Rabu, 28 Mei 2014

Wishful Wednesday #80

Jumpa lagi di hari kita bisa mengimpikan buku bagus untuk dimiliki. Ya, dengan mengikuti wishful wednesday kita bisa majang buku yang kita impikan, dan semoga bisa terkabul, hehehehe.

Minggu ini mau majang buku:

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared karya Jonas Jonasson

Allan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus dimulai. Wali Kota akan hadir. Pers akan meliput. Seluruh penghuni Rumah Lansia juga ikut merayakannya. Namun ternyata, justru yang berulangtahunlah yang tidak berniat datang ke pesta itu.

Melompat lewat jendela kamarnya, Allan memutuskan untuk kabur. Dimulailah sebuah perjalanan luar biasa yang penuh dengan kegilaan. Siapa sangka, petualangannya itu menjadi pintu yang akan mengungkap kehidupan Allan sebelumnya. Sebuah kehidupan di mana—tanpa terduga—Allan memainkan peran kunci di balik berbagai peristiwa penting pada abad kedua puluh. Membantu menciptakan bom atom, berteman dengan Presiden Amerika dan tiran Rusia, bahkan membuat pemimpin komunis Tiongkok berutang budi padanya! Siapa, sih, Allan sebenarnya?

Pertama kali mengenal buku ini dari review salah satu teman BBI, teh Annisa Anggiana. Dari reviewnya menyebutkan bahwa buku ini keren. Dan kemudian buku ini diterjemahkan oleh penerbit Bentang, aha!. Makanya buku ini sekarang menjadi wihlist saya, ehehehe.

Yuk ikutan wishful wednesday, dengan cara: 
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)

Senin, 26 Mei 2014

Leafie

Judul: Leafie
Penulis: Hwang Sun-mi
Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Penerbit: Qanita
Jumlah Halaman: 224
Cetakan: I, 2013
ISBN: 9786029225754

Leafie, pada awalnya hanyalah ayam betina petelur. Tugasnya hanya menghasilkan telur yang akan diambil oleh peternak yang memilikinya. Tapi naluri keibuannya, mengatakan bahwa dia harus mengerami telur dan menjadi ibu sejati. Sayangnya keadaan tak memungkinkan. Sehingga pada suatu saat sang peternak mengira dia sakit karen atak menghasilkan telur lagi. 

Leafie kemudian dibuang ke tempat ayam-ayam sekarat dan mati. Dan di sana ia diburu oleh musang. Hanya karena seorang bebek liar, bernama Pengelana, yang ikut tinggal di rumah halaman lah, di sisi luar peternakan, ia bisa lolos. Namun Leafie ditolak oleh penghuni rumah halaman.

Kehidupan di luar sebenarnya bisa dinikmati Leafie, dan suatu saat dia menemukan telur yang bisa ia erami. Berbahagialah ia, dan ketia ia mengerami telur itu sampai menetasnya, ada sebuah petualangan yang menantinya bersama makhluk pengisi telur itu.


Leafie, bagi saya mengajarkan sebuah nilai moral akan pentingnya nilai persahabatan dan kasih sayang. Meski menggunakan media fabel sebagai bahan ceritanya, isinya memang bisa dibilang agak dewasa. Karena penulis menceritakan kisah tentang kejamnya dunia. Ya, anak-anak bisa membaca buku ini, apalagi di bagian akhir, penulis memberikan pesan untuk anak-anak yang membaca buku ini. Tapi memang perlu tambahan bimbingan dari orang yang lebih dewasa.

Buku ini dilengkapi dengan ilustrasi yang cantik dan berwarna, menjadikan cerita yang menarik menjadi lebih berkesan. Terjemahannya juga enak diikuti. Dan dengan kisah yang mengandung nilai yang cukup edukatif, buku ini sangat bagus, bagi saya.

Sabtu, 24 Mei 2014

Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

Judul: Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, 2013
Jumlah Halaman: 264
ISBN:  9786029225884

Awalnya saya mengira buku ini adalah sebuah novel. Ternyata, setelah melirik isinya buku ini adalah kumpulan cerpen dan novelet. Ada 9 cerita di sini. Semuanya berkisah tentang kehidupan. Dan orang-orang yang menjalani.

Tasaro bagi saya berhasil membuat cerita-cerita yang mengesankan. Dalam cerita Puisi, kita akan mendapatkan sebuah perenungan tentang perjuangan cinta. Atau sebuah kerinduan mendalam?Awalnya saya merasa cerita ini datar-datar saja tetapi ketika cerita sudah mulai saya tangkap isinya, saya merasa cerita pertama ini menjanjikan sebuah kumpulan cerita yang menakjubkan pada bagian bagian selanjutnya. Dan ya, saya suka cerita ini.

Roman Psikopat, dari judulnya saja sudah bakal ketebak, kisha tentang apa yang ditulis oleh Tasaro. Sangat disayangkan memang tapi sebenarnya ceritanya meskipun kurang semenarik cerita pertama, bagi saya, memberikan sebuah selingan cerita yang mendebarkan.

Dan jangan anggap Tasaro hanya menulis kisah tentang romans di buku ini sebelum membaca cerita Galeri. Saya tak bisa cerita banyak tentang cerita ini karena bisa menyebarkan jalannya cerita tapi di ending cerita saya masih bisa dibuat tersentak :)

Realitas kehidupan dikisahkan dengan sangat baik, lagi-lagi mneurut saya, dalam kisah Bukan Malaikat Rehat. Idealisme hidup? Realistis dalam hidup? Ah, cerita ini memang mengisahkannya, tapi dengan cara Tasaro sendiri yang mungkin tak serupa dengan gaya penulis lain.

Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta merupakan kisha terpanjang dalam buku ini. Sebuah pemahaman akan cinta, yang mungkin tak ideal, namun menggambarkan Tasaro mampu membuat cerita yang meski panjang tak bertele-tele.

Tuhan Nggak Pernah Iseng, siapa sangka ceritanya ber-ending seperti yang ditulis oleh Tasaro. Tapi rasanya bukan akhir ceritanya tetapi Tasaro memberikan sebuah pemahaman, akan penegertian, akan kepedulian, dan tak mudah menilai orang.

Separuh Mati, bagi saya adalah kisah terabsurb. Tapi tentu saja masih bisa dinikmati. Apa adanya, tanpa perlu memeras otak menerkan maksud penulis.

Seseorang yang Tasaro tulis dalam Atarih mungkin semua orang mengenalnya. Bagi pembaca Indonesia, mungkin tahu apa yang dimaksud Tasaro dengan kasus Atarih. Terlepas kontroversinya, Atarih memberikan pengetahuan yang lebih kaya tentang sosok yang dimaksud oleh Tasaro.

Sebagai penutup, Kagem Ibuk, adalah bagian yang snagat menyentuh. Cantik dan memberikan jejak yang manis, meskipun nilainya sudah terlalu sering oleh banyak penulis, dan mungkin dari judulnya sudah bisa direka nilai yang dimaksud. Tapi dengan caranya Tasaro, bagi saya berhasil, dalam karyanya itu.

Buku ini dilengkapi ilustrasi lukisan karya Dredha Gora Hadiwijaya. Sayang, saya tak begitu bisa mengamati dunia seni lukis. Terlepas dari gambarnya yang cukup absurb, namun buku ini menjadi lebih inspiratif dengan karya-karya tersebut. Sebuah buku yang mengesankan, apa adanya.

Kamis, 22 Mei 2014

Misteri di Styles

Judul: Misteri di Style
Judul Asli: The Mysterious Affair at Styles
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Mareta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 272
Cetakan: 8, November 2013
ISBN: 9789792229097

John Cavendish, semestinya memili warisan Styles Court. Tapi ibu tirinya lah yang mendapatkan rumah dan lahan pertaniannya tersebut, Mrs. Cavendish. Masalah terjadi ketika Mrs. Cavendish menikahi seorang pemburu harta, Mr. Alfred Ingethorp. Dimana ada tuduhan terhadap Alfred bahwa dia ingin merebut warisan dari Mrs. Cavendish.

Petaka timbul ketika Mrs. Cavendish diketemukan tewas. Kolonel Hastings yang menginap di Styles Court, menghubungi rekan lamanya Mr. Hercule Poirot, yang pada saat bersamaan berada di sana, untuk menganalisis misteri pembunuhan Mrs. Cavendish. Kasus menjadi rumit mengingat racun yang menjadi penyebab kematian Mrs. Cavendish mestinya berefek cepat, justru dimana kecurigaan racun diberikan jauh waktu sebelum waktu kejadian kematian.


 "Semua tergantung pada sel-sel kelabu kita" (halaman 203)
Misteri di Styles merupakan karya pertama Agatha Christie yang mengisahkan tentang serial crime yang pada akhirnya mengukuhkan dia menjadi ratu fiksi dunia kejahatan. Poirit menjadi salah satu tokoh penting dari beberapa detektif yang dimunculkan dalam karya-karya Agatha Christie. Dan Hercule Poirot pula yang mempopulerkan istilah sel-sel kelabu untuk mendefiniskan otak yang dipakai untuk menganalisis kasus.

Sebagai kisah awal, saya mendapati tulisan Agatha Christie masih belum seenak dibaca buku-buku beliau yang lebih populer. Beberapa kali saya masih agak kebingungan dengan urutan percakapana dan seting tempat, yang tidak atau jarsng ditemui di karya-karya lainnya.

Tapi jangan remehkan kemampuan menulis genre detetif madam Christie. Kerumitan penyelesaian kasus menurut pembaca seolah-olah berupa permainan yang diberikan oleh Christie untuk pembacanya. Dan lagi-lagi, saya tak dapat menebak dengan tebak, siapa dalang misteri pembunuhan Mrs. Cavendish. Ya, salah satu kelebihan Christie, ditambah kemampuan menjebak pembacanya, bermain dengan logika non sel kelabunya. 

Review disertakan dalam baca bareng grup Goodreads Sel-sel Kelabu dan Lucky No 14 Reading Challenge kategori Once Upon a Time

Rabu, 21 Mei 2014

The Necromancer

Judul: The Necromancer
Penulis: Michael Scott
Penerjemah: M. Baihaqqi
Editor: Nadya Andwiani
Penerbit: MataHati
Cetakan:  I, Januari 2011
ISBN: 9786028590259

Josh dan Sophie Newman, berhasil kembali ke San Fransisco, setelah petualngan yang melelahkan berhasil mereka lewati di Ojai, Paris, dan London. Nmaun belum sempat istirahat, Sophie sudah diculik oleh kembaran Scatach, Aoife, yang ingin mencari keberadaan Scatatch. Di saat seperti itulah pasangan Newman dan suami istri Flamel bersekutu dengan Aoife dan Niten, makhluk abadi lainnya.

Sementara Dr. John Dee setelah gagal menuntaskan misi dari Tetua Gelap, dinyatakan buron. Namun, pintarnya, dia memiliki senjata yang luar biasa, ditambah dukungan seorang manusia abadi, berusaha menguasai dunia, dengan caranya sendiri.


Seperti pada seri-seri sebelumnya, buku ini masih memberikan ketegangan. Seting cerita dalam waktu sehari dua hari, di mana para Tetua Kuno berusaha memburu si kembar Newman yang telah dinubuatkan dalam Codex, menjadi inti cerita yang berhasil dibuat mengesankan oleh Michael Scott.

Meski bisa dibilang tak ada perkembangan cerita yang lebih dibandingkan kisah-kisah sebelumnya, stagnansi itu tetap bisa dibuat menarik oleh sang penulis dengan berhasil mengangkat cerita yang menegangkan serta penuh kejutan meski memang rasanya seperti membaca kisah yang terulang-ulang dari buku I-nya.

Terlepas dari kisha mitologi yang sudah diramalkan kalau penulis menumpuk makhluk-makhluk mitologi, kisah ini sampai tamat rasanya sangat sayang untuk dilewatkan, setidaknya untuk saya.

Wishful Wednesday #79

Selamat hari rabu, semoga ceria selalu dan jangan lupa bermimpi, hehehe. Kalau punya impian memiliki buku yang bagus, jangan lupa ikutan meme wishful wednesday, dan siapa tahu impain itu bisa terkabul.

Minggu ini mau majang buku yang agak berbeda, yaitu
 
Mellow Yellow Drama by


  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)

Sabtu, 17 Mei 2014

The Day of the Jackal

Judul: The Day of the Jackal
Penulis: Frederick Forsyth
Penerjemah: Ranina B. Kunto
Editor: Adi Toha
Penerbit: Serambi
Cetakan: II, Agustus 2011
Jumlah Halaman: 612
ISBN: 9789790243569

OSA (Organisastion L'Armee Secrete) merupakan organisasi yang berkeinginan membunuh presiden Prancis, Jenderal Charles de Gaulle. 6 kali sudah upaya mereka gagal. Dan salah satu pimpinan mereka, kolonel Argoud di Jerman. Wakil Argoud, kapten Marc Rodin memeiliki usul membunuh De Gaulle menggunakan jasa pembunuh bayaran dengan tingkat profesionalisme dan kerahasiaan tinggi, yang akan disebut Jackal.

Mengambil sosok Alexander Duggan, sang Jackal berhasil masuk ke bebrapa negara untuk melancarkan tugasnya. Sementara kepolisian Prancis yang akhirnya mengetahui adanya misi pembunuhan ini, dipimpin oleh detektif Claude Lebel, harus bergerak dengan minimnya informasi untuk menggagalkan misi tersebut. Hal yang sulit mengingat identitas Jackal yang tidak diketahui di mana-mana.


Sebuah thriller yang seru. Kisah pembunuhan presiden sebuah negara maju yang dilakukan dengan cara yang tak peranh saya pikirkan sebelumnya. Aksi sang jakal dan sang detektif sama-sama luar biasanya, dan saya puas membaca buku ini.

Awalnya saya agak terganggu dengan detaik-detail yang rasanya berlebihan pada buku ini tetapi di tengah jalan saya sadar detail-detail tersebut menguatkan isi cerita buku ini. Dan semakin mengerucut detaik-detailnya semakin membuat isi buku menjadi semakin kaya. Tapi memang untuk buku yang terlalu detail, membacanya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Di buku ini, saya mengagumi kecerdasan dan kesabaran Lebel. Dia mau mengikuti setiap langkah yang Jakal lakukan tanpa harus kehilangan kesabarannya, meskipun tekanan bertebaran di sekelilingnya. Berbeda dengan karakter Jakal yang lihai, tepai pergulatan kedua tokoh ini bisa mencipatakan alur yang menarik dan menegangkan.

Review ini diikutkan dalam Lucky No 14 Reading Challenge kategori Chunky Brick, dengan jumlah halaman lebih dari 500 halaman