Rabu, 21 Mei 2014

Wishful Wednesday #79

Selamat hari rabu, semoga ceria selalu dan jangan lupa bermimpi, hehehe. Kalau punya impian memiliki buku yang bagus, jangan lupa ikutan meme wishful wednesday, dan siapa tahu impain itu bisa terkabul.

Minggu ini mau majang buku yang agak berbeda, yaitu
 
Mellow Yellow Drama by


  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)

Sabtu, 17 Mei 2014

The Day of the Jackal

Judul: The Day of the Jackal
Penulis: Frederick Forsyth
Penerjemah: Ranina B. Kunto
Editor: Adi Toha
Penerbit: Serambi
Cetakan: II, Agustus 2011
Jumlah Halaman: 612
ISBN: 9789790243569

OSA (Organisastion L'Armee Secrete) merupakan organisasi yang berkeinginan membunuh presiden Prancis, Jenderal Charles de Gaulle. 6 kali sudah upaya mereka gagal. Dan salah satu pimpinan mereka, kolonel Argoud di Jerman. Wakil Argoud, kapten Marc Rodin memeiliki usul membunuh De Gaulle menggunakan jasa pembunuh bayaran dengan tingkat profesionalisme dan kerahasiaan tinggi, yang akan disebut Jackal.

Mengambil sosok Alexander Duggan, sang Jackal berhasil masuk ke bebrapa negara untuk melancarkan tugasnya. Sementara kepolisian Prancis yang akhirnya mengetahui adanya misi pembunuhan ini, dipimpin oleh detektif Claude Lebel, harus bergerak dengan minimnya informasi untuk menggagalkan misi tersebut. Hal yang sulit mengingat identitas Jackal yang tidak diketahui di mana-mana.


Sebuah thriller yang seru. Kisah pembunuhan presiden sebuah negara maju yang dilakukan dengan cara yang tak peranh saya pikirkan sebelumnya. Aksi sang jakal dan sang detektif sama-sama luar biasanya, dan saya puas membaca buku ini.

Awalnya saya agak terganggu dengan detaik-detail yang rasanya berlebihan pada buku ini tetapi di tengah jalan saya sadar detail-detail tersebut menguatkan isi cerita buku ini. Dan semakin mengerucut detaik-detailnya semakin membuat isi buku menjadi semakin kaya. Tapi memang untuk buku yang terlalu detail, membacanya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Di buku ini, saya mengagumi kecerdasan dan kesabaran Lebel. Dia mau mengikuti setiap langkah yang Jakal lakukan tanpa harus kehilangan kesabarannya, meskipun tekanan bertebaran di sekelilingnya. Berbeda dengan karakter Jakal yang lihai, tepai pergulatan kedua tokoh ini bisa mencipatakan alur yang menarik dan menegangkan.

Review ini diikutkan dalam Lucky No 14 Reading Challenge kategori Chunky Brick, dengan jumlah halaman lebih dari 500 halaman

Rabu, 14 Mei 2014

Time Riders

Judul: Time Riders
Penulis: Alex Scarrow
Penerjemah: Desy Natalia
Penebit: Elex Media Komputindo
Cetakan: I, 2013
Jumlah Halaman: 426
ISBN: 9786020221007

Apa yang akan kamu lakukan kalau memiliki mesin waktu? Mungkin sebagian besar orang akan menjawab mengubah sisi buruk dalam salah satu waktu yang pernah dia lakukan. Tapi percayalah, jika salah satu bagian waktu di masa lalu berubah maka semua kehidupan yang sekarang akan berubah total. Oleh karen aitu diperlukan adanya polisi waktu, untuk mencegah terjadinya perubahan waktu.
 
Diceritakan di tahun 2030an, mesin waktu akhirnya bisa ditemukan, oleh seorang ahli fisika, Dr. Waldstein. Namun setelah mengalami sendiri perjalanan kembali ke masa lalu, Waldstein memutuskan untuk menghentikan misi menjelajahi mesin waktunya. Namun, mesin waktu sebagai teknologi keburu tercipta, dan beberapa ilmuan, organisasi berlomba-lomba menciptakan mesin waktu.
 
Karena itu, terbentuk sebuah organisasi rahasia guna mencegah terjadinya perubahan sejarah karena penyalahgunaan mesin waktu. Liam O'Connor, Maddy Carter, dan Sal Vikram adalah tim kesekian, direkrut oleh Foster guna menjadi tim pencegah perubahan sejarah. Mereka berasal dari daerah dan waktu yang berbeda. Direkrut ketika seharusnya mereka seharusnya tewas di kehidupan asal mereka.


Kisah perjalanan melintasi waktu memang sudah banyak dikisahkan. Dari film animasi semacam doraemon, film yang melegenda, serial Quantum Leap yang pernah saya sukai, Back to Future, sampai ke novel ini. Semua mengisahkan tentang sebuah perjalanan yang meski terlihat absurb, membuat penasaran. Konsepnya sendiri meski dibilang sama memiliki alur dan logika yang sedikit berbeda, sesuai pandangan sang penulis.

Kisah Time Riders ini saya nilai sangat menarik. Meski logikanya masih terlihat sedikit membingungkan, cerita petulangan yang diberikan dalam buku ini lumayan menjanjikan. Awalnya saya menduga, novel ini sejenis serial Time Trax, di mana diceritakan pengejaran terhadap penjahat yang kabur ke masa silam. Pada novel ini yang ada adalah perbaikan sejarah yang berubah.

Terjemahannya enak dibaca, tidak membuat pusing apalagi ketika kita harus menghadapi logika yang tidak umum, dengan penggunaan konsep mesin waktu. Dan meski pun saya merasa sebagian besar sudah menegangkan tapi endingnya biasa saja, serial ini menjanjikan keseruan buat pembacanya.


Review ini diikutkan dalam Lucky No 14 Reading Challenge kategori First Letter’s Rule, di mana judul buku, huruf pertamanya, T sama dengan aksara pertama nama saya.
 

Wishful Wednesday #78

Rabu menjelang libur waisyak. Berarti hari rabu rasa sabtu :) Dan yang pasti update Wishful Wednesday :). Minggu ini kepingin majang buku yang baru aja masuk ke toko buku-toko buku :

The Demigod Files karya Rick Riordan
Demigod Muda yang budiman,

Sebenarnya buku ini tidak boleh diperlihatkan kepada anak manusia biasa. Karena di sini banyak peristiwa yang dirahasiakan.

Kau akan tahu kebenaran tentang naga perunggu, senjata rahasia baru Hades, dan bagaimana Percy terpaksa terlibat dalam pembuatan senjata itu.

Bukannya ingin menakutimu, tapi sangat penting supaya kau menyadari betapa berbahayanya kehidupan seorang pahlawan.

Chiron juga telah memberiku izin publikasi beberapa wawancara sangat rahasia dengan sebagian pekemah yang paling berpengaruh. Coba bocorkan informasi ini kepada non-demigod, maka Clarisse akan memburumu dengan lembing elektriknya. Percayalah, kau tak ingin hal itu sampai terjadi.

Pelajari buku ini dengan saksama, sebab petualanganmu sendiri mungkin baru dimulai. Semoga para dewa-dewi selalu bersamamu, Demigod Muda!

Yang terhormat,

Rick Riordan
Penulis Senior, Perkemahan Blasteran
Bagi yang suka fantasy, apalagi seriesnya Percy Jackson pasti memiliki keinginan untuk memiliki buku ini. So, inilah kenapa saya memajang buku ini :)

Yuk, ikutan mengimpikan buku bagus, dengan ikutan Wishful Wednesday, dengan cara:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)

Senin, 12 Mei 2014

An Artist of The Floating World

Judul: An Artist of the Floating World
Penulis: Kazuo Ishiguro
Penerjemah: Rahma Wulandari
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: I, 2013
Jumlah Halaman: 226
ISBN: 9786020204970
 
Bicara tentang sastra galau, mungkin An An Artist of the Floating World ini bisa ikategorikan sebagai salah satunya. Mengisahkan tentang seorang pensiunan pelukis yang punya pengaruh, Masuji Ono, pada zaman setelah perang Dunia II. Kematian Kenji, putranya, kegagalan pertama miai putri keduanya, Noriko, dan kehidupan berkeluarga Setsuko putri pertamanya, membawa kehidupan Ono seperti komidi yang selalu berputar.
 
Tentu saja, perputaram hidup selalu diwarnai kebimbangan-kebimbangan hidup. Kazuo Ishiguro berhail membuat sosok Masuji Ono, menjadi tipikal kehidupan yang galau di masa-masa setelah kekalahan Jepang di Perang Dunia. Dengan sudut pandang Ono, kegalauan ini benar-benar terasa, Jepang yang sedang membangun, percampuran budaya barat yang masuk, serta keinginan kalangan muda untuk mereformasi sistem kuno yang sudah lama bertahan di Jepang.
 
Saya suka dengan cara Ishiguro berkisah, meski membutuhkan kesabaran untuk membaca. Realitasnya begitu kentara, seolah-olah kita menghadapi suasana sebenarnya. Dan memang sekelibat pandangan saya terhadap bangsa Jepang senada dan diperkuat oleh tulisan Ishiguro.
 
Terjemahannya juga sudah bagus, meski sayang kualitas kertasnya agak minimal. Dengan kualitas buku yang masuk sebagai salah buku 1001 books you must read, saya mengharapkan kertasnya bisa lebih menarik lagi. Apalagi covernya cuukup cantik.
 
Review ini diikutkan dalam Reading Challenge, kategori Freebies Time, karena mendapatkan buku cantik ini dari kak Perdani Budiarti pemilik blog Melihat Kembali. Postingan review ini darinya bisa dilihat di laman ini
 

Teka-Teki Terakhir

Judul: Teka-Teki Terakhir
Penulis: Annisa Ihsani
Editor: Ayu Yudha
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Maret 2014
Jumlah Halaman: 256
ISBN: 9786020302980

Gosip menyebutkan, suami istri Maxwell adalah pasangan keluarga yang aneh. Tak banyak yang mengenal mereka karena mereka jarang terlihat di luar rumah. Ada yang bilang mereka adalah penyihir. Ada yang bilang mewreka orang jahat yang melakukan eksperimen berbahaya. . Apa pun itu membuat Jack dan Laura Welman, pasangan kakak beradik, untuk menghindari mereka, bahkan dengan melewati jalan memutar ke sekolah guna menghindari melewati rumah keluarga Maxwell.

Laura ketiban sial. Kuis matematikanya mendapatkan nilai 0. Dan Laura saking kesalnya, membuang kertas tersebut. Namun kertas itu diketemukan oleh Tuan Maxwell, dan dia memberikan buku Nol: Asal Uusul dan Perjalanannya. Semenjak itulah Laura menyukai matematika, dan juga sekaligus menyukai suami istri Maxwell. Dia kerap berkunjung, dan mendapati sebenarnya suami istri Maxwell adalah pasangan guru besar Matematika. Berkat bimbingan tuan Maxwell, Laura menjelma menjadi penyuka matematika.

Dalam pertemuan-pertemuan itu, Laura mengetahui bahwa tuan Maxwell sedang berusaha membuktikan salah satu teorema dalam Matematika yang sudah berlaku ratusan tahun, tanpa ada bukti yang membenarkan. Teorema Terakhir Fermat. Akanakah tuan Maxwell berhasil membuktikan teorema tersebut?


Kisah yang menarik. Sebelumnya saya sangat menyukai kisah A Beautiful Mind, tentang seorang guru besar Matematika yang mengalami skizofrein. Meski dengan taraf yang berbeda, penulis mampu membuat matematika menjadi kisah yang menarik dalam sebuah karya fiksi, apalagi dengan balutan genre teenlit yang notabene ditujukan buat pembaca usia remaja.

Meski sebenarnya saya agak bingung dengan setting cerita (kalau dilihat sih sepertinya di Inggris, tapi sistem sekolahnya serasa di Indonesia) tapi Teka-Teki Terakhir memang layak diacungi jempol. Tak perlu romantika berlebihan, novel tentang matematika pun layak mendapat bintang. Saya sendiri merasa tak berlebihan tapi ini yang saya rasakan, kesenangan ketika membacanya, mengingatkan kembali akan cita-cita menjadi salah satu matematikawan. Kisahnya sendiri serasa nyata, tak berlebihan tak kekurngan. Dan inilah hidup, meski hanya dalam sebuah karya fiksi.

Dan ya, rasanya cocok deh dibaca oleh pelajar yang kurang menyukai matematika, meski kalau saya rasa, ditambah tips-tips matematika akan menjadikan buku ini bernilai lebih.

Sabtu, 10 Mei 2014

The Sorceress

Judul: The Sorceress
Penulis: Michael Scott
Penerjemah: Muhammad Baihaqqi
Penerbit: Matahati
Cetakan: III, Mei 2010
Jumlah Halaman: 620
ISBN: 9786028590105

Sophie dan Josh Newman, bersama Nicholas Flamel harus berjuang untuk bertahan hidup lagi, setelah berhasil lolos dari serangan John Dee dan Nicholo Machiavelli di Paris. Kali ini mereka harus berjuang di daerah kekuasaan John Dee di London. Pilihan yang sangat berat, namun harus ditempuh mengingat Flamel ingin agar Josh yang telah dibangkitkan auranya bisa belajar sihir elemental.

Di lain tempat, tepatnya di Alcatraz, Paranelle Flamel masih harus berjuang untuk bisa pindah dari pulau maut tersebut. Meskipun berhasil kabur dari Sphinx, dia masih tetap dikejar oleh monster itu. Ditambah Machiavelli yang gagal menangkap si kembar di Paris, mendapatkan misi untuk membunuh Paranelle. 


Dari awal, kisah pasangan Nicholas dan Paranelle Flamael yang berusaha menghidupkan pasangan kembar yang diramal oleh codex, selalu mendebarkan dan mengasyikkan diikuti. Kekayaan mitologi yang diceritakan membuat saya selalu tertarik membalik halaman demi halaman. Sayangnya, terlalu banyaknya makhluk mitologi yang diceritakan membuat saya agak pusing dengan banyak tokohnya.

Meski demikian, kisahnya memang sayang untuk dilewati. Balutan aksinya sangat menegangkan. Kejutan demi kejutan masih menarik untuk diikuti, meski ya, dengan seting waktu yang cepat sempat membuat saya bisa menebak-nebak jalannya cerita.