Sabtu, 19 April 2014

Liesl & Po

Judul: Liesl & Po
Penulis: Lauren Oliver
Penerjemah: Prisca Primasari
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, April 2013
Jumlah Halaman: 320
ISBN: 9789794337127

Sepeninggal ayah kandungnya yang meninggal karena diracuni oleh ibu tirinya, Liesl dikurung di loteng rumahnya. Namun beberapa hari kemudian, muncul sosok hantu, Po dan Bundle.

Di saat yang bersamaan, Will yang sering melihat sosok Liesl di loteng rumah, melakukan kekeliruan besar. Sihir seorang alkemis, gurunya tertukar tak sengaja dengan abu ayah Liesl. Padahal sihir yang dibawa oleh Will adalah salah satu sihir terkuat, yang bisa mengihidupkan yang mati, yang akan dipersembahkan kepada Ladi Premiere. 

Bersama Liesl, Po dan Bundle, Will akhirnya melarikan diri. Mereka berpetualang dengan misi membawa abu ayah Liesl ke samping makam ibu Liesl, sesuai keinginan ayah Liesl. Di tengah jalan, ada rintangan-rintangan yang harus dihadapi


Saya sempat kurang menyukai Delirium, karya Lauren Oliver yang sangat ngehits. Tapi akhirnya dengan membaca buku ini, saya akhirnya menjadi suka akan karya Lauren Oliver. Ya, karya dia yang satu ini membuat saya mengacungkan jempol untuk buku ini.

Ceritanya bagus terkonsep dan illustrasinya keren. Eksekusi kalimatnya juga enak dibaca meski ini juga terdorong terjemahan yang apik. Kisah Liesl ini sederhana namun bagi saya sangat memikat.

Kamis, 17 April 2014

Seraphina

Judul: Seraphina
Penulis: Rachel Hartman
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Mei 2013
Jumlah Halaman: 544
ISBN: 9789792296211

Seraphina Dobegh mempunya rahasia yang tak bisa dia ungkapkan kepada umum. Di tengah kerajaan Goredd, di mana manusia dan naga menjalin perjanjian damai hampir selama empat puluh tahun, terjadi sebuah kericuhan yang hampir memicu retaknya perjanjian damai tersebut. Salah satu pangeran kerajaan, Rafus ditemukan tewas, di mana kecurigaan langsung menguat terhadap kaum naga sebagai pembunuh.

Bersama Pangeran Lucian Kiggs, Seraphina yang awalnya hanya seorang pemusik istana, berusaha mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut, di tengah perayaan perjanjian damai, di mana di saat itu juga, keamanan Jenderal Ardmagar Comonot terancam juga oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan perdamaian terus berlangsung.


Konsep naga yang bisa berubah wujud menjadi manusia, baru kali ini saya baca. Dan ini mengakibatkan saya agak pening ketika penulis di awal-awak bagian menciptakan dua dunia yang seolah-olah berdiri sendiri namun dengan kemampuan naga bertransformasi ke wujud manusia menjadi bagian yang membuat bingung. Apalagi ketika Seraphina mulai terganggu dengan adanya visi. Apalagi saya buta dengan istilah musik yang disajikan oleh penulis dalam buku ini.

Namun demikian di pertengahan cerita saya bisa stay on dengan kisah Seraphina. Sedikit kebingungan di awal buku mulai teruraikan meski kadangkala saya harus mengerutkan kening ketika penjabaran visi Seraphina terurai di halaman buku.

Kekuatan buku ini menurut saya ada pada hal-hal tak umum ketika Rachel Hartman membuat cerita tentang dunia naga yang tak umum namun dilingkupi dengan cerita yang akhirnya menarik, sehingga saya tak perlu khawatir di akhir cerita akan terus mengerutka kening. Eksekusi idenya bagus sekali treutama di sebagaian terakhir buku ini. Dan yang saya takutkan, kalau tokoh Seraphina akan terasa galau sekali sedikit tak terbuktikan. Dan yang pasti, saya menjadi orang yang menunggu kelanjutan buku ini.

Rabu, 16 April 2014

Wishful Wednesday #74

Jumpa lagi di wishful wednesday. Hari rabu berangan-angan. Semoga dengan memajang buku impian bisa terpenuhi :)

Minggu ini mau majang, buku yang sepertinya sudah amat jarang ditemui di toko buku yaitu:

 Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa
by
Kumpulan prosa karya Linus Suryadi ini sebagai karya puncak lewat Pariyem, seorang babu asal Wonosari, Gunung Kidul. Dalam karya ini, Linus -sebagai seorang kejawen- membeberkan beragam segi kebudayaan Jawa: dari soal doa sampai dosa, dari soal falsafah hidup sampai sex, dari soal wayang sampai sikap kebangsawanan.

Semua termaktub dalam prosa tanpa kehilangan rasa humor dan wajar. Bahkan soal sex, Linus dengan berani menggambarkan agak telanjang, namun tidak terjebak dalam kevulgaran. Sopan, rapih, indah dan cerdas. Sebuah karya yang mengagumkan.
Sudah lama saya pingin menyoba genre buku yang agak beda dengan yang saya baca. Salah satunya buku ini. Sayang dulu belum sempat membeli buku ini dan sekarang buku ini sudah sulit ditemui di mana-mana. Semoga suatu saat bisa menemukan buku ini dengan harga murah, hehehe.

Yuk ikutan share buku impianmu dengan ikut meme Wishful Wednesday ini dengan cara:

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)

Kamis, 10 April 2014

Last Tango in Paris

Judul: Last Tango in Paris
Penulis: Robert Alley
Penerjemah: Rama Romindo Utomo
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, Januari 2011
Jumlah Halaman: 256
ISBN: 9789790242388

Paul, laki paruh baya asal Amerika, baru saja ditinggal mati bunuh diri istrinya, Rosa dan mendapatkan warisan sebuah hotel kecil. Jeanne, seorang gadis asli Prancis, sebentar lagi akan menikah dengan Tom, seorang sutradara. Paul dan Jeanne bertemu di sebuah stasiun kereta, berlanjut dengan pertemuan tak sengaja keduanya ketika hendak menyewa apartemen di Rue Jules Verne. 

Pertemuan keduakalinya menimbulkan gejolak nafsu di anatara keduanya. Beberapa kali mereka berdua melampiaskan nafsu di apartemen tersebut. Dan hubungan tersebut berjalan aneh karena mereka tak saling mengenal nama satu sama lain, juga tidak mengenal masing-masing.


Buku yang diangkat dari film dengan judul yang sama ini membuat saya beberapa kali harus berkerut kening. Bukan karena adegan seksualnya. Adegan seksualnya memang dibuat sehalus mungkin dalma edisi terjemahan ini, tetapi keabsurbannya. Bukan tipe buku yang jalan ceritanya jelas. Cerita akan berlarian ke sana kemari. Namun sayangnya, saya tidak begitu suka dengan tipikal absurbnya.

Tak mudah untuk menuntaskan buku ini. Saya sendiri belum menyaksikan filmnya, namun belum merasa tertarik untuk menontonnya. Dan ya, saya tak berharap banyak, mungkin untuk filmnya.

Rabu, 09 April 2014

Wishful Wednesday #73

Selamat hari rabu (padahal postingnya selasa karena rabu ini libur pemilu), hehehe. Selamat memilih wakil rakyat. Semoga yang terpilih tak hanya memberikan angan-angan palsu belaka tapi mau merubah Indonesia ke arah yang lebih baik.

Untuk wishful wednesday, Minggu ini mau majang buku impian:
Dona Flor dan Kedua Suaminya karya Jorge Amado

Vadinho, suami Dona Flor, tewas saat menari di pesta karnaval jalanan. Dona Flor bersedih atas kematiannya, tapi teman-teman dan keluarganya menganggap kematian Vadinho sebagai kesempatan bagi Dona Flor untuk menemukan kebahagiaan karena Vadinho suami tak bertanggung jawab.

Dona Flor, seorang pakar seni kuliner, kemudian menerima lamaran Teodoro, seorang dokter terkemuka yang memperlakukan Dona Flor layaknya ratu. Namun, ternyata Teodoro tak sehebat Vadinho dalam soal asmara sehingga membuat Dona Flor kecewa.

Setahun setelah kematian Vadinho, lelaki itu muncul kembali di hadapan Dona Flor. Hanya Dona Flor yang bisa melihat sosok roh Vadinho, orang lain tidak. Vadinho ingin kembali menjalin asmara dengannya. Dona Flor menolak karena kini dia telah menikah dengan Teodoro dan ingin setia. Namun, Vadinho terus merayunya untuk bersedia hidup seranjang dengan dua suami, yang satu berwujud, yang satu tak kasatmata.

Dapat dibaca juga sebagai potret tragedi-komedi masyarakat penggemar gosip, inilah sebuah novel unik yang lucu, menggemaskan, bikin penasaran, menyentuh hati, sekaligus indah dinikmati yang ditulis oleh salah satu novelis terhebat di dunia, Jorge Amado, pengarang Brasil yang kerap dicalonkan sebagai pemenang Hadiah Nobel Sastra.

Begitu baca sinopsisnya, jadi penasaran. apalagi saya belum banyak menjelajahi karya sastra dari penulis Amerika latin. Semoga terkabul :)

Yuk ikutan ww, dengan cara:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)

Senin, 07 April 2014

Roma

Judul: Roma Con Amore
Penulis: Robin Wijaya
Editor: Ibnu Rizal
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: I, 2013
Jumlah Halaman: 372
ISBN: 9789797806149

Leonardo Halim, berhasil mengikuti pameran lukisan di galeria Giovanni, di Roma, Italia. Di saat itu dia bertemu dengan Felice Patricia, staf KBRI yang karena kecerobohannya, hampir menghilangkan lukisan Leo, Tedak Sinten, yang dibeli oleh KBRI. Pertemuannya dengan Felice itu terulang di Bali, di saat Felice menghadiri pernikahan kakaknya, Ana dan Leo menghadiri undangan rekannya Dewa, untuk turut serta berpartisipasi dalam pameran seni rupa di Bali.

Meskipun sudah memiliki Marla, tapi perasaan Leo terhadap Felice terus semakin tumbuh. Pun demikian dengan Felice, meski sudah memiliki Franco, seorang pemain bola di Italia, perasaannya terhadap Leo terus berkembang. Dan hubungan Leo dan Felicia ternyata tertangkup dalam sebuah lukisan milik Leo.


Untuk pertama kalinya saya membaca buku yang termasuk Setiap tempat Punya Cerita (STPC). Bagi kalangan penggemar kisah romans, seri ini sepertinya termasuk seri yang sayang untuk dilewatkan. Saya membaca buku ini, merasa sebenarnya belum ada hal yang istimewa. Hanya seting cerita yang berbeda. Dan istilah-istilah dari bahasa yang dipakai di setting cerita, banyak bertebaran.

Meski fokus cerita tak hanya berputar pada hubungan Leo dengan Felice, sangat disayangkan tambahan konflik tak membuat greget cerita bertambah. Dan sekali lagi saya hanya menemukan kisah cerita dengan konsep yang mirip, dalam berbegaia buku genre romance.

Oh ya, ada satu hal yang sangat disayangkan yaitu penyebutan fans Inter Milan di buku ini sebagai Milanista. Ehm, sebagai Milanisti, saya tau dong klub apa yang digemari oleh Milanisti.

Sabtu, 05 April 2014

Monggo Mampir

Judul: Monggo Mampir
Penulis: Syafaruddin Murbawono
Desain Sampul dan Isi: Bintang Hanggono
Fotografer: Bambang Tri Atmojo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juli 2009
Jumlah Halaman: 264
ISBN:  9789792240870

Yogya. Sebuah kota yang sangat mengesankan. Sebagai kota pendidikan dan pariwisata, Yogya menawarkan hal-hal yang berkesan untuk penduduk dan pengunjungnya. Salah satyunya dari sektor pariwisata makanannya. Banyak rumah makan-rumah makan di Yogya dan beberapa di anataranya menyajikan makanan yang sedap. Syafaruddin Murbawono, merangkum beberapa di antaranya dalam buku ini: Monggo Mampir.

Dibagi menjadi 21bagian, di mana tiap bagian mewakili satu jenis makanan, penulis menggandeng seorang seniwan Butet Kertaradjasa untuk mampir dahar dan mengomentari masakan di rumah makan-rumah makan tersebut. Di tiap rumah makan ada sedikit analisis, berisi alamat, menu, dan kadang sejarah dan sedikit perbincangan dengan pemiliknya.

Ditambah foto-foto yang menarik, desain isi yang cantik, serta kertwas berwana membuat buku ini terlihat cantik luar dalam. Kekayaan isinya pun lumayan variatif dan banyak. Beberapa warung makan saya baru tahu dari buku ini. Dan enaknya, buku ini pun dilengkapi dengan peta di bagian akhir buku ini, sehingga bisa menjadi petunjuk praktis bagi yang ingin berwisata kuliner di Yogyakarta dan sekitarnya.

Sayangnya, ulasan yang tak seragam di tiap bagian membuat saya kadang seperrti kurang merasakan detailnya. Ada rumah makan yang diulas panjan lebar, ada yang hanya sedikit sekali. Di luar itu, pembahasannya kurang variatif, tak berbeda jauh dengan buku-buku travelling biasa. Lepas dari kekurangannya, buku ini sebenarnya bisa menjadi petunjuk, bahwa Yogyakarta dengan kekayaan wisata kulinernya, tak akan tenggelam dalam kemajuan tempat-tempat pariwisata modern semacam mall ataupun fast food restaurant. Sebuah kekayaan, yang selalu menakjubkan.