Kamis, 31 Januari 2013

Kangen Indonesia

Judul: Kangen Indonesia - Indonesia di Mata Orang Jepang
Penulis: Hisanori Kato
Penerjemah: Ucu Fadhilah
Jumlah Halaman: 144
Penerbit: Kompas
ISBN: 9789797096755

Hisanori Kato, seorang warga negara Jepang, pernah merasakan hidup lama di Indonesia. Ketika pertama kali menginjak tanah Indonesia, banyak hal yang mengagetkan Kato mengenai keadaan di Indonesia. Berbeda jauh, dengan apa yang Kato alami, baik di Jepang ataupun di Amerika Serikat, negara yang juga pernah beliau tinggali. Di Jepang dan Amerika Serikat, Kato menemui kemodernan, sifat individualistik penduduknya. Semua berkebalikan dengan apa yang Kato temui terhadap orang Indonesia.

Dalam buku setebal 144 halaman ini, kita bisa mendapati pandangan Kato tentang Indonesia. Cukup unik, mengingat Kato menulis dengan penuh subyektifitas. Tapi apa yang ditulis merupakan buah perenungan Kato tentang Indonesia yang jujur dan apa adanya. 

Saya terkesan ketika membaca di pengantarnya, Mohamad Sobary menyebutkan bahwa Kato pernah mengamen di bis-bis kota di Jakarta. Tapi saya tertawa ketika Kato menyebutkan alasannya kenapa berani mengamen di bis Indonesia.

Apa yang diceritakan Kato tentang Indonesia kerap membuat kita berpikir. Kato memang menulis dengan menerapkan disiplin ilmunya, sosiologi, tapi apa yang beliau pikirkan rasanya mengena baik di kalangan pemikir, maupun pembaca awam. 

Kato sempat kecewa ketika sudah memesan tiket busway tapi gagal naik bis yang sesuai tujuan. Tapi dia sempat takjub ketika ada orang yang mempersilakan perempuan tua untuk duduk. Banyak pandangan Kato yang menyenangkan untuk Indonesia, tetapi juga banyak kritik yang mungkin akan hilang begitu saja tanpa ada tindaklanjut pemerintah, tetapi mengingatkan kita. Kalau memang berminta dengan pandangan orang asing akan Indonesia, buku ini bisa menjadi salah satu bacaan yang menarik.

Buku Kangen Indonesia ini merupakan salah satu buku pemberian dari secret santa saya di BBI. Sebenarnya saya mendapat 2 buku dari Secret Santa, cuma 1 buku belum saya review karena buku yang saya dapat, ternyata tidak tercetak sempurna, ada halaman yang hilang, dan sekarang masih dalam proses penukaran ke penerbitnya langsung. Jadi maaf buat Secret Santa saya, hanya 1 buku yang saya review.
 
Yang menarik adalah kali ini kita harus menebak siapa secret santa saya, berdasarkan riddle yang diberikan oleh santa saya. Riddle pernah saya posting di sini, tapi akan saya ketik ulang di sini (tepatnya copy-paste sih, hehehe)
 
Nama adalah Doa
Mungkin mereka yang memanggilku
dengan nama itu, berharap
kecerewetanku berkurang
menurutmu? :))

Tralala..... Dari petunjuknya sudah jelas sih, kalau tebakan saya semula sudah benar. Awalnya saya bisa mempersempit pilihan tebakan secret santa saya begitu tahu secret santa saya menggunakan salah satu jasa pembelian buku online, dan yang juga pernah saya pakai. Dari teman-teman BBI, ada beberapa nama yang juga pernah ikut menggunakan jasa online store itu. Tapi kecurigaan saya menguat pada 2 nama. Salah satunya secret santa tahun lalu. Cuma karena pas ketemu di IRF, saya bercanda (sebenarnya agak investigatif sih) menanyakan teman-teman BBI yang hadir saat itu, apakah salah satu dari mereka adalah Secret Santa saya, dijawab bukan, meski jawabannya meragukan. Termasuk secret santa saya tahun lalu. Nah begitu kabar saya mendapatkan hadiah dari secret santa saya dari online store itu, ditambah riddlenya, jawabannya langsung mengkerucut ke satu nama:

Eh katanya si ortunya malu, jadi yang ditampilin foto putrinya yang lucu :)

Ya, berharap kecerewatan berkurang, berarti memelankan suara, atau mute kalau kita ingin melihat TV/Radio tanpa suara. Mute itu yang jelas nama panggilan teman saya di BBI, ya kak Muthiah Faris........ so itu tebakan saya, benarkan, kak Muthe? Terima kasih ya bukunya, saya suka sekali :)

Jumat, 25 Januari 2013

Please Look After Mom

Judul: Please Look After Mom
Penulis: Kyung-Sook Shin
Penerjemah: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 296
ISBN: 9789792274868
Park So-Nyo, seorang ibu pejuang, perkasa, namun melemah karena umur dan penyakit, hilang ketika bersama suaminya hendak berkunjung ke rumah anaknya, di stasiun kereta bawah tanah di Seoul. Sang ibu hilang ketika pegangannya dengan sang ayah terlepas, dan si ayah masuk ke kereta api yang berangkat sedangkan si ib tertinggal di stasiun. Hilangnya sang ibu membuat anak-anaknya mencari dari stasiun tempat terakhir sang ibu hilang sampai ke penjuru Seoul. Namun sang ibu tak pernah diketemukan. Di usaha pencarian anggota keluarga tersebut, kenangan terhadap sang ibu mulai bermunculan.
Buku ini terdiri dari 4 bab serta 1 bagian epilog. Di bab pertama, kisah ibu digambarkan melalui interaksinya dengan Chi-Hon, salah satu putri permpuannya. Bab 2, menggambarkan interaksi ibu dengan Hyong-Chol putra pertamanya. Sedangkan bab 3 mengisahkan interaksi sang ayah, sedang bab IV mengisahkan pandangan sang ibu mengenai hidupnya bersama keluarga.


Banyak buku yang menceritakan tentang perjuangan ibu dalam usaha membesarkan anak-anaknya serta membahagiakan keluarganya. Buku ini meskipun mengambil tema yang banyak diangkat dalam buku lain, memberikan kesan yang sangat mendalam dan berhasil membuat perbedaan yang berarti bagi saya ketimbang buku-buku lainnya. Kisahnya sangat indah, bagaimana ibu, digambarkan di sini, berjuang demi anak-anaknya, menghadapi suami yang kabur dari rumah, serta menghadapi kerasnya kehidupan di tengah kemiskinan.
Semua yang kaulakukan membukakan dunia baru buatku. Kau membuatku melakukan berbagai hal untuk pertama kali. Kaulah yang pertama kali membuat perutku gendut, dan kaulah yang pertama kali menyusu padaku. Kata orang-orang, sewaktu melihat anak pertama, mereka merasa heran dan bahagia, tapi rasanya aku malah sedih. Benarkan aku yang melahirkan bayi ini? Sekarang aku mesti bagaimana? [halaman 93-94]
Meski dengan penuh kendala, sosok ibu di sini diceritakan sangat tegar. Ketika sang ibu sudah hilang, kenangan-kenangan akan bermunculan. Padahal ketika sang ibu asih ada, kita menganggapnya biasa. Apakah kehilangan diperlukan untuk membuat kita merenung, seberapa hebatnya kah sang ibu?  Buku ini menyentuh, membuat kita merenung, apa yang sudah kita perbuat tapi melukai hati ibunda kita. Bagaimana besarnya jasa ibu, bahkan sampai pengorbanan apa yang sudah dilakukan seorang sosok bernama ibu. 

Rabu, 23 Januari 2013

Wishful Wednesday #15

Jumpa lagi dengan hari rabu yang ceria! Apalagi besok hari libur nasional, hehehe. Tapi tetap ada kegiatan asyik di hari rabu untuk nge-blog berkaitan dengan buku, yaitu membuat postingan wishful wednesday, meme yang dibuat oleh kak Astrid dari Blogger Buku Indonesia. Di mana postingan kita, yang ikut serta dalam meme ini adalah berisi buku yang menjadi impian kita. 

Untuk pekan ini, buku yang menjadi wishful wednesday saya adalah:
Hehehe.... buku serius ya? Kayaknya sih bukan termasuk buku yang berat. O ya, perkenalan, buku ini membahas strategi keterpaduan teknologi dan ekonomi, sesuatu yang kadang dianggap bersebrangan, padahal kalau bisa dipadukan, bisa membuat Indonesia jadi lebih baik bukan? Penulisnya, Prof. Mathias Aroef juga merupakan salah satu pelopor studi teknik industri di Indonesia, ilmu yang sedikit juga saya pelajari ketika kuliah dulu.

Ya, inilah buku pilihan saya untuk menjadi wishful di pekan ini, bagaimana dengan Anda? Yuk ikutan wishful wednesday.
Caranya:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. O ya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW blog mbak Astrid berikut). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.  
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Amira

Judul: Amira - Cinta dari Tanah Surga
Penulis: Suliwe
Editor: Jumi Haryani
Jumlah Halaman: 232
Penerbit: Gema Insani
ISBN: 9789790772465

Amira, seorang mahasiswi jurusan matematika di FMIPA salah satu perguruan tinggi di kota Solo, Hidup dengan ayah yang pemabuk sekaligus penjudi, ditambah ada adik tiri dari sang ayah yang telah berselingkuh dengan perempuan lain, Sarah, serta penghasilan ibunya yang pas-pasan dari warung makan seadanya, merasa dunia yang dialaminya begitu kejam. Tetapi semua berubah ketika datang tetangga baru, Fatih beserta ummi, yang membawa keajaiaban kepada keluarga Amira.

Perlahan demi perlahan muncul rasa cinta dari Amira terhadap Fatih. Namun dibalik cinta tersebut, ada sosok Fahmi, sahabat dekat Fatih, yang mencintai Amira

Sudah lama saya tidak membaca fiksi islami. Amira, sebagai salah satu novel fiksi islami terasa kental dengan konsep islaminya. Patut memang, mengingat konsep dakwah yang disokong novel bergenre islami ini. tapi dengan kurangnya inovasi, rasanya jalan cerita yang didapat akan selalu datar. Memang ada beberapa twist yang menurut saya cukup menarik, tapi dengan minimnya pengembangan dari jalan cerita yang umum pada sebuah novel islami, saya merasa agak hambar dengan buku ini.

Meskipun demikian, saya senang ketika penulis berani mengangkat latar di salah satu kampus di Surakarta. Gambaranya cukup menarik dan bisa saja mengundang pembaca untuk bisa melihat langsung kehidupan kampus di sana.

Sebagai kisah, buku ini memang kurang mendapat kesan untuk saya, tetapi menurunnya buku-buku berngenre novel islami, semenjak populernya Ayat-ayat Cinta, buku ini bisa menjadi pijakan untuk novel islami untuk bisa kembali ke populeritas yang tinggi lagi.

Rabu, 16 Januari 2013

Wishful Wednesday #14

"Impian? Sudah lama aku tak mendengar kata itu. Jangan lupakan kata itu!" Petikan kalimat tersebut dalam sebuah serial televisi selalu terngiang-ngiang dalam ingatan saya. Salah satu impain saya sebagai pecinta buku tentu saja memiliki buku yang masuk dalam wishful saya. Maka saya senang ketika kak Astrid membuat meme Wishful Wednesday ini. Dengannya impian memiliki buku akan selalu terkeam, meski hanya dalam media yang sederhana: blog!.

Kali ini, saya memiliki impian untuk memiliki buku ini:
Kenapa saya ingin memiliki buku ini? Sudah 2 karya Agustinus Wibowo yang saya baca, Selimut Debu dan Garis Batas. Semua memukau saya. Kisah perjalanan Agustinus Wibowo menjelajah bagian dunia yang tak kita bayangkan sebelumnya. Eksplorasi dunia dipaparkan dengan kata memikat. Dan yang pasti, Agustinus Wibowo memang layak untuk digemari tulisannya.

Buat yang ingin ikutan meme yang asyik nih, yuk ikutan dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. O ya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW blog mbak Astrid berikut). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.  
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Selasa, 15 Januari 2013

New Authors Reading Challenge 2013

Yay, nambah 1 reading challenge lagi. Kali ini konsepnya cukup unik menurut saya. Kita ditantang untuk menemukan penulis di luar zona nyaman kita. Ya, di reading challenge ini, kita harus membaca buku-buku dari penulis yang belum pernah baca sebelumnya. Bagi saya yang omnireader, cocok nih, hehehe.

Untuk mengikuti reading challenge ini, bisa mengikutinya dengan ketentuan yang bisa dibaca dari masterpost ini dan sekaligus bisa mendaftar di link tersebut.

Ok, di berbagai kelas yang tersedia, untuk sementara saya ambil kategori hard, 20-40 buku, semoga bisa berhasil. Dan semoga juga memungkinkan untuk naik kelas, tidak turun :)

List buku yang dibaca:
  1. Daughter of Smoke & Bone karya Laini Taylor, 488 halaman
  2. Memory and Destiny karya Yunisa KD, 264 halaman
  3. Delirium karya Lauren Oliver, 518 halaman
  4. Amira karya Suliwe, 232 halaman  
  5. Please Look After Mom, 296 halaman 
  6. The Bell Jar, 395 halaman
  7. The Alchemyst, 504 halaman 
  8. Oliver Twist, 578 halaman

Delirium

Judul: Delirium
Penulis: Lauren Oliver
Penerjemah: Vici Alfanani Purnomo
Penerbit: Mizan Fantasy
Jumlah Halaman: 518
ISBN: 9789794336465

Cinta bisa membunuhmu,
Karena itu cinta harus dihalangi
Tapi cinta bisa membuatmu bahagia,

Magdalena Haloway, cuma sekedar gadis remaja biasa di Amerika yang saat itu tak biasa. Amerika dimana cinta, atau Amor deliria nervosa, dilarang, dan setiap warga negaranya harus "disembuhkan". Setiap warga negara di usia itu harus mengalami penyembuhan, dimana rasa cinta akan dihilangkan dalam sebuah meja operasi. Siapa pun itu. Karena cinta dilarang, dan jam malam dilakukan. Lena, seperti gadis-gadis lainnya menjelang penyembuhan harus melaksanakan ujian, guna menentukan sejauhmana pemerintah mengetahui kepatuhan warganya, juga untuk menentukan siapa pasangan hidunya kelak. Di sanalah, ia bertemu dengan Alex Sheates untuk pertama kalinya.

Awalnya, Lena hanyalah gadis yang setuju dengan bagaimana konsep pelarangan cinta oleh negara ini. Bertentangan dengan sahabat dekatnya, Hana, yang lebih bersikap menolak, meskipun tak dapat melawan. Diperkenalkan secara tidak langsung oleh Hana dalam sebuah pesta musik yang sebenarnya melanggar aturan, serta pertemuan susulannya dengan Alex, menyebabkan ia menderia penyakit cinta. Dari sinilah sisi pemberontakan Lena dimulai.


Sayang, saya merasakan kisah Delirium kurang begitu kuat, untuk acuan dystopian. Pelarangan cinta, mungkin berlaku juga di kisah-kisah romace, tapi saya tergerak untuk menunggu bagaimana pemberontakan dalam kisah dystopia, yang kemungkinan besar baru bisa saya dinikmati di sekuel Delirium, Pandemonium. Juga berpanjang-panjang isi buku, namun saya merasakannya sebagai cara dari Oliver untuk mendeksripsikan kisah Delirium, sebelum masuk ke masa-masa cerita yang menegangkan, dan itu yang saya belum dapat di buku Delirium ini. Memang ketegangan baru saya dapatkan di bagian akhir Delirium, tapi itu harus membuat saya menunggu ke Pandemonium.

Terlepas dari Delirium yang menurut saya kurang menakjubkan, ada potensi yang bisa selalu ditunggu dari kisah Dystopia, yaitu bagaimana pemberontakan dari orang-orang yang tak setuju mengenai konsep pengekangan yang dilakukan oleh pemerintah, dna juga kisah di sebalik pemberontakan itu. Itu yang saya rasa menjanjikan dari trilogy Delirium.