Selasa, 02 Desember 2014

Kisah Despereaux

Judul: Kisah Despereaux
Judul Asli: The Tale of Despereaux
Penulis: Kate DiCamillo
Penerjemah: Diniarty Pandia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Januari 2005
Jumlah Halaman: 280
ISBN: 9792211845
Despereaux Tilling, seekor tikus kastil mungil, lahir dengan keanehan fisik dibandingkan saudara-saudaranya. Matanya terbuka ketika lahir, dan telinganya terlalu besar. Namun sejatinya, tak hanya perbedaan fisik. Kesukaan Despereaux juga berbeda dengan saudara-saudaranya. Ia menyukai musik, dan gemar membaca. Juga, ia mencintai manusia! Pea sang putri kerajaan. Keadaan yang membuat Despereaux harus dihukum dicevloskan ke daerah tikus got.

Sementara itu Roscuro, tikus got, juga memiliki perbedaan dengan teman-teman sejenisnya. Di saat teman-temannya sesama tikus got menggemari kegelapan dan penderitaan orang lain, ia ingin mencari cahaya.

Ada kisah tentang manusia juga, Miggery Sow. Ketika kecil, ia dipertukarkan dengan taplak meja berwarna merah. Dan ia, menjadi anak yang disuruh-suruh sampai ketika ia sampai ke kastil kerajaan, dan ingin mewujudkan impian yang tak mungkin ia capai.


Kisah Despereaux mengajarkan tentang sebuah cinta. berbentuk fabel, buku ini meupakan sebuah bingkaian kisah yang indah. Tak heran buku ini mendapatkan Newbery Medal. Meski demikian, penggambaran kisahnya menurut saya terlalu gelap. Sehingga saya mengurangi nilai dari buku ini.

Saya menyukai peran Despereaux dalam buku ini. Ketakutan dan keinginan bersatu padu dalam sosok tikus mungil ini. Mengingatkan saya pada tak mungkin kesuksesan hanya bersumber dari impian semata, tetapi tetap ada ketakutan yang akan dihadapi.

Selasa, 25 November 2014

The Name of the Rose

Judul: The Nama of the Rose
Penulis: Umberto Eco
Penerjemah: Nin Bakdi Soemanto
Penerbit: Bentang Pustaka
Jumlah Halaman: 624
Cetakan: I, Maret 2008
ISBN: 9789791227001

Apa yang Anda harapkam dalam sebuah kisah novel? Kisah mendayu-dayu? Kisah menegangkan? Atau kisah menakutkan? Semua wajar saja, dan memang untuk itu buku ditulis. Tapi bagaimana kalau ada buku yang isinya justru bisa menimbulkan kejahatan bahkan di tengah kesucian?

The Name of the Rose, merupakan salah satu mahakarya yang memang bagi sebagian besar pembaca, akan menyebut sebagai karya yang memusingkan. Umberto Eco, yang merupakan guru besar semiotika di Universitas Torino, mencipatakan karya yang menantang pembacanya untuk memahami karya-karyanya yang kaya akan struktur-struktur yang rumit, dan tak lepas dari kerangka sejarah, logika, serta kehidupan di masa pertengahan.

William, dari Baskerville, mendapatkan misi menyelesaikan misteri pembunuhan beruntun yang terjadi di sebuah biara ordo Benediktin. Bersama muridnya, Adso dari Melk, William harus memecahkan misteri yang secara tak langsung menyeret mereka akan misteri sebuah perpustakaan agung. Penyelurusuran ke dalam perpustakaan biara sendiri, bakal memegang kunci ke misteri pembunuhan beruntun tersebut, pembunuhan yang berasal dari kesalehan.

Menghabiskan the Name of the Rose, memang perlu kesabaran. Apalagi saya sadar ketika pengetahuan saya tentang Eropa masa pertengahan masih nol. Ditambah kekayaan buku ini memnag nggak main-main. Makanya saya hanya bisa membatin, buku semacam ini, hanya bisa dibaca di tengah waktu santai, dan tak dihantui oleh pekerjaan. Tapi misteri yang disajikan memang epik, luar biasa. Meski berbungkuskan berbagai lapisan ilmu, sehingga membedakan buku ini dengan novel-novel misteri karya Agatha Christie atau  Arthur Conan Doyle. Dan ya, saya bacanya kadang harus mengulang-ulang. Bosan kadang-kadang, begitu menghadapi perdebatan-perdebatan ala biarawan-biarawan tapi sedikit banyak mampu membuat pikiran ikut bergerak. 

Meski demikian, the Name of the Rose, memiliki kekayaan dalam isinya. Setimpal dengan kesabaran dan waktu yang dibutuhkan untuk membacanya. Sebuah buku yang menakjubkan, apa adanya.

Kamis, 20 November 2014

Wishlist Secret Santa 2014

Akhirnya, event akhir tahun seru-seruan muncul lagi buat BBIers, Secret Santa. Event dimana tiap peserta yang ikut mengirimkan buku impian pada anggota yang lain yang diundi oleh teman-teman divisi event dan yang dikirimkan harus menebak, siapakah pengirimnya berdasarkan riddle yang dikirimkan bersamaan. Tentu saja buku yang dikirimkan ada ketentuannya. Yang jelas harus berupa wishlist dari yang bersangkutan.

Untuk event secret santa kali ini, saya memilih buku-buku berikut sebagai wishlist saya yang bisa dipilih oleh Santa saya yang baik hati, yaitu:
Dona Flor dan Kedua Suaminya
bisa dibeli di sini

Penghancuran Buku dari Masa ke Masa
bisa dibeli di toko buku2 yang disebutkan di http://www.marjinkiri.com/pages/distro.htm

The Darkest Mind
bisa dibeli di sini

Sorgum Merah
bisa dibeli di sini

The Silkworm
bisa dibeli di sini

Pembunuhan di Sungai Nil
bisa dibeli di sini

Bulan Terbelah di Langit Eropa
bisa dibeli di sini

Wool
bisa dibeli di sini

Nggak terlalu susah kan Santa, :). Tapi update bisa bertambah sih, sampai batas waktu 22 November 2014. O ya, semua edisi bahasa Indonesia ya, santa. Tapi kalau mau dibeli sekarang gak papa ko, hehehe. So, terima kasih banyak ya santa.

Bersimbah Darah dan Cahaya Bintang

Judul: Bersimbah Darah dan Cahaya Bintang
Judul Asli: Days of Blood and Starlight
Penulis: Laini Taylor
Penerjemah: Primadonna Angela
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, 2014
Jumlah halaman: 608
ISBN: 9786020306834

Brimstone telah tewas. Guru dari Karou, yang baru menyadari jati diri aslinya, sebagai chimaera ini mewariskan pekerjaan yang sulit untuk Karou, yaitu untuk membangkitkan kembali chimaera-chimaera yang telah tewas. Dan memang, pertempuran antara bangsa seraphim dan chimaera sepertinya akan merujuk pada pertempuran akhir, di mana keinginan Karou dan Akiva untuk bisa membuat keadaan yang menguntungkan bagi dua dunia menjadi semakin sulit.


Sudah agak lama, saya baca Dari Asap dan Tulang, sehingga ketika membaca buku ini, saya sudah hampir lupa sehingga agak bingung-bingung di awal. Baru menginjak halaman pertengahan saya baru bisa mengingat meski tak sepenuhnya bisa beneran mengingat. Dan ya, ini yang menjadi penilaian saya berkurang untuk buku edisi kedua ini. Meski ceritanya memang tetap keren, sekeren buku pertama.

Kemampuan Laini Taylor untuk membuat karya yang menarik, membuat buku ini memang layak mendapat rerataan rating yang tinggi, di goodreads. Ceritanya sekarang bukan lagi siapa lakon siapa musuh tapi kelihatan memang, semakin jelas, apa yang harus dicapai oleh Karou dan Akiva.

Asyiknya, buku ini ditutupi kisah yang sangat ditunggu-tunggu, dan sayang kalau edisi terjemahannya, lama untuk diterbitkan.

Kamis, 30 Oktober 2014

Atheis

Judul: Atheis
Penulis: Achdiat K. Mihardja
Penerbit: Balai Pustaka
Jumlah Halaman: 250
Cetakan: 25, 2009

Atheis mengisahkan pergulatan hidup Hasan, seorang pegawai negeri yang hidup di era penjajahan Jepang. Kehidupan agamanya sangat kuat, karena dipengaruhi oleh ajaran orang tuanya, penganut taat dari dari sebuah aliran tarekat. Namun pertemuannya dengan Rusli, Kartini dan Anwar, mengubah pandangan hidupnya. Bertiga adalah pemuda dengan pemikiran progresif di zamannya, bahkan berani memikirkan tentang nilai-nilai ketuhanan. Didorong dengan rasa cintanya yang kuat terhadap Kartini, serta pembenaran akan berbagai diskusi berat, Hasan akhirnya terdorong untuk mengikuti pemikiran progresif tersebut. Bahkan sampai berani melawan orang tuanya.

Sebagai novel klasik, saya rasakan pemikiran yang dituangkan oleh penulis dalam buku ini cukup maju, bakan masih memegang masa kekinian, di mana pergolakan pemikiran akan keberadaan Tuhan masih terus diperdebatkan. Meski dengan gaya tulisan yang cukup berbeda dengan tulisan sekarang, namun saya masih bisa menikmati keindahan sastra Atheis.

Saya sendiri memberikan rating 4 untuk buku ini. Meski cukup memakan waktu lama untuk menikmati buku ini, tetapi kehebatan penulis dalam mengolah gejolak pemikiran sangat menarik. Tak banyak kalimat-kalimat yang membingungkan, yang kerap ditemui di novel yang membahas perdebatan tentang sebuah ideologi. Dan ini nillia positif bagi saya dari buku ini.

Sebuah karya klasik yang memang patut bertahan, bahkan di era masa novel-novel percintaan mendominasi pasar perbukuan. Sebuah karya yang patut dicermati. 

Senin, 13 Oktober 2014

Serapium Punya Cerita

Judul: Serapium Punya Cerita
Penulis: Serapium
Editor: Puspa Sari Ayu Yudha
Jumlah Halaman: 174
Penerbit: nulisbuku

Pertama-tama, saya mau mengucapkan selamat buat teman-teman saya sesama seraper yang akhirnya bisa menerbitkan buku ini. Kumpulan cerpen yang dirangkai, akhirnya bisa terwujud dalam sebuah buku mungil dan cukup cantik covernya, dan saya suka pilihan warna birunya :)

Meski memang tak sulit untuk membuat sebuah cerpen (berdasar pengalaman saya bersama teman-teman bbi joglosemar, bisa jadi beda dengan yang dialami teman-teman seraper) tapi tentu saja, saya harus menilai buku ini apa adanya, meski seluruh penulis ini adalah sesama teman ngejunk di serapium :)

Overall, ini yang saya rasakan dari membaca tiap cerpen yang ada di buku ini:
  • Secangkir Kopi untuk Tuhan., saya suka cerpen ini. Temanya menarik. Sayang pendahuluannya bagi saya agak membosankan. Detail tentang kedai kopinya terlalu panjang, sehingga kurang mengesankan di awal cerita. Meski akhirnya bisa tertutup dengan topik yang menarik, tapi saya baru nemu asyiknya cerpen ini di pertengahan. Sayang kalau di awal kurang menarik minat.
  • Kisah di Balik Hujan. Begitu menyelesaikan cerita ini, saya lumayan takjub akan ketajiran Co, ketika berada di Jepang. Rasanya telepon antar negara itu mahal, tapi Co kok rasanya kok rajin banget nelepon Rania ya? Ok mungkin hal kecil sih, tapi kalau sebelumnya yang saya baca, biaya hidup di Tokyo itu mahal, ini menganggu pikiran saya selama membaca buku ini. Topiknya juga umum, namun sayang kurang ada nilai lebih yang bikin ceritanya menjadi lebih menarik.
  • Amy, saya pikir pola absurdnya agak menggantung. Saya memang bukan tipikal penyuka cerpen yang absurb, tapi kalau merasakan cerita yang nanggung ini rasanya berada di dua dunia yang berseberangan (lebay sih, hehehe) Tapi suka dengan kesederhanaan kata-kata yang dipakai penulis.
  • Kado untuk Alice. Cerpen ini yang paling saya sukai dalam buku ini. Maknanya dapat, ada sentuhannnya, dan dari tema sederhana bisa dirangkai menjadi cerita yang bagus
  • the Chronicle of Shapeshifter: Sayang cerita fantasi ini, bagi saya terlalu sedikit detailnya. Sehingga cerita yang bisa menjadi menarik menjadi seperti menjadi cerita yang tidak dipahami oleh pemabacanya.
  • Saat Malam Tanpa Bintang. Kesulitan saya untuk memahami cerpen ini adalah perbedaan penggunaan cara tulis yang awalnya membingungkan. Dan karena buku ini terdiri dari berbagai gaya penulisan cerpen, saya menjadi tidak fokus. Sayang, padahal isinya menarik.
  • Koleksi Tanda Tangan Penulis. Mungkin ini satu-satunya cerita non fiksi ya? Yang saya baca mungkin semacam model my diary yang dibuat agak panjang. Bukan berarti isinya jelek tapi penggunaan kata-katanya menjadikan kisahnya terlalu sederhana, dan kurang mengguggah.
  • Jika Cinta Punya Masa Berlaku. So far cerpen yang bergenre romance sudah terlalu banyak atau menjadi pakem dalam cerita (mungkin sama dengan lagu). Kelebihan cerita ini adalah penulisnya berani bermain dengan panjang cerita dan membuat ceritanya tidak membosankan. Kurangnya bnayak (ditendang penulisnya). Nggak sih, cuma ada yang bisa dibuat lebih kompleks. Endingnya saya merasa, oh gitu ya. Mungkin bisa dibuat konfliknya lebih kuat lagi.
  • Mencintaimu. Bagus tapi bagusnya nanggung. (apapula ini). Serasa, penulis cuma bermain di ide cerita yang tak biasa. Idenya suka, tapi kata-katanya datar. Kalau dilihat dari background bacaan penulisnya, bisa lkebih kaya seharusnya.
  • Senja Merah Jambu untuk Pacarku. Bermain-main dengan tema senja mestinya bisa menjadi daya tarik sendiri untuk sebuah cerita. Meski menarik, kesan setelah membaca cerpen ini adalah saya masih merasa kurang. Baik itu kurang panjang, kurang paham (resiko membaca kisah absurd), kurang mengekspore isi ceritanya. 
  • Harta Paling Berharga. Sayang kalau saya bilang, justru dibandingkan membaca karya-karya Dhia Citrahayi sebelumnya, karya ini yang paling kurang. Mungkin karena sebelumnya yang saya baca berupa nove/novelet? Entahlah. Serasa kurang di deskripsi dan kata-kata yang dipakai seolah-olah terburu-buru dirangkai untuk menyelesaikan sebuah cerita.
Saya paham, bukan hal yang mudah membuat sebuah cerita. Dan bukan berarti saya bisa membuat cerpen yang lebih baik daripada apa yang teman-teman tuliskan. Tapi dalam keadaan sebagai pembaca, apa yang saya tuliskan di atas haruslah ditulis dari apa yang dirasakan. Apalagi menilai karya teman sendiri, harus lebih obyektif. Semoga teman-teman seraper bisa lebih sukses berkarya.

Sabtu, 06 September 2014

Pelajaran Cinta untuk Caroline

Judul: Pelajaran Cinta untuk Caroline
Judul Asli: Educating Caroline
Penulis: Patricia Cabot
Penerjemah: Martha Widjaja
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Oktober 2013
Jumlah Halaman: 608
ISBN: 9789792299977

Lady Caroline, di suatu pesta mendapatkan tunangannya, Hurst, Lord Winchilsea selingkuh, bersama seorang gaadis paling cantik di London, Jacquelyn Seldon. Merasa bahwa dirinya diselingkuhi karena kepolosannya, Caroline berusaha merayu Braden Ganville, perayu paling ulng seseantore London untuk memberikan pelajaran, untuk bercinta, agar Caroline bisa berubah menjadi sosok wanita yang tak biasa-biasa saja.

Namun pelajaran itu berbahaya. Karena mereka berdua saling jatuh cinta. Dan di anatar mereka saling ada tunangan mereka yang mengetahui bahwa mereka saling jatuh cinta.

Seingat saya ini adalah buku bergenre hisrom pertama yang saya baca. Sayangnya saya tidak terlalu mendapat kesan sejarah dalam buku ini. Membacanya sendiri memakan waktu lama, kalau tak menjadi ngantuk, saya menjadi bosan. Meski demikian, saya suka dengan twist dalam buku ini, ketika Braden berusaha memegang janji dari Tommy, adik Caroline.

Romancenya sendiri, menurut saya biasa-biasatak terlalu bagus meski tak ada unsur lebay, termasuk di adegan roamntismenya. Nmaun, sayangnya saya nggak mendapat feelnya. Meski mungkin tak kapaok untuk membaca genre ini, mungkin bukan prioritas bagi saya.