Jumat, 29 April 2016

Titipan Kilat Penyihir

Judul: Tititipan Kilat Penyihir
Judul Asli: 魔女の宅急便
Penulis: Eiko Kadono
Penerjemah: Dina Faoziah & Junko Miyamoto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juni 2006
ISBN: 9792221654
Pada usia 13 bulan tahun, seorang anak penyihir harus memilih untuk apakah akan menjadi penyihir atau tidak. Apabila iya, dia harus melakukan satu tahun mandiri, lepas dari orang tua, memilih untuk hidup di sebuah kota yang tak ada penyihirnya, dan hidup selama 1 tahun. 

Kiki, putri seorang penyihir, Kokiri-San memilih untuk menjadi penyihir. Dia harus meninggalkan kotanya, untuk hidup secara mandiri. Bersama Jiji, kucing hitamnya, ia memilih kota Koriko, untuk tinggal selama satu tahun. Karena kemampuannya hanya bisa terbang dengan sapu terbang, Kiki memilih profesi sebagai pengantar apa saja, ke mana saja dengan sapu terbangnya.

Buku ini cukup menyenangkan bagi saya. Kisahnya mesti tak terasa originalnya, tetapi berhasil membuat saya tertarik dengan kesederhanaan kalimat-kalimatnya. Sayang, konfliknya terlalu sederhana, meski karena genrenya berupa cerita anak, tapi konflik yang rumit seebenarnya bisa dibangun dengan kekuatan kalimat sederhananya. Karena itu jalan ceritanya mestinya bisa lebih menarik lagi.

Sabtu, 23 April 2016

The Sherlockian


Judul: The Sherlockian
Penulis: Graham Moore
Penerjemah: Airin Kusumawardani
Penerbit: Bukuné
Cetakan: I, November 2013
Jumlah Halaman: 544
ISBN: 9786022201195

Abad 20
Arthur Conan Doyle, setelah membunuh Sherlock Holmes di air terjun Reinchenbach, harus menghadapi kasus pembunuhan gadis-gadis cantik. Penyelidikan dilakukan setelah sebuah bom hampir membunuhnya, di mana dalam bom tersebut terdapat potongan berita pembunuhan. Bersama sahabat dekatnya, Bram Stooker, Conan Doyle justru harus meniru tindakan tokoh ciptaannya sendiri, Sherlock Holmes.

Abad 21
Harold White, anggota baru Laskar Baker Street, klub pemuja Conan Doyle, menghadapi kasus terbunuhnya Alex Cale, seorang anggota unggulan Laskar, yang mengklaim telah menemukan buku catatan harian Arthur Conan Doyle. Dan ia harus mencari pembunuhnya serta buku hari tersebut yang sudah lama dicari Sherlockian berpuluh-puluh tahun.

The Sherlockian, menceritakan sosok Arthur Conan Doyle dari sisi fiksi. Meski sudah lama saya menggemari kisah Sherlock Holmes, bukan berarti saya mengetahui kisah kehidupan Arthur Conan Doyle. Menarik memang ketika akhirnya saya mendapat kisah tentang Doyle, meski dalam wujud fiksi. Penullis mampu menciptakan detail yang menarik dari London di abad 19. Deskripsi setting yang dibuat sangat bagus, saya terasa berada di London era Holmes berada.

Sayangnya mengenlai pencarian yang dilakukan oleh Harold White, menurut saya teralalu datar. Tak ada twist yang menarik, sehingga bertolak belakang dengan kisah pemburuan yang dilakukan oleh Doyle, pada setengah buku ini.

Overall, buku ini bagi seorang pecinta Holmes, akan terasa menarik. Sayangnya, adalah spoiler kisah fiksi detektif justru tersebaran di buku ini. Untung beberapa kisah yang disebut di sini sudah saya baca. Selebihnya buku ini memang tak memberikan kesan bagi saya, selain kisah kehidu pan Conan Doyle, penncita salah satu tokoh detektif favorit saya, Sherlock Holmes.

Pemenang Giveaway #BBI5thAnniversary

Akhirnya, sudah saat pengumuman pemenang. Yay. Selamat buat yang menang. Buat yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Setiap byte yang teman-teman sumbangkan dalam jawaban giveaway semoga berarti buat perkembangan minat baca di Indonesia. Siapa tahu ada yang baca jawaban teman-teman dan berbuat apa yang sudah teman-teman tuliskan? Nah itu sudah satu kebajikan, bukan?

Oh ya, saya menggunakan jasa random.org list randomizer untuk menetukan siapa pemenang untuk buku The Revenant. Dan hasilnya adalah:
selamat untuk:
Wardahtuljannah

Selamat. Dan buat kak Wardah, diminta untuk mengirimkan email alamat pengiriman ke tezarariyulianto @ gmail.com untuk alamat pengiriman. Sekali lagi selamat. Dan selamat ulang tahun BBI.
 

Jumat, 15 April 2016

Giveaway #BBI5thAnniversary



Hallo jumpa lagi dalam event giveaway. Kali ini dalam rangka ultah BBI (Blogger Buku Indonesia) yang kelima. Yay, Selamat ultah Bebi, Semoga bisa semakin maju dan sukses.



Untuk GA ini, saya menyediakan buku:

THE REVENANT oleh MICHAEL PUNKE

1823. Sungai Grand—perbatasan antara Dakota Utara dan Selatan. Hugh Glass, penjelajah berpengalaman dan ahli melacak jejak, tak menyangka masih bisa hidup. Ketika berhadapan dengan beruang grizzly, dia terluka sangat parah. Semua orang di rombongannya menyangka hidup Glass tak akan bertahan lama.
Dua orang rekan seperjalanannya diperintahkan merawat dan menunggui Glass yang sedang sekrang. Alih-alih membantu, mereka justru kabur dengan membawa semua peralatan bertahan hidup milik Glass. Pengkhiantaan itu membuat Glass bersikeras bertahan hidup demi satu tujuan: membalas dendam.
Dengan tekad kuat, Glass merangkak sejauh ratusan mil di perbatasan dataran Amerika, mengejar incarannya.
Inilah kisah mendebarkan mengenai pengkhianatan, keserakahan, juga perjuangan antara hidup dan mati—perjalanan luar biasa dari seorang penjelajah di dataran Amerika pada abad ke-19.

Caranya mudah: tinggal tulis di komentar jawaban pertanyaan saya: Menurut kamu, bagaimana cara meningkatkan rendahnya minta baca di Indonesia. Tuliskan bersama nama dan alamat email&twitter yang bisa dihubungi.
Oh iya, waktunya terbatas ya, dari 15 s.d. 21 April 2016. Dan peserta harus memiliki alamat kirim di Indonesia. Saya akan pilih pemenangnya setelah tanggal 22 April 2016. Insya Allah. SO, enjoy the giveaway dan semoga beruntung. 

Forever and Always


Judul: Forever and Always
Penulis: Jenny Thalia Faurine
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: 1, 2016
Jumlah Halaman: 220
ISBN: 9786020279688

Seva Rosella dan Renardi Avasa. Baru pertama kali berkenalana begitu mereka menginjak bangku kelas 3 di SMA. Seva pendiam, sedang Ren begitu populer di kelas. Secara unik, Ren lalu mengajak Seva untuk menjadi sahabat dekat, dengan cara mengajarkan pelajaran eksak yang tak bisa dipahami dengan baik oleh Seva. Apakah Ren jatuh cinta pada Seva? Tidak, ia terobsesi pada Anggi, kembang sekolah mereka.
 
Dan dalam persahabatan itu, Seva menyadari, ia mencintai Ren. Semua sahabat mereka di sekolah menganggap mereka berdua pacaran. Tetapi itu semata Ren memang terlalu baik kepada Seva. Setiap saat Ren mengantarkan Seva pulang, meski tak harus semotor. Mengajak belajar bersama, dan kadang memberikan kejutan-kejutan tak terduga buat Seva. 

Ini buku kedua penulis yang saya baca, setelah Love is the Answer. Kedua-duanya berkesan bagi saya, melebihi ekspektasi saya. Sehabis menghabiskan buku ini, saya sempet protes sih sama penulisnya, mengenai endingnya, hehehe. Tapi buku ini saya baca bisa sambil enjoy kok. Mmhh, meski kurang sreg ama covernya juga. Ada sih sedikit yang ganjel, seperti di halaman 99, ada dituliskan pertandingan MotoGP. Setau saya balapan bukanlah jenis pertandingan, seperti sepakbola yang harus berhadapan satu (tim) lawan satu (tim). Oh ya, konfliknya juga nanggung kalau saya lihat. Agak lebih rame kalau dipertajam sedikit

Memang belum se-wah buku-buku populer tapi mungkin ke depannya, penulis bisa mengembangkan kemampuan menulisnya. Salut buat Jenny, yang masih muda mampu menulis belasan buku.

Kamis, 31 Maret 2016

Perebutan Kursi Kosong

Judul: Perebutan Kursi Kosong
Judul Asli: The Casual Vacancy
Penulis: J.K. Rowling
Penerjemah: Esti Budihabsari,
9786029225686
Kematian Barry Fairbrother, anggota dewan kota Padford secara mendadak, menimbulkan gejolak di antara penduduk Padford. Sejarah pergolakan ditimbulkan karena penolakan sebagian besar masyarakat terhadap keberadaan Fields, sebuah lahan yang berisi penduduk limpahan dari Yarvil, kota tetangga Padford. Di mana Barry mendukung keberadaan Filelds, dengan segala permasalahan sosial yang dibawanya, untuk tetap bernaung di bawah Padford. Sementara beberapa anggota dewan lain, khususnya yang merupakan keturunan asli Pagford, mengingkan Fields untuk lepas dari tangan Padford.

Kubu penolakan yang dipimpin oleh Howard Mollison, tentu saja senang dengan meninggalnya Barry. Namun kubu yang mendukung Fields masih dinaungi oleh Pardford tidak lepas diam. Persaingan untuk mengisi kekosongan anggota dewan yang ditinggal oleh Barry langsung menjadi sebuah 'perang dingin' yang penuh dengan trik dan kebencian. Ditambah dengan kehadiran sosok anonim The_Ghost_of_Berry_Fairbrother dalam forum situs kota menciptakan kegelisahan-kegelisahan tak terperikan.  


Tak adil memang membandingkan serial Harry Potter dengan The Casual Vacacncy. Meski buku-buku itu ditulis dengan oleh tangan yang sama, JK. Rowling. Tapi saya mendapat kesamaan dari apa yang saya baca dari buku yang berbeda genre tersebut. JK Rowling mampu 'menyihir' saya sehingga bisa menikmati membaca karyanya.

Di The Casual vacancy, JKR membuat saya takjub, bagaimana dia bisa membuat sebuah kisah yang tokoh-tokohnya bisa menimbulkan kebencian. Ya, tokoh-tokoh di The Casual Vacacncy, tak ada yang putih hatinya. Kebaikan hanya sebuah minoritas sifat. Yang tertanam di tokoh-tokoh The Casual Vacancy adalah kebanyakan rasa tak suka, dengki, penghasutan, sampai cemburu. Tak pelak, buku ini memang layak dibenci buat penggemar cerita manis. 

Dan hebatnya, JK Rowlng, di bagian akhir buku ini mampu membuat saya merasa sakit. Sakit dengan bagian yang membuat saya lagi-lagi harus mengutuk Padford. Meski Padford dilukiskan seperti kota yang indah dengan alun-alun batunya, tapi kota ini bagaikan sebuah kota yang dikelilingi rasa dengki dan jahat. Tapi keseluruhan cerita The Casual Vacacncy bagi saya adalah sebuah pertaruhan JK Rowling untuk melepaskan diri dari bayangan Harry Potter. Dan setidaknya bagi saya, ia berhasil. Kalau boleh membuat kategori 1001 books you must read before you die versi saya, buku ini akan saya masukkan dalam kategori itu.

NB: Resensi ini saya ikutkan dalam PostBar #BBILagiBaca. Sayang, kesibukan membuat saya hanya 2 kali mentwitkan kegiatan baca buku ini. Yaitu:
1. akhirnya memilih buku The Casual Vacancy untuk buku hadiah dari teman-teman
2. cover The Casual Vacancy ini terlihat sederhana tapi bikin penasaran dengan isinya

Kamis, 10 Maret 2016

Ronggeng Dukuh Paruk

Judul: Ronggeng Dukuh Paruk
Penulis: Ahmad Tohari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: VII, November 2011
Jumlah Halaman: 408
ISBN: 9789792277289
 
Rasus dan Srintil. Dua anak muda asli Dukuh Paruk. Yang satu menjadi tentara, yang satu menjadi ronggeng. Dan pada Ronggeng Dukuh Paruk-lah, Ahmad Tohari berkisah tentang dua orang itu.

Sudah lama saya tak membaca buah karya Ahmad Tohari, setelah Orang-orang Proyek, yang memberi kesan mendalam bagi saya. Dan buku ini memberikan kesan yang lebih mendalam untuk saya. Kisah sebuah dukuh kecil, yang merupakan wujud kebodohan dari masyarakatnya, tetapi memiliki sebuah keseimbangan yang tak bisa dikata-katakan. Hanya sebuah bentuk kesenian daerah, ronggeng yang membuat dukuh ini begitu berwarna, begitu kaya, dibanding daerah-daerah lainnya di Kecamatan Dawuhan. 

Kemunculan Srintil sebagai primadona baru sebagai ronggeng dari Dukuh Paruk akhirnya membawa Dukuh Paruh kembali hidup tetapi kekecewaan datang pada hari Rasus. Di mana pada saat ia menemukan sosok ibunya yang hilang pada Srintil, yang memutuskan untuk mewujudkan impiannya menjadi Ronggeng secara penuh bakti. Di mana Rasus kehilangan Srintil sebagai teman mainnya.

Srintil yang menjadi ronggeng, menbjadi pelabuhan setiap lelaki yang ingin bertayub bersama dirinya. Lantas Srintil menjadi sosok yang populer, sampai pada akhirnya ketika orang-orang komunis memanfaatkannya, kejatuhan Ronggeng Dukuh Paruh tak bisa dihindarkan.


Sepenutup halaman terakhir buku ini, saya merasakan bahwa memang buku ini sangat kaya. Dan memang patut menjadi sebuah maha karya dalam kekayaan sastra Indonesia. Buku yang meliuk-liuk dengan kata-katanya, tetapi dalam. Deskriptif dengan penggambaran alam tetapi diiringi dengan kisah yang menunggu untuk dituntaskan. Sebuah epik sastra yang luar biasa. Tak heran buku ini layak mendapat acungan jempol. Dan menjadikan Ahmad Tohari, sebagai salah satu sastrawan terbaik di Indonesia.