Senin, 23 November 2015

Eksistensi Rasa

Judul: Eksistensi Rasa
Penulis: Farah Hidayati
Editor: Dini Novita Sari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 248
Cetakan: 1, November 2015
ISBN: 9786020317809

ek.sis.ten.si /éksisténsi/ n hal berada, keberadaan (KBBI)

Rindu Vanilla. Devin Jelaga Osman (Djo). Dua mahasiswa Arsitektur Universitas Mayapada, tingkat 2 yang saling bersahabat dekat, menjadi tokoh sentral dalam Eksistensi Rasa.

Rindu Vanilla merasa kegalauan yang besar, setelah ibunya meninggal, kemudian ditinggal Langit -yang ia sukai- ke Amerika, serta sahabat terdekatnya sekaligus tempat Rindu selama ini curhat, Djo, selama 4 hari. Dan kegalauannya diperbesar dengan keinginan sang ayah untuk menikah lagi.

Kehadiran Djo, berikutnya, secara mendadak memberikan sebuah informasi lowongan untuk Rindu, menjadi asisten pribadi Dr. Salin Musa, dosen arsitektur di Universitas Mayapada. Memutuskan untuk melamar posisi tersebut, dalam prosesnya Rindu berkenalan dengan sosok Ezra, Hafez Rahadi, asisten lama pak Musa, yang turut menentukan proses seleksi. Awalnya karena tidak memenuhi persyaratan, Ezra hampir menolak lamaran Rindu, namun Rindu bersikeras bahwa dia mampu:

"....Asal tahu saja, ada banyak orang lain yang melamar di posisi asisten ini...."
"Tapi Rindu cuma satu."
(seketika saya tersenyum saat membaca kalimat ini, i like this quote).

Dan Rindu akhirnya diterima. Dan dari sinilah sebuah pengungkapan jatidiri Djo terkuak karena sebenarnya Ezra akan mengantar Djo, untuk mengenal siapa sebenarnya Djo dan latar belakang hidupnya. Karena Djo, hanya mengetahui bahwa dia adalah anak angkat dari Keluarga Osman.

Pengetahuan yang akan membawa Djo ke kota asal ayahnya, serta mengetahui sosok kakek neneknya. Mengenal Eksistensi Dirinya.

Eksistensi Rasa merupakan buku kedua dari kisah Rindu Vanilla, setelah buku Konstelasi Rindu. Tapi buat yang belum membaca Konstelasi Rindu masih bisa mengikuti buku ini karena kisah Eksistensi Rasa terpisah dengan Konstelasi Rindu.

Di buku ini saya menyukai peran Djo. Sebagai sahabat dekat, ia bisa memberikan sebbuah dukungan yang sangat berharga untuk Rindu, dengan masalah yang menimpa Rindu, padahal dia sendiri memiliki permasalahan yang juga pelik. Dengan keinginan untuk melakukan transfer kuliah ke Cornell University pun ia harus mencari waktu yang pas untuk memberitahukan kepada Rindu meski rencananya itu pun gagal. Juga ketika ia harus memilih untuk bisa berbahagia, ketika ia harus terluka oleh sikap keluarga Ezra. Saya tak ingin menceritakan bagaimananta, akan lebih enak ketika membaca langsung buku ini.

Selain itu, meski saya agak subyektif, adalah Djo penyuka buku. Saya mungkin merasa iri ketika penulis di sini kerap menggambarkan koleksi buku yang dimiliki Djo.

Buku ini juga memancing rasa ingin tahu saya akan berbagai istilah arsitektur yang dituliskan oleh penulisnya yang juga seorang Arsitek. Siapa itu Nate Berkus, seperti apa Seattle Public Library, mata kuliah-mata kuliah Arsitek, dan Pritzker Prize. Rasanya meski tak petnah bercita-cita menjadi arsitek,  saya semakin penasaran tentang apa dan bagaimana dunia seorang Arsitek dari buku ini.

Terlepas dari itu, kisah Eksistensi Rasa sangat menarik. Permasalan hidup setiap manusia sangatlah banyak. Diceritakan bahwa apa pun yang dilihat tak menunjukkan keadaan yang seideal terlihat. Dan kita memang tak bisa melihat orang lain dari apa yang kita lihat saja karena tiap orang memiki eksistensi sendiri-sendiri.

"Menjadi seorang Devin Jelaga Osman tidak semudah kelihatannya."
"Kalau kita benar-benar mengenal seseorang, tidak ada seorang pun yang memiliki kehidupan sederhana yang terlihat."

Selasa, 03 November 2015

[Secret Santa 2015] Wishlist

Yuhu, akhirnya ketwmu lagi ama event secret santa di BBI. Ma kasih buat teman-teman divisi event yang sudah mau bersusahpayah menyelenggarakan acara kece yang mirip pelangi (bukan badai) dan juga terima kasih buat santa baik hati yang mau memberikan buku buat saya ^^…

Buat santa baik, ini daftar wishlist saya (mohon maaf belum bisa dikasih foto). Tapi apalah arti foto dibandingkan isi hatimu yang baik, wekawekaweka. Oh ya buku-buku ini dipilihkan dari terbit/cetak ulang sekitar 2 tahun yang lalu-sampai sekarang. Jadi insya Allah masih mudah untuk dicari. Dan saya cuma meminta buku berbahasa indonesia saja. Jadi nggak perlu pusing nyarinya di toko buku impor. Bangga dikit boleh kan ama, penerbitan dalam negeri.

Setelah berpendeklebar, hahaha. inilah list buku impian saya, Santa:

1. Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa oleh Y. B. Mangunwijaya (penerbit KPG)

2. People of The Book by Geraldine Brooks (penerbit GPU)

3. Kota Z yang Hilang by David Grann (penerbit GPU)

4. Magnus Chase by Rick Riordan (Penerbit Nourabooks)

5. The Girl on the Train by Paula Hawkins (Penerbit Nourabooks)

6. Lautan Tak Bertepi by Rick Yancey (penerbit GPU)

7. Di Bawah Pohon Sycamore by John Grisham (penerbit GPU)

8. Gabriela, Cengkih, dan Kayu Manis by Jorge Amado (penerbit Serambi)

9. Salju karya Orhan Pamuk (penerbit Serambi)

Nah demikian Santa, list saya. Semoga tidak menyusahkan.

Rabu, 27 Mei 2015

Jejak Langkah

Judul: Jejak Langkah
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Cetakan: 9, Februari 2012
Jumlah Halaman: 724
ISBN: 9789799731258

Minke, akhirnya mendaraskan kakinya di tanah betawi. Untuk menempuh kependidikan sebagai seorang dokter Jawa. Di Betawi inilah, bibit kebangsaan yang ditanamkan oleh Khouw Ah Soe, terus bertunas, ketika dia meneruskan titipan dari rekannya itu teruntuk Ang san Mei.

Jatuh cinta terhadap Ang san Mei, Minke akhirnya menikahinya. Namun semangat Ang san Mei untuk meneruskan cita-cita kebangsaan Tiong Kok tak pernah pudar meskipun sudah bersuamikan Minke. Dan pada akhirnya, meninggalnya Ang san Mei, ditambah kegagalannya untuk meluluskan diri menjadi dokter, menggelorakan semangat kebangsaan Minke, dan diwujudkan dalam bentuk bacaan dan organisasi.

Medan Prijaji menjadi media yang Minke buat. Sedangkan organisasi yang dia rancang adalah Syarikat Dagang Islamiyah.

Seperti dua karya sebelumnya, dalam tetralogi buru, Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah menceritakan sebuah episode perjalanan bangsa yang sering dilupakan orang. Menarik sekali ketika Pram menulis, gaya ceritanya sangatlah memiliki daya yang bisa menarik pembacanya untuk bisa tergugah. Memang layak disebut kalau Tetralogi Buru adalah masterpiece sastrawan Indonesia.

Sejarah yang dituliskan Pram adalah sebuah masa yang tak boleh terlupakan oleh bangsa, masa di mana pergerakan kebangsaan mulai tertitiskan dalam langkah-langkah perjuangan bangsa di saat itu.

Selasa, 26 Mei 2015

Halaman Terakhir

Judul: Halaman Terakhir
Penulis: Yudhi Herwibowo
Editor: Miranda Harlan
Penerbit: Nourabooks
Cetakan: 1, Februari 2015
Jumlah Halaman: 436
ISBN: 9796027816657

Saya memang kuper. Baru tahu sosok Jenderal Polisi Hoegeng ketika menyaksikan episods Kick Andy yang membahas tentang sosoknya. Episode yang membuat mas Yudhi Herwibowo akhirnya berinisiatif untuk melahirkan karya ini, Halaman Terakhir, sebuah novel yang menceritakan sosok Hoegeng, polisi terjujur di dunia.

Dari episode Kick Andy tersebut saya mengetahui bahwa Hoegeng adalah sosok yang bersih, jujur dan luar biasa. Di buku inilah detail-detail tersebut, diungkap oleh sang penulis.

Ada 2 kasus, diangkat dalam buku ini, yang memberikan tekanan 'maha berat' untuk Hoegeng, dalam posisinya sebagai kapolri yang bersih, kasus pemerkosaan Sumaryah, gadis ndeso, penjual telur di Yogyakarta, dan kasus penyelundupan mobil-mobil mewah oleh pengusaha Soni Cahaya. Sebenarnya kedua kasus tersebut bisa diselesaikan oleh jajaran kepolisian bawahan Hoegeng tetapi ketetlibatan tangan-tangan yang tak tersentuh membuat posisi Hoegeng menjadi dilema. Mundur salah, maju kena. Namun integritas Hoegeng memang sangat luar biasa. Dan kelokan-kelokan kelibatan kasus-kasus tersebut diceritakan dengan menarik oleh penulis.

Meski mengangkat kisah nyata, memang buku ini diolah menjadi sebuah karya fiksi. Saya suka ketika mas Yudhi mengangkat kisah faktual ini menjadi gaya fiksi. Tak terlalu berat sehingga mudah ditangkap. Namun sayangnya, di beberapa sisi, detail cerita menurut saya agak berlebihan untuk sebuah karya fiksi. Tapi secara keseluruhan, bagaimana mas Yudhi memotong alur cerita untuk menggantikan dengan bagian cerita yang lain, keberanian untuk berputar sejenak menceritakan bagian hidup Hoegeng, serta pembagian bab yang tak terlalu panjang isinya, menjadikan buku ini enak diikuti dan tak membuat cepat jenuh membacanya.

"Adalah baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik." (Hoegeng)
Kutipan di atas, yang dimuat di cover buku, menunjukkan bagaimana Hoegeng menjalankan tugasnya sebagai seorang polisi. Dan memang akhirnya sejarah membuktikan bahwa Hoegeng menorehkan kiprahnya sebagai orang yang baik. Saya merasa senang sebagai warga Indonesia yang memiliki sosok beliau dalam salah satu episode perjalanan bangsa. Dan beruntung membaca buku ini karena dengannya saya bisa memiliki pengetahuan tentang sosok baik itu.

Sabtu, 02 Mei 2015

Lucky No 15 Reading Challenge Wrap Up Post

Yay, akhirnya bisa juga baca minimal satu dari tiap kategori Lucky No 15 RC. Ternyata setelah progres, yang dibaca belum/tidak sesuai dengan yang direncanakan di Master Post, tapi moga-moga apa yang direncanakan bisa ikut terbaca juga. Sebenarnya masih mau nambah sih tapi akan segera diupdate. Buku yang udah dibaca untuk kategori-kategori tersebut adalah:
1. Chunky Brick: Grab that book with more than 500 pages that you’d always been afraid to tackle. You know you can do it! -The Geography of Bliss by Eric Weiner
2. Something New: Just purchased a book lately? Don’t let it buried in your stacks, read it now! -Hidup by Yu Hua
3. Something Borrowed: Read a book that you borrowed from someone else. Don’t make the owner waiting forever for you to finish it. (Books borrowed from friends, libraries, or even rental places, are allowed) -The Man Who Love Books So Much by Allison Hoover Bartlett (pinjem dari kak Cindy - Reading between the Pages ^^)
4. It’s Been There Forever: Dig your TBR pile and read a book that has been there more than a year. It’s time for you to appreciate it :) -Les Misérables by Victor Hugo
5. Freebies Time: What’s the LAST free book you’ve got? Whether it’s from giveaway, a birthday gift or a surprise from someone special, don’t hold back any longer. Open the book and start reading it now :D -The Atlantis Gene by A.G. Riddle, Halaman Terakhir by Yudhi Herwibowo
6. Bargain All The Way: Ever buying a book because it’s so cheap you don’t really care about the content? Now it’s time to open the book and find out whether it’s really worth
your cents. -Segenggam Gumam by Helvy Tiana Rosa (dapat dengan harga Rp 5.000,00 saja di sebuah pameran buku)
7. Favorite Color: Pick a book from your shelf which has your favorite color for its cover! Is it pink, red or black? You decide. -Papap, I Love You by Sundari Mardjuki (suka dengan warna biru langitnya)
8. First Initial: Read a book that has been written by an author whose first initial is the same with you (Example: My name is Astrid, and I can read anything written by Agatha Christie, Aesop, Arthur Conan Doyle, etc) -Kastel Awan Burung Gereja by Takashi Matsuoka, Jembatan Musim Gugur by Takashi Matsuoka
9. Super Series: Read one (or more!) books that belong in a series, it can be trilogy, or tetralogy, or anything. -Anak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta Toer (dari seri Tetralogi Buru, #2), Jejak Langkah by Pramoedya Ananta Toer (Tetralogi Buru, #3)
10. Opposites Attract: Read a book that’s been written by a writer whose gender is different from your own. - Yang Hilang by Gillian Flynn
11. Randomly Picked: Ask someone else (a friend, your spouse, even your kids!) to randomly pick a book from your TBR pile. Don’t complain whatever they choose for you, just read it :) -Korupsi by Tahar Ben Jelloun (dipilihkan oleh kak Cyn - Reading between the Pages. Sebenarnya masih ada 1 buku lagi, Pride and Prejudicenya Jane Austen, yang dipilihkan oleh kak Linda-Reading with Archuleta, cuma karena bukunya lagi tidak di tangan, akan segera dibaca dan direview setelah kiriman dari teman datang. Gomen).
12. Cover Lust: Grab a book from your shelf that you bought because you fell in love with the cover. Is the content as good as the cover? -Singgah by Jia Effendie (ada gambar pesawat, kereta, kapal dan bis)
13. Who Are You Again?: You’ve never read a book from this author, maybe you haven’t even heard his/her name before. But who knows? Maybe he/she will become your new
favorite author! -Jakarta! by Christophe Dorigne-Thomson
14. One Word Only!: Read a book that only has one word for its title (number is allowed as long as it’s only consisted of one word, e.g:
1, 2, 11). -Katalis by Laurie Halse Anderson
15. Dream Destination: Read a book that has setting in a place you’ve never visited before– but would like to if you have a chance. Could be real places or even fictional! -Norwegian Wood by Haruki Murakami, Shocking Japan by Junanto Herdiawan (Jepang!)

Kamis, 30 April 2015

Shocking Japan

Judul: Shocking Japan
Penulis: Junanto Herdiawan
Editor: Sophie Mou & Ikhdah Henny
Penerbit: B first
Cetakan: II, Oktober 2012
Jumlah Halaman: 162
ISBN: 9786028864640

Jepang, bagi sebagian orang merupakan tanah yang ingin dituju. Negara maju ini, memang memiliki banyak daya tarik yang memikat berbagai kalangan dari beberapa penjuru dunia, termasuk Indonesia, untuk bisa mengunjunginya, baik itu untuk berwisata, berkerja ataupun bersekolah. Junanto Herdiawan, seorang warga negara Indonesia, yang berkerja di Indonesia telah menuliskan beberapa episode kehidupannya ketika tinggal di Jepang, dalam blog pribadinya. Beberapa kumpulan tulisannya dibukukan dalam bukiu Shocking Japan: Sisi Lain Jepang Yang mengejutkan.

Buku ini terbagi dalam 4 bagian: Tak disangka-sangka, Perlu Tahu Nih!, Bukan Kuliner Biasa, dan belajar dari Sini Yuk. Dari tiap bagian yang dari judulnya sudah kelihatan maksudnya, kita bisa membaca beberapa postingan penulis terkait isi bagiannya.

Awalnya, saya merasa buku ini snagat menarik untuk dibaca, dari judulnya sudah membangkitkan rasa penasarean saya, untuk lebih mengetahui Jepang lebih dala lagi. Apalagi ditulis oleh sama-sama orang Indonesia, yang setidaknya sudah paham tentang Indonesia, sehingga isi bukunya bisa lebih ekploratif pada hal-hal yang belum/tidak ditemui di Indonesia.

Memang isinya adalah hal-hal yang tidak dijumpai di Indonesia. Sayangnya, buat yang sudah sering membaca tentang Jepang, entah novel, manga, anime dan lain-lainnya, isi bukunya hanya sedikit memberi pengetahuan baru tentang Jepang. Dan akibatnya tidak memberikan isi yang mengejutkan, sebagaimana judulnya. Memang, rasanya buku ini menjadi hambar, tapi mungkin bagi orang yang awam akan Jepang, bisa lebih bermanfaat. Ada sih satu dua hal yang baru saya ketahui, seperti es krim tertinggi di dunia, hari belut nasional. Tapi efek kejutannya tak terasa.

Yang patut mendapat acungan jempol, buku ini mengangkat sosok orang Indonesia yang berhasil di Jepang dan orang Jepang yang mencintai Indonesia, sampai-sampai membuat restoran khas masakan Indonesia. Bangga jadinya, sebagai warga negara Indonesia.

Rabu, 15 April 2015

Korupsi

Judul: Korupsi
Judul Asli: L'Homme Rompu
Penulis: Tahar Ben Jelloun
Penerjemah: Okke K.S. Zaimar
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, November 2010
Jumlah Halaman: 236
ISBN: 9789790240735

Murad, insinyur lulusan Prancis berkerja di kementerian Pekerjaan Umum Maroko. Jabatannya cukup tinggi, namun sikap hidup lurusnya membuat dia hidup miskin. Padahal asistennya, Haji Hamid hidup dengan gelimpangan harta karena mau untuk disogok. Beberapa kali Hamid dan Direktur, atasan Murad, berusaha merayu Murad untuk mau menerima sogokan-sogokan berbagai jenis bentuk. Dari amplop, sampai domba di saat idul Adha.

Namun Murad memiliki hati yang keras. Meski demikian sang istri, Hilma, justru tak suka dengan kehidupan miskin yang dibawa oleh suaminya. DItambah salah satu anaknya yang sering jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar membawa godaan bagi Murad. Dan makin lama, hati Murad akhirnya goyah, apalagi ketika dia berkeinginan untuk menikahi Nadia, saudara sepupu jauhnya. Akankah Murad akhirnya tergoda untuk melakukan korupsi?


Kisah Murad dalam buku Korupsi ini diangkat oleh penulis sebagai penghormatan kepada penulis Indonesia, Pramoedya Ananta Toer yang telah melahirkan buku Korupsi. Saya belum pernah membaca buku Korupsi karya Pram sehingga tak bisa membandingkan dengan buku ini, meski demikian saya merasa intinya sama, tentang kebiasaan korupsi yang membuat negara semakin terperosok dalam kemiskinan.

Buku ini diceritakan dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Dengannya saya mengharapkan kisha pergulatan batin yang lebih hidup. Namun sayang, akhirnya saya lebih banyak mendapatkan banyak ceracauan dari tokoh Murad sehingga membuat buku ini terkesan membosankan. Kurangnya dialog dalam buku ini juga membuat buku ini terasa lebih kering.

Meski demikian, tema yang diambil sangatlah menarik. Ini yang mungkin jarang diambil sebagai topik utama dalam sebuah novel. Terjemahannya bagus dan saya suka juga dengan covernya. Meski demikian, karena mungkin eksekusinya yang saya kurang sukai membuat saya kurang bisa menikmati buku ini. Ter5lepas dari itu, saya menjadi penasaran dengan buku Korupsi-nya PAT.