Jumat, 25 Juli 2014

Day of the Predator

Judul: Day of the Predator
Penulis: Alex Scarrow
Penerjemah: Desy Natalia
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: I, 2014
Jumlah Halaman: 450
ISBN: 9786020232478

Liam, Maddy, Sam kini berjibaku akan sebuah misi untuk menyelamatkan mesin waktu. Ada usaha untuk membunuh Edward Chan, penemu teori yang memungkinkan terciptanya mesin waktu. Namun ketika Liam, berusaha menuntaskan misi, mencegah pembunuhan Edward, Maddy malah membuka lubang waktu dan membuat Liam terlempar ke jarak waktu puluhan juta tahun yang lalu.

Kesulitan harus ditemui Maddy untuk mengembalikan kembali Liam. Dia harus tahu di mana dan kapan Liam terlempar. Yang bisa dilakukan hanya menunggu bagaimana Liam mampu meninggalkan pesan kepada Maddy dan Sal mengenai tempat dan lokasi, lalu bagaimana caranya dengan ketiadaan sarana?


Lagi-lagi Alex Scarrow membuat kisah yang menegangkan setelah buku pertama serial ini, Time Riders. Saya bisa menangkap ketegangan dan keseruan buku ini. Cerdas sekali Scarrow membuat kerangka cerita. Meski alur logika perjalanan waktunya maish agak membingungkan, karena sejatinya mesin waktu beneran memang tidak ada, tapi kisahnya cukup seru.

Selain itu, keberanian Scarrow menciptakan makhluk baru dalam buku ini, membuat cerita tak kaku, dengan ditambah bumbu perjalanan waktu yang temanya memang sudah saya sukai, menjadikan buku ini menarik bagi saya.

Oh ya, twist terahir sukses membuat saya terpana. Meski membuat pusing tapi jadi penasaran dengan kelanjutan bukunya.

Salahkan Bintang-bintang

Judul: Salahkan Bintang-bintang
Judul Asli: The Fault in Our Stars
Penulis: John Green
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Editor: Prisca Primasari
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, Desember 2012
Jumlah Halaman: 424
ISBN: 9786029225587

Siapa sih yang kepingin mengidap kanker? Nggak ada. Tapi apa yang harus kita lakukan di saat vonis kanker jatuh untuk kita? Menyelami bagaimana seorang penderita kanker yang tahu bahwa hidupnya akan berakhir dalam waktu yang cepat membuat kisah hidup penederita kanker terasa menyentuh....

Hazel Grace dan Augustus Waters. Dua orang pengidap kanker. Dipertemukan dalam sebuah perkumpulan penderita kanker. Kisahnya sederhana, mereka saling jatuh cinta. Dan seperti yang ditebak, buku ini menceritakan kepedihan dan kenangan kisah cinta mereka.

"Dunia bukanlah pabrik pewujud keinginan."
Meski saya sudah menyebut kalau jalan cerita bisa ditebak tapi kemasan buku ini yang akhirnya membuat saya menyukai buku ini. Kisah yang mungkin sedikit lebih menyentuh realitas, bahwa kadangkala tidak semua pengidap kanker harus mendapat apa yang dia inginkan, mungkin karena belas kasihan orang lain. Dan yah, tipikal remaja Amerika kental terasa di sini, tak beda jauh dengan novel-novel atau acara televisi di sana tapi penulis, John Green, menurut saya cukup cerdas, membuat cerita yang tak biasa saja. Apa yang John Green tulis adalah kehidupan :)

Kalau bisa dibilang, edisi terjemahan ini memang banyak menuai kritikan dari 3 sisi, judul trejemahan, cover, dan hasil terjemahan. Untuk dua poin awal, saya memang setuju. Covernya kurang menunjukkan isi buku, dan ya terlalu kekanak-kanakan. Dan saya juga bingung dengan maksud terjemahan, Salahkan Bintang-bintang. Mungkin kalau kesulitan mencari padanan judul yang tepat, bisa menggunakan judul aslinya saja. Untuk terjemahan, saya pikir masih bisa mengikuti tanpa kesulitan, meski hal ini bersifat subyektif, berbeda dengan pembaca yang lain.

So far, meski saya belum menyaksikan filmnya, saya sudah mempu berimajinasi tentang kisah TFIOS. Sebuah karya yang bagi saya menyentuh, dan saya sendiri memberikan apresiasi untuk karya yang ini.

Kamis, 24 Juli 2014

The Enchantress

Judul: The Enchantress
Penulis: Michael Scott
Penerjemah: Mohammad Baihaqi, Lisa Indriyana Yusuf
Editor: Jia Effendi
Penerbit: Matahati
Cetakan: II, 2013
Jumlah Halaman: 634
ISBN: 9786028590426

Akhirnya terungkap jati diri asli orang tua sepasang kembar yang diramalkan, Josh dan Sophie Newman. Dan mereka harus berkumpul dengan orang tuanya pada kejadian yang silam, masa sebelum kehancuran Dana Talis. Di mana peperangan di tengah alam bayangan dan antar tetua kuno dan humani menjadi sebuah pertarungan yang mengkhawatirkan akan terjadinya kepunahan spesies humani.

Sementara Nicholas dan Paranelle Flamel harus berjuang di hari terakhir hidup abadi mereka, menghalau serangan monster-monster jahat yang disebarkan para Tetua Kuno di kota San Fransisco dari pulau Alcatraz, di mana bantuan Prometheus dan Niten pun tidak memadai. Akankah dunia akan hancur?
 
 
Sayang, kisah terakhir dari serial The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel ini menjadi antiklimaks bagi saya. Tak ada lagi suspense yang saya rasakan di tengah cerita. Masih ada twist-twist yang berkelibat tetapi tak cukup menjadikan cerita terakhir serial ini menjadi lebih menarik. 

Meski saya masih tetap menyukai bagaimana Scott mampu membuat interaksi cerita yang membuat penasaran, di tengah berbagai mahkluk mitologi dan juga jalan cerita yang membutuhkan kekonsistenan perjalanan dan plot cerita. Dan untuk itu saya angkat jempol, malah menambah satu bintang untuk rating buku ini di goodreads.

Endingnya cukup mengejutkan. Tetapi menurut saya seolah menjadi jalan terlalu pintas oleh Michael Scott. Karena di beberapa lembar terakhir buku ini, saya malah agak bingung dengan kurang up-nya konflik dalam buku, ternyata diakhiri dengan twist yang sepertinya membuat saya ingi melempar buku ini. So far, untuk sebuah serial, memang saya nilai masih snagat menarik untuk diikuti. :)

Moga Bunda Disayang Allah

Judul: Moga Bunda Disayang Allah
Penulis: Tere Liye
Editor: Andriyati
Penerbit: Republika
Cetakan: XVI, Feb 2013
Jumlah Halaman: 306
ISBN: 9786028997652

Melati, gadis cilik berusia 6 tahun mungkin akan mengundang iri anak-anak kecil seusianya. Ayah bundanya, Tuan dan  bunda HK, adalah orang tua terkaya di kota. Namun kendala fisik yang dimiliki Melati, tuli dan bisu, membuat dia menjadi sosok yang tak mengenal kesopanan, etika, nilai, maupun sebuah kehidupan normal sebagaimana anak-anak seusianya. Berbagai dokter ternama sudah dipanggil namun kesimpulan mereka hanyalah agar Melati dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Tapi, Melati bukan sakit jiwa.

Di lain tempat, Karang seorang pemuda cemeralng mencintai dunia anak-anak, harus tenggelam dalam kenyataan buruk yang membuat dia jatuh secara mental. Selama tiga tahun dia jatuh ke dalam kehampaan hidup. Nmaun tergerak akan keinginan mendidik Melati, sedikit demi sedikit Karang melakukan perubahan. Meski cara yang dia lakukan untuk mendidik Melati sangatlah keras, dan ditentang oleh tuan HK. Di sisi Bunda HK, yang ada hanyalah harapan, agar takdir yang menjadi bebak bagi mereka sekeluarga bisa terangkat.

Bagian awal, saya agak kesulitan dengan cara Tere Liye bertutur. Tapi dalam beberapa bab berikut, saya sudah bisa menikmati cara Tere Liye bertutur. Bagi saya, Moga Bunda Disayang Allah akhirnya menyajikan sebuah kisah sederhana yang memikat. Menakjubkan. Saya menjadi terharu, iya, sedih.... Sebuah kisah pergulatan batin seorang bunda di saat mendapatkan musibah, seorang anak dengan kendala fisik maupun mental. Berat sekali apa yang ditanggung seorang bunda. Dan Tere Liye mampu membuat kisah ini menjadi sebuah kisah yang menyentuh. 

Bukan bahasa yang lembek. Beberapa kata saya lihat terlalu keras. Tapi semua ini membuat buku ini semakin kompleks dengan kerangka kisah yang sederhana, membuat buku ini menjadi luar biasa, meski saya kurang menyukai cover edisi film buku ini, sebagai kelemahan dari buku ini.

Rabu, 23 Juli 2014

Wishful Wednesday #87

Akhirnya pilpres selesai perhitungan. Selamat buat presiden baru, buat pasangan Jokowi JK, semoga mau membuat dunia buku di Indonesia menjadi lebih baik. Saat ini saya cuma bis abermimpi memiliki buku-buku bagus, hehehe, tapi tak lupa pula memajangnya di WW.

Minggu ini, mau majang buku ini:
Misteri Pulau Setan (Trio Detektif #1) Karya Robert Arthur


Menemukan rumah berhantu untuk dijadikan lokasi pembuatan film kedengarannya menarik sekali! Apalagi itu bisa membuat biro penyelidikan Trio Detektif terkenal. Dan sepertinya, Terror Castle atau Puri Setan—yang tak berani dihuni siapa pun selama lebih dari dua puluh tahun—tempat yang sempurna. Katanya di sana ada hantu biru yang bermain orgel, kabut kengerian, bahkan jeritan menyeramkan yang sanggup membuat orang terberani sekalipun lari tunggang langgang. Apa—atau—siapa yang menghantui puri tersebut? Trio Detektif bertekad menyelidiki misteri di balik Puri Setan sampai tuntas!
Ini buku masa kecil saya. Trio Detektif dengan kartu nama bertandatanya, salah satu bacaan favorit saya semasa kecil. Makanya pingin koleksi, dulu cuma baca pinjam saja/rental, hehehe

BUat yang punya impian memiliki buku bagus, ikutan yuk WW, dengan cara:
  1. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  2. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  3. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)

Rabu, 16 Juli 2014

Wishful Wednesday #86

Rabu lagi! Wishful Wednesday lagi berarti :) Senangnya bisa posting buku impian, apalagi sang host memberikan giveaway (kali ini disponsori oleh Aul). Yay!!!!

Minggu ini mau majang bukunya John Green yang baru saja diterjemahkan oleh salah satu teman di BBI, ndari

Mencari Alaska
Sebelum. Miles "Pudge" Halter sangat suka kata-kata terakhir yang terkenal dan bosan dengan kehidupannya yang biasa saja. Ia masuk sekolah berasrama Culver Creek untuk mencari apa yang disebut penyair Francois Rabelais sebagai "Kemungkinan Besar". Hidupnya jungkir balik di sekolah itu, yang kadang gila, tidak stabil, tak pernah membosankan. Sebab di sana ada Alaska Young, yang menawan, pintar, lucu, seksi, kacau, dan sangat memikat. Alaska menarik Pudge memasuki dunianya, melontarkannya ke dalam "Kemungkinan Besar", dan mencuri hatinya.

Sesudah. Segalanya tak pernah sama lagi.
  http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/2010000259511/looking-for-alaska-mencari-alaska.html
 
Kenapa buku ini? Selain karena diterjemahka oleh rekan BBI, saya suka buku John Green yang The Fault in Our Star, semoga buku ini sama-sama bagusnya atau lebih bagus lagi.
 
Yuk pajang buku impianmu. Siapa tahu minggu ini bisa menang giveawaynya, atau siapa tahu terkabul oleh orang yang membaca postingan WWnya :)
 
Caranya:
 
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)

Rabu, 09 Juli 2014

Wishful Wednesday #85

Halo, selamat berjumpa lagi dalam impian memiliki buku idaman. Kali ini wishful wednesday kembali saya post terjadwal karena kesibukan. Tapi esensinya tetap sama, tetap semangat ngeblog dan tiap minggu pajang buku impian (dan doa semoga trekabul, hehehe)

Minggu ini mau majang buku:
Every Dead Thing karya John Connolly
Mantan detektif NYPD, Charlie Parker senantiasa dihantui rasa bersalah atas peristiwa pembantaian istri dan anak perempuannya yang belum terpecahkan. Jiwanya yang tersiksa dipenuhi penyesalan dan hasrat membalas dendam. Tetapi ketika mantan-rekannya meminta bantuan untuk melacak seorang gadis yang hilang, Parker pun dibawa ke jantungnya suatu kejahatan terorganisir; kepada seorang perempuan yang tinggal di tepi rawa-rawa Louisiana dan bisa mendengar suara orang-orang mati; serta kepada seorang pembunuh berantai yang hanya dikenal dengan julukan si Pengembara.

Sudah lama menjumpai buku ini di rak obralan gramedia. Sebenarnya tertarik sih tapi harganya setelah diskon pun masih mahal. Semoga ada kejaiaban sehingga bisa memiliki buku ini :)

Yuk ikutan ww, dengan cara:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlist-nya di hari Rabu =)