Senin, 31 Maret 2014

Laba-laba dan Jaring Kesayangannya

Judul: Laba-laba dan Jaring Kesayangannya
Judul Asli: Charlotte's Web
Penulis: E.B. White
Penerjemah: Dina Begum
Editor: Salahuddien Gz
Penerbit: Dolphin
Ceakan: I, 2012
Jumlah Halaman: 240
ISBN: 9789791799805

Sebuah kisah fabel persahabatan yang indah. Wilbur, seekor babi tak mengerti, bahwa ketika ia mulai masuk ke peternakan Mr Zuckerman, kelak ia akan dipoting menjadi daging babi panggang. Beruntung rekan-rekan binatang lainnya mengingatkannya. Dan Charlotte, seekor laba-laba yang menjadi teman barunya di perternakan tersebut berjanji mau memikirkan cara agar Wilbur tak disembelih.

Dan sebagai seorang teman, Charlotte mewujudkan janjinya tersebut. Dengan dibantu Templeton, tikus yang ikut tinggal di peternakan tersebut, Charlotte berhasil membuat keajaiaban sehingga Pak Zuckerman tidak jadi menyembelih Wilbur. Yaitu dengan menciptakan jaring-jaring bertuliskan babi hebat, di mana manusia menyangka Wilbur adalah babi yang membawa mukjizat. 

Sayang setelah Wilbur diselamatkan, Charlotte mengalami penyakit ketuaan dan meninggal. Sebuah kisah kasih sayang antara dua sahabat, yang sangat menakjubkan.

Sebagai kisah yang sudah populer, Charlotte's Web bisa menjadi alternatif cerita untuk berbagai kisha anak yang semakin tak jelas nilai moral yang terkandung di dalamnya. Meski sederhana, E.B. White berhasil menciptakan fabel yang tak miskin dari kata-kata, dan bisa terjalin sebuah novel yang cukup panjang tapi tetap indah. 

Meski demikian saya harus menurunkan rating untuk buku ini karena kurang menyukai ilustrasi di dalamnya. Subyektif sih, tapi memang agak kurang nyaman dipandang, dan bagi saya menganggu isi ceritanya. Selain itu, tak ada halangan untuk memberikan jempol buat buku ini. A wonderful story!

Sabtu, 29 Maret 2014

Fire

Judul: Fire
Penulis: Kristin Cashore
Penerjemah: Angelic Zaizai
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, 2013
Jumlah Halaman: 504
ISBN: 9789792295481

Fire, manusia setengah monster memiliki kemampuan untuk mempengaruhi benak orang lain, harus terlibat dalam urusan pelik, ketika diminta tolong dalam usaha menghadapi pemberontakan di Kerajaan Dells. Lord Mydogg di bagian utara dan Lord Gentian dari selatan berusaha untuk menggoyahkan tahta Raja Nash. Fire dimintakan pertolongannya untuk dapat membaca benak mata-mata pemberontak. Namun sejarah lama yang menimbulkan luka di hati punggawa kerajaan oleh ayahnya, Cansrel membuat pilihannya menjadi berat. 

Apalagi teman semenjak kecilnya yang juga mencintainya, Archer memiliki perasaan dominan terhadap Fire. Kekalutan perasaan Fire, ditambah kesulitannya hidup sebagai makhluk yang istimewa, yang dipandang beda oleh orang lain, membuat dirinya merasa tertekan. Kesulita bertambah ketika dia harus menghadapi Leck, seorang anak kecil yang ternyata adalahseorang graceling, yang dapat mempengaruhi orang lain hanya dengan kata-katanya saja.
 
Fire, yang merupakan buku ke-2 dari seri Graceling, ternyata memiliki karakter cerita yang berebda dengan Graceling. Minim aksi dan terasa separuh-separuh menurut saya. Dan sayangnya meski twist-twistnya masih menarik diikuti, serasa membaca kisah kegalauan dalam fantasy. Sebenarnya tak masalah selama efeknya sejalan dengan cerita, tapi saya merasa terlalu banyak.

Jumat, 28 Maret 2014

Hujan Bulan Juni

 
 Judul: Hujan Bulan Juni
Penulis: Sapardi Djoko Darmono
Penerbit: Editum
Edisi: 2013
Jumlah Halaman: 117
ISBN: 9786029591545

......................
hanya nafas kami, menyusur batang-batang rel, mengeras tiba-tiba;
sinyal-sinyal kejang, lampu-lampu kuning yang menyusut di udara;
sementara bayang-bayang putih di seluruh ruangan, "Tetapi katakan dahulu, Saudara, kenapa kau bawa aku ke mari?"
(MALAM ITU KAMI DI SANA)

Dahulu kala, saat  masih menginjak bangku sekolah, saya hanya merasakan bahwa apresiasi kurikulum kita terhadap jenis sastra berbentuk puisi hanya dengan menghapal karya-karya puisi untuk dibacakan di depan kelas. Atau kalau tidak, menghapalkan puisi ini ditulis oleh siapa angkatan yang mana, untuk dijawab di lembar jawaban ujian. Padahal yang kita tahu, mestinya lebih dari itu.

Banyak dari kita yang tak sadar, puisi ini bagaiamana membacanya, apa maksudnya, dan serasa blank di saat membaca puisi. Padahal sebagai karya sastra, puisi pun bisa dinikmati. Membaca rangkaian puisi yang terhimpun dalam Hujan Bulan Juni, kita bisa menikmati kekayaan kata indah dalam rangkaian larik dan bait karya guru besar sastra UI ini.

Dalam edisi yang diterbitkan Editum ini, kita bisa menikmati hujan rasa SDD. Puisi yang dirangkai tak harus romantis seperti yang dibuat muda-mudi namun bis ameresapkan maknanya ke dalam hati. Itu yang saya pikir ada di karya Pak SDD. Lugas, namun tak kurang dalam kekayaan kata. Sederhana namun kata yang dipakai luas. Kadang saya tak perlu paham akan maksud puisinya tapi bisa merasakan kekuatan dan kekayaan kata-katanya. Cukup resapi saja, dan inilah mungkin kenapa karya SDD ini bisa populer bagi pembaca meski jarang diungkap dalam kurikulum sastra di sekolah.

Kamis, 27 Maret 2014

Jalan

Judul: Jalan
Judul Asli: The Road
Penulis: Cormac McCarthy
Penerjemah: Sonya Sondakh
Editor: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Januari 2009
Jumlah Halaman: 260
ISBN: 9789792243161

Boleh aku tanya sesuatu? katanya
Ya. tentu saja.
Apa kita akan mati?
Suatu saat. Bukan sekarang.
Dan kita masih akan ke selatan.
Ya.
Jadi kita tidak akan kedinginan.
Ya.
Oke.
Oke apa?
Bukan apa-apa. Oke saja.
Tidurlah.
Oke.
Papa akan memadamkan lampu. Oke, kan?
Ya. Oke saja.
Apa yang Papa lakukan jika aku mati?
Jika kau mati aku ingin mati juga
Supaya Papa bisa bersamaku?
Ya. Supaya Papa bisa bersamamu.
Oke. (halaman 14)

Seorang ayah bersama anak laki-laki kecilnya menghadapi Amerika yang hangus terbakar. Tak banyak yang masih hidup. Yang masih hidup hanya mengandalkan hidup dari apa yang ditemukan di jalan. Kalau tak bisa bertahan mati. Siapa yang ingin hidup harus memutar otot dan otak.

Banyak yang dijumpai sang ayah dan sang anak di jalan. Kenangan, kesusahan, kesulitan dan kebahagian. Namun tak ada pilihan lain bagi mereka. Mereka tetap harus berjalan ke selatan, sebuah tanah yang menjadi harapan hidup mereka selanjutnya.

Sebuah kisah yang suram. Suram sekali. Semenjak awal sampai akhir kisah, kesuraman yang saya dapati. Tak ada kesan lain. Agak sulit membaca buku ini. Tapi buku ini serasa membuat tantangan untuk saya. Meski lambat, harus menamatkan. Sebuah buku yang berhasil "menyihir" saya. Dan pada akhirnya saya memang puas akan buku ini.

Tanpa adanya tanda baca dalam buku ini membuat saya kesulitan untuk segera menuntaskan buku ini. Tapi sensasi suramnya memang menjaditerasa sekali, membuatnya menjadi berlipat ganda. Dan ya, serasa ikut terasaakan kesulitan dalam hidup mereka.

Buku ini mungkin merupakan semacam peringatan bagi kita. Untuk hidup lebih baik terhadap seisi bumi ini, lebih bijak dan lebih memahami. Karena hidup merupakan suatu jalan.

Rabu, 26 Maret 2014

Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan

Judul: Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan
Penulis: J.D. Salinger
Penerjemah: Anton WP
Penerbit: bukukatta
Cetakan: I, 2014
Jumlah Halaman: 64
ISBN: 9789791032766

Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan, adalah paket dua cerita pendek yang dibuat oleh J.D. Salinger, dimana karyanya the Catcher in the Rye terpilih sebagai salah satu dari 1001 karya sastra yang harus dibaca sebelum mati. Bersama cerpen Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan, ada cerpen berjudul Hari yang Sempurna bagi Bananafish.

Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan menceritakan seorang tentara Amerika yang bertemu dengan seorang gadis yang ikut dalam paduan suara sebuah gereja, Esme. Dalam sebuah kedai teh, sang tentara bertemu dengan Esme yang datang bersam adiknya, Charles dan pengasuh mereka. Sempat terjadi perbincangan singkat antara Esme dan sang tentara dimana terjadi sebuah dialog filosogfis antara mereka berdua. Sebuah perkanalan singkat dan menjadi inti dari cerita ini. Memahami satu sama lain dan bersetuju untuk saling mengirimkan surat. Dan di akhir kisah, Esme mengirimkan sesuatu yang berharga kepada sang tentara lewat surat.

Hari yang Sempurna bagi Bananafish mengisahkan kegelisahan seorang ibu terhadap anaknya, Muriel yang berlibur bersama Seymour, suami Muriel. Di satu sisi, Seymour bertemu dengan Sybil, temannya di pantai. Seymour mengajak Sybil untuk menangkap bananafish di laut.

Sebagai kisah sastra, dua cerpen JD Salinger ini termasuk sebagai karya yang sulit dipahami. Tetapi mengingat latar belakang kehidupan sang penulis, tentu bisa dimaklumi. Sepenangkap saya apa yang dia tulis, mungkin apa yang dia rasakan. Menarik, sebuah sisi kehidupan dari penulis dituliskan dalam sebuah karya pendek, yang meski agak absurb, tapi enjoyable, dan bisa menarik perhatian saya.

Warna Langit

Judul: Warna Langit
Penulis: Kim Dong Hwa
Penerjemah: Rosi L. Simamora
Editor: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Januari 2011
Jumlah Halaman: 328
ISBN: 9789792265255

Ehwa, harus berpisah dengan Duksam. Tapi perpisahan ini ada untuk pertemuan kembali mereka berdua. Kim Dong Hwa melanjutkan kisah trilogi warna dalam buku terakhir, Warna Langit. Sebuah kisah kehidupan perkembangan Ehwa dari anak-anak menjadi seorang dewasa, dengan nilai-nilai filosofis yang dia gambarkan dalam novel grafisnya ini.

Ide buku ini menarik. Sayangnya, saya merasa penulis terjebak pada nuansa yang salam untuk ketiga bukunya. Hanya proses pendewasaan pada sosok Ehwa, tak ada yang lain. Memang buku ini merupakan puncak dari proses kedewasaan Ehwa dengan ending pernikahan Ehwa dan Duksam. Sejatinya saya harapkan ada perkembangan konflik dan cerita. Sayangnya kebosanan yang saya temui di buku keduanya kembali terulang di buku pertama.

Semakin dewasa Ehwa, justru saya merasakan semakin besar kegalauan Ehwa dan sang ibu tercinta, yang saya baca. Dan tiba-tiba kisha berbelok pada pernikahan Ehwa. Terlalu sederhana. 

Artworknya secara rata-rata masih bagus meski tidak berbeda jauh dengan kedua buku sebelumnya. Juga pilihan pewranaan hitam putih pada novel grafis ini cocok dengan jalan cerita. Di luar jalan ceritanya, saya harus berikan jempol untuk Kim Dong Hwa.

Wishful Wednesday #71

Selamat hari  rabu, saatnya update wishful wednesday. Senangnya karena hari ini di sini cerah lagi dan pameran buku Semarang dua hari lagi! Terus katanya di Gramedia Pandanran Semarang ada sale juga terus ada 3 hari diskon 30% all in buku terbitan Gramedia Pustaka Utama dan imprintnya #tutupmukaaaaaaaaa.......

Tapi sayangnya buku yang dijadiin WW minggu ini belum terbit sehingga belum bisa terbeli di saat-saat sale tersebut. Nggak apa-apa semoga suau saat bisa dapat dengan harga murah atau ada yang mau ngasih #ngarep

Buku apakah itu? Ini dia
Peter Pan karya JM Barrie

Semenjak ada kabar bahwa Gramedia mau menerbitkan buku ini langsung jadi wishlist. Semoga terkabul....
Yuk ikutan WW, dengan cara:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)