Jumat, 09 Mei 2014

Wonderstruck

Judul: Wonderstruck
Penulis: Brian Selznick
Penerjemah:  Marcalais Fransisca
Editor: Dhewiberta
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, November 2013
Jumlah Halaman: 648
ISBN: 9789794336854

Ben Wilson,  seorang anak yang baru saja kehilangan ibunya, tiba-tiba memimpikan kawanan serigala. Dia sebenarnya menderita tuli di sebelah telinganya. Dari mimpi bertemu kawanan serigalanya, akhirnya Ben mencari sosok ayahnya yang belum, pernah dijumpainya. Namun, semua diawali dari semburan petir yang mengenai saluran telepob ketika dia berusaha menelopon nomer rahasia yang didapatnya dari warisan ibunya.

Perjalanan Ben, selanjutnya berpindah ke New York, tepatnya di American Museum of Natural History. Bagi Anda yang sudah membaca buku karya E.L. Konigsburg, Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler, tentu akan menemukan kemiripan cerita, ketika Ben menjelajahi Museum tersebut. Memang, Selznick mengangkat bagian ini dari buku Konigsburg, dan disebutkan di bagian penjelasan, tetapi tetap membuat ceritanya tetap asyik.
 
Dan jangan lupa, bagian grafisnya. Semenjak The Invention of Hugo Cabret, bagian ini menjadi daya kuat dari karya Brian Selznick. Keren. Bukan sekedar pelengkap tapi juga membawa keindahan cerita. Yang jelas, Wonderstruck, bagi saya termasuk karya yang bagus banget. Saya lebih suka Wonderstruck dibanding Hugo Cabret, meski kedua-duanya sama kerennya.

Satu demi satu kehidupan Ben yang terungkap justru membuat saya penasaran akan halaman berikutnya. Dan akhirnya, saya mendapatkan akhir kisah yang mengesankan. Sebuah karya yang fantastis.

Artemis Fowl Dan Koloni yang Hilang

Judul: Artemis Fowl dan Koloni yang Hilang
Judul Asli: The Lost Colony
Penulis: Eoin Colfer
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Editor: Indah S. Pratidina
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Mei 2012
Jumlah Halaman: 416
ISBN: 9789792283716

Artemis Fowl, kali ini menjumpai sosok remaja yang juga mengetahui keberadaan dunia peri. Ada Minerva Paradizo, sosok gadis remaja yang mengetahui keberadaan Demon. Dan mereka bersaing untuk mendapatkan Demon yang akan muncul di bumi.

Sementara itu, Demon yang terusir dari permukaan bumi, merencankan penyerangan ke muka bumi. Bersama kapten Short dan Much Dilgum, serta pengawalnya yang setia, Butler, Artemis Fowl berusaha menghadapi tantangan runtuhnya mantra waktu pengekang kembalinya bangsa Demon ke dunia manusia. Kali ini tugasnya menjadi berat karena dia harus bersaing dengan Minerva. Apalagi ketika Minerva ditangkap.



Artemis Fowl, merupakan salah satu seri fantasy favorit saya. Dan buku kelimja ini juga memberikan rasa suka saya terhadap karya Eoin Colfer ini. Dan dengan tambahan remaja pintar lagi membuat tantangan terhadap Fowl semakin membesar dan membuat ceritanya menjadi lebih menarik.

Salah satu kekuatan cerita serial Fowl adalah jalan cerita yang tak tertebak bagian akhirnya. Ada twist di akhir cerita yang membuat kisahnya membuat kita lebih penasaran. 

Kisah di seri ini juga masih menyenangkan diikuti. Kisah si imp Nomer Satu membuat cerita tak berputar pada hanya sosok Fowl maupun dunia kapten Short saja, dan kisahnya sendiri cukup menarik diikuti. Buku ini membuat penasaran dan menunggu buku berikutnya

Rabu, 07 Mei 2014

Wishful Wednesday #77

Selamat hari rabu lagi, saatnya berimpian memiliki buku bagus. Buat yang punya impian memiliki buku bagus, yuk bergabung dengan meme Wishful Wednesday, meme blog yang dihost oleh Kak Astrid dari blog Books To Share di mana tiap minggunya akan dipajang buku-buku impan dengan harapan bisa memiliki bukunya, tentu saja.

Minggu ini mau majang buku:
Perjalanan Ajaib Edward Tulane buah karya Kate DiCamillo

Dahulu kala, di rumah di Egypt Street, tinggallah kelinci porselen bernama Edward Tulane. Kelinci itu sangat bangga pada dirinya sendiri, dan memang beralasan: ia dimiliki anak perempuan bernama Abilene, yang memperlakukannya dengan penuh kasih dan amat sangat menyayanginya.Lalu, suatu hari, ia hilang.Maka dimulailah perjalanan luar biasa Edward Tulane: dari dasar laut ke jala nelayan, dari puncak gunung sampah ke dekat api unggun gelandangan, dari tempat tidur anak yang sakit keras ke jalan-jalan kota Memphis. Dan selama perjalanannya itu, ia jadi tahu bahwa hati yang paling rapuh sekalipun dapat belajar menyayangi, kehilangan, dan menyayangi lagi.

Yup, buku ini sebenarnya sudah lama membuat saya tertarik. Ratingnya yang tinggi di goodreads juga review-review yang meyakinkan membuat saya ingin memiliki buku ini.

Buat yang ingin ikutan meme WW, caranya:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)

Senin, 05 Mei 2014

Maret & April Update: New Author Reading Challenge


Alhamdulillah, 2 bulan sudah terlewati, saatnya update buku yang diikuti progres New Author RC. Ini dia buku-buku dari penulis yang belum pernah saya baca sebelumnya, yang dibaca 2 bulan ini
  1. Mystery of Yelow Room, Gaston Lareoux, Maret review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/03/mystery-of-yellow-room.html
  2. Michelangelo's Secret, Paul Christopher, Maret review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/03/michelangelos-secret.html
  3. Harry dan Geng Keriput, Alan Temperley, Maret review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/03/harry-dan-gang-kriput.html
  4. Jalan, Cormac McCarthy, Maret, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/03/jalan.html
  5. Laba-laba dan Jaring Kesayangannya, E.B. White, Maret, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/03/laba-laba-dan-jaring-kesayangannya.html
  6. Roma, Robin Wijaya, April, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/04/roma.html
  7. The Firm, John Grisham, April, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/04/the-firm.html
  8. Last Tango in Paris, Robert Alley, April, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/04/last-tango-in-paris.html
  9. Seraphina, Rachel Hartman, April, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/04/seraphina.html
  10. House of Silk, Anthony Horowitz, April, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/04/house-of-silk.html
  11. Existere, Sinta Yudisia, April, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/04/existere.html
  12. Niskala, Daniel Mahendra, April, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/04/niskala.html
  13. Air Mata Terakhir, Bintang Kejora, review di http://kumembaca.blogspot.com/2014/04/air-mata-terakhir-bunda.html

Lautan Monster

Judul: Lautan Monster
Judul Asli: The Sea of Monsters
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Nuraini Mastura
Editor: Soehindrat a. Shinta
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: V, Juli 2010
Jumlah Halaman: 368
ISBN: 9789794335482

Percy Jackson, dan sahabat barunya Tyson, di hari terakhir kelasnya, tiba-tiba mendapat serangan dari kumpulan monster. Berkat Tyson dan Annabeth, Percy berhasil lolos namun dia mendapatkan kabar bahwa Perkemahan Blasteran telah kehilangan sihir yang dapat menghindari serangan dari monster. Dan perkemahan Blasteran menjadi tidak aman karena anka-anak blasteran sedang diburu oleh monster-monster

Bersama Annabeth dan Tyson, Percy berusaha mendapatkan bulu domba emas dan sekaligus menyelamatkan Grover, dari kekuasaan Polyphemus, seekor Cyclops. Namun di tengah jalan, ia harus berhadapan dengan Luke, putra Hermes yang menginginkan Kronos hidup kembali. Dan ia juga harus menaklukkan lautan monster yan penuh dengan monster dan tipu daya.


Terus terang, dibanding buku pertamanya, Pencuri Petir, buku ini menurut saya kurang seru. Tapi dengan tambahan Tyson, saudara baru Percy menjadikan buku ini bagi saya menjanjikan sebuah petualangan yang lebih seru di buku-buku selanjutnya. Sosok Tyson yang menjadikannya bodoh tetapi setia membuat karakter seri ini menjadi lebih kaya. E iya sebebenernya suka ama sosok Tyson di buku ini sih :)

Untuk kisahnya sendiri, Percy sudah sangat menjanjikan keseruan membaca. Balutan mitologi Yunani di era modern membuat kisahnya cukup menjanjikan keseruan. Kadang sedikit humor menyegarkan kisah ini, meski sayangnya di buku ini kisah Perkemahan Blasteran kurang banyak diangkat ceritanya.

Sayang, saya kurang menyukai ilustrasi isinya. Ilustrasi covernya sudah bagus namun ilustrasi dalamnya terlalu kaku dan kekanak-kanakan. Terlepas dari itu, buku Percy tak boleh dilewatkan oleh penggemar buku fantasi.

Sabtu, 03 Mei 2014

7 Divisi

Judul: 7 Divisi
Penulis: Ayu Welirang
Penerbit: Grasindo
Cetakan: I, 2014
Jumlah Halaman: 202
ISBN: 9786022514367

7 Divisi menceriatakan sebuah petualangan pencarian sebuah artefak kuno dari 7 orang yang dikumpulkan oleh The Big Wall Expedition. Namun sebenarnya di balik ekspedisi tersebut, ada niat jahat dari Rudolf, pimpinan The Big Wall Expedition. 

Gitta, Ichan, Tom, Ambar, Dom, Bima dan Salman, ketujuh orang yang dipilih oleh The Big Wall Expedition, harus bisa menaklukkan gunung Arcawana, di Banyuwangi, Jawa Timur. Padahal di saat itu, gunung Arcawana sedang berrerupsi. Di tengah proses perjalanan pun mereka menemukan sebuah desa adat yang dipimpin Pak Gusti. Pak Gusti sendiri, yang mengetahui maksud di balik pendakian ini berusaha menghalangi ekspedisi tersebut. Dan ketujuh orang tersebut harus menghadapi ego masing-masing, serta harus menghadapi kejamnya alam.


Kearifan terhadap alam sekitar, itu yang sering dilupakan oleh manusia. Ayu Welirang berhasil membuat karya yang mengakat tema dengan pesan yang jelas, mencintai alam. Dengan balutan kisah sebuah ekspedisi yang harus menghadapi tantangan dari Pak Gusti, menjadikan kisah ini lumayan menarik. Sebagai penulis yang termasuk "baru", Ayu berhasil mengangkat kisah dengan cukup baik. Meski eksekusi temanya terasa masih minim. Dialog antar tokoh terasa kaku (bukan salah ejaan) namun masih bisa dibuat lebih menarik.

Selain itu juga, jalinan kisah pertemanan antar tokoh masih terlihat kurang detail. Masih bisa dibuat lebih kaya cerita lagi. Tapi so far, saya bisa menangkap bahwa dalam sebuah ekspedisi kadang ego harus bisa dikalahkan demi tujuan bersama.

Sepotong Kata Maaf

Judul: Sepotong Kata Maaf
Penulis: Yunisa KD
Editor: Anin Patrajuangga
Penerbit: Grasindo
Cetakan: I, 2013
Jumlah Halaman: 300
ISBN: 9786022511328

Lisa Hisman, mungkin meenjadi orang yang tak diinginkan hidup bagi pasangan Jeremy Soebroto dan Dewi Saraswati Galuh Oetomo. Keganjenan Lisa pada acara pernikahan Jeremy dan Dewi membuat Dewi berang dan menuntut permohonan maaf dari Lisa. Namun perkataan maaf tak meluncur sekali pun dari mulut Lisa. Hanya ada perkataan maaf dari Armand, pasangan Lisa, namun itu pun ditolak oleh Dewi dan Jeremy, sampai ketika Arman terpaksa menggunakan akun email Lisa untuk mengucapkan maaf, tak ada kata memaafkan dari Dewi.

Puncaknya adalah ketika Lisa dan Arman tewas terbunuh karena bom yang meledak di gereja saat pernikahan mereka, Jeremy dengan mesin waktunya meluncur ke dimensi sebelumnya untuk mencegah tewasnya orang lain yang lebih banyak bukan tewasnya Lisa. Jeremy pergi ke berbagai dimensi, untuk menyaksikan Lisa meninggal dengan cara yang berbeda.


Well, sudah menjadi rahasia umum bagi beberapa pembaca, kalau asal cerita dalam buku ini bersumber dari kehidupan pribadi sang penulis. Patut disayangkan, kebencian yang berlebihan justru saya tangkap dari buku ini. Terlalu kekanak-kanakan. Memang sifat ganjen itu salah tapi sampai 'mematikan' orang karena menolak untuk minta maaf sampai berkali-kali? Mhhh, saya nggak yakin kalau apa yang dilakukan penulis lebih bermartabat.

Ditilik dari isi buku, saya akui, lebih baik ketimbang buku sebelumnya yang pernah saya baca, Memory and Destiny. Tapi saya menangkap, penulis di buku ini tak kurang lebih sering mengungkap rasa narsis yang berlebihan, sampai sosok Jeremi, sang suami pun dibuat "bodoh" sampai dalam hal-hal yang sepele, ketika membandingkan dengan sosok Dewi di buku ini.

Tak ada yang benar-benar menarik dari buku ini. Covernya pun saya rasakan nggak match dengan isi cerita. Juga yang saya bingung adalah ketika Jeremi melakukan perjalanan dengan chip mesin waktu, kemana Jeremi di dimensi yang didatangi Jeremi dari dimensi pertama.