat buntelan buku dari penerbit dan teman-teman yang semoga amal baiknya dibalas Allah SWT dengan rezeki yang lebih baik :)
1. Di Bawah Bendera Merah (Mo Yan) dapat dari Penerbit Serambi
2. An Artist of the Floating World (Kazuo Ishiguro) dapat dari kak Dani, udah lama jadi wishlist, termasuk salah satu 1001 books you must read before you die
3. 1421 (Gavin Menzies), dapat sebagai hadiah ulang tahun dari kak Astin Soekanto
4. Sherlock Holmes: Misteri di Wisma Wisteria (Arthur Conan Doyle) dapat dari translatornya yang baik hati, kang Dion Yulianto
5. Mereka Datang ke Bagdad (Agatha Christie) juga dapat dari kang Dion
6. Nibiru (Tasaro GK) dapat dati kura-kura berbikini, teman di serapium
7. Heroes of the Valley (Jonathan Stroud), idem
8. Lost Man's Lane (Anna Katharine Green), dapat dari penerbit Visi Media
9. Band of Brothers (Stephen E. Ambrose) dari mbak Truly & Perpustakaan UI

Apa Buying Monday-mu bulan ini? :)

  1. Follow The Black in The Books melalui email atau bloglovin'.
  2. Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli selama bulan itu, publish setiap hari Senin terakhir di bulan itu.
  3. Masukan link post tersebut di linky yang disediakan (di bawah link postingan Buying Monday Aul).
  4. Linky akan dibuka selama 3 minggu, agar bagi yang terlambat, masih bisa mengikuti meme ini.
  5. Bila ada yang memasukan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
  6. Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D

Kamis, 22 Agustus 2013

Musuh Dalam Selimut

Judul: Musuh Dalam Selimut
Judul Asli: The Secret Adversary
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Mareta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: III, September 2002
Jumlah Halaman: 336
ISBN: 9789796860210

Sebuah kapal penumpang, Lusitania, mengalami kecelakaan setelah ditorpedo. Jane Finn seorang penumpang yang selamat mendadak diberikan seorang penumpang misterius, sebuah dokumen rahasia. Dokumen tersebut, lima tahun kemudian dicari oleh sekelompok orang di bawah pimpinan Mr. Brown, sosok misterius, guna menimbulkan keresahan di kerajaan Inggris.

Thomas "Tommy" Bereford dan Prudence "Tuppence" Cowley, dua sahabat lama yang bertemu, menjadi terlibat dalam aksi pencarian dokumen tersebut, harus berusaha mencari Jane Finn dan dokumen rahasia tersebut, di tengah kejaran kelompok Mr Brown, yang misterius namun serba tahu akan pergerakan Tommy dan Tuppence.


Jujur, ini baru pertama kali saya baca petualangan pasangan Tommy dan Tuppence, meskipun sudah beberapa kali membaca karya Agatha Christie. Meskipun jika dibandingkan, saya lebih suka tokoh Poirot ataupun Miss Marple, kisah Tommy dan Tuppence ini sebenarnya tak kalah mengasyikkan.

Meski, jujur saya dapat menebak di tengah jalan siapa jatidiri Mr. Brown sesungguhnya, petulangan yang menegangkan mengangkat penilaian saya untuk buku ini. Rasanya petualangan yang dikisahkan Queen of the Crime ini lebih memikat dari beberapa kisah tokoh lainnya, meski demikian saya perlu meng-eksplore sejauhmana petualangan-petualangan Tommy-Tuppence lainnya memikat tidaknya, tetapi setidaknya di buku pertama petualangan Tommy Tuppence ini saya cukup suka.

Dan ending yang menarik, di luar siapa tokoh Mr. Brown sesungguhnya, terasa khas Agatha Christie banget. Bagi penyuka karya-karya Agatha Christie tentu saja, buku ini layak menjadi pilihan.

Kelas '58

Judul: Kelas '58
Judul Asli: The Class
Penulis: Erich Segal
Penerjemah: Threes Susilastuti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: II, Oktober 2007
Jumlah Halaman: 648
ISBN: 9789792232608

Andrew Eliot, alumni Harvard University angkatan 58 menjadi panitia reuni alumni angkatan tersebut di tahun ke 25 semenjak angkatan tersebut lulus dari Harvard. Dia mengalami kecemasan karena hidupnya setelah lulus dirasanya tak memberikan kejelasan. Padahal sebagai alumni salah stau perguruan tinggi terbaik di Amerika Serikat, teman-temannya telah mencapai kegemilangan prestasi.

Buku ini menceritakann perjalanan Eliot, dan beberapa rekannya sesama angakatan 58. Ada Daniel Rossi, dikecewakan orang tuanya karena menganakemaskan kakaknya yang berprestasi di bidang atletik, sementara Dani sendiri hanya sukses di bidang musikal. Jason Gilbert Jr, kebanggan Harvard dengan prestasinya di bidang olahraga, yang kecewa dengan identitas Yahudinya serta penolakan dari Yale, Ted Lambros, anak pengusaha rumah makan Yunani, yang berbeda dengan teman-teman senagkatannya tinggal di asrana, dia sendiri harus bekerja sampai malam untuk menmbiayai kuliahnya di Harvard, dan George Keller, pelarian dari Hongaria namun pekerja keras sampai menjadi kandidat menteri luar negeri Amerika Serikat.


Saya merasakan bahwa Segal memiliki kemampuan untuk menulis rangkaian cerita yang rumit, namun dengan penggunaan kalimat yang sederhana namun kuat. Dengan buku setebal 648 halaman, saya pikir akan sulit bagi seorang penulis mengembangkan cerita yang bisa menarik pembaca dalam panjangnya halaman yang ditulis. Dan meski beberapa bagian membuat saya agak jenuh dengan buku ini, sebagian besar cerita mampu memikat saya sehingga saya tetap memutuskan untuk menghabiskan isi buku ini.

Sebenranya karakter cerita ini mirip dengan beberapa buku Segal lain yang pernah saya baca. Berbagai konflik bercerampur, dan tak ada konflik utama tetapi tema besar tetap terintis dalam keseluruhan konflik ini, dalam buku ini bagaimana kiprah tokoh-tokoh alumni kelas 58 Harvard ini.

Dan membaca buku ini, saya jadi lebih banyak tahu tentang bagaimana intrik dalam pendidikan lanjut di sebuah universitas di Amerika Serikat. Kisah yang sangat menarik, di luar kisah kehidupan tokoh-tokoh utamanya, dan bagi saya, nilai itu yang menjadi kelebihan terbesar dari buku ini.