Sabtu, 02 Mei 2015

Lucky No 15 Reading Challenge Wrap Up Post

Yay, akhirnya bisa juga baca minimal satu dari tiap kategori Lucky No 15 RC. Ternyata setelah progres, yang dibaca belum/tidak sesuai dengan yang direncanakan di Master Post, tapi moga-moga apa yang direncanakan bisa ikut terbaca juga. Sebenarnya masih mau nambah sih tapi akan segera diupdate. Buku yang udah dibaca untuk kategori-kategori tersebut adalah:
1. Chunky Brick: Grab that book with more than 500 pages that you’d always been afraid to tackle. You know you can do it! -The Geography of Bliss by Eric Weiner
2. Something New: Just purchased a book lately? Don’t let it buried in your stacks, read it now! -Hidup by Yu Hua
3. Something Borrowed: Read a book that you borrowed from someone else. Don’t make the owner waiting forever for you to finish it. (Books borrowed from friends, libraries, or even rental places, are allowed) -The Man Who Love Books So Much by Allison Hoover Bartlett (pinjem dari kak Cindy - Reading between the Pages ^^)
4. It’s Been There Forever: Dig your TBR pile and read a book that has been there more than a year. It’s time for you to appreciate it :) -Les Misérables by Victor Hugo
5. Freebies Time: What’s the LAST free book you’ve got? Whether it’s from giveaway, a birthday gift or a surprise from someone special, don’t hold back any longer. Open the book and start reading it now :D -The Atlantis Gene by A.G. Riddle
6. Bargain All The Way: Ever buying a book because it’s so cheap you don’t really care about the content? Now it’s time to open the book and find out whether it’s really worth
your cents. -Segenggam Gumam by Helvy Tiana Rosa (dapat dengan harga Rp 5.000,00 saja di sebuah pameran buku)
7. Favorite Color: Pick a book from your shelf which has your favorite color for its cover! Is it pink, red or black? You decide. -Papap, I Love You by Sundari Mardjuki (suka dengan warna biru langitnya)
8. First Initial: Read a book that has been written by an author whose first initial is the same with you (Example: My name is Astrid, and I can read anything written by Agatha Christie, Aesop, Arthur Conan Doyle, etc) -Kastel Awan Burung Gereja by Takashi Matsuoka, Jembatan Musim Gugur by Takashi Matsuoka
9. Super Series: Read one (or more!) books that belong in a series, it can be trilogy, or tetralogy, or anything. -Anak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta Toer (dari seri Tetralogi Buru, #2)
10. Opposites Attract: Read a book that’s been written by a writer whose gender is different from your own. - Yang Hilang by Gillian Flynn
11. Randomly Picked: Ask someone else (a friend, your spouse, even your kids!) to randomly pick a book from your TBR pile. Don’t complain whatever they choose for you, just read it :) -Korupsi by Tahar Ben Jelloun (dipilihkan oleh kak Cyn - Reading between the Pages. Sebenarnya masih ada 1 buku lagi, Pride and Prejudicenya Jane Austen, yang dipilihkan oleh kak Linda-Reading with Archuleta, cuma karena bukunya lagi tidak di tangan, akan segera dibaca dan direview setelah kiriman dari teman datang. Gomen).
12. Cover Lust: Grab a book from your shelf that you bought because you fell in love with the cover. Is the content as good as the cover? -Singgah by Jia Effendie (ada gambar pesawat, kereta, kapal dan bis)
13. Who Are You Again?: You’ve never read a book from this author, maybe you haven’t even heard his/her name before. But who knows? Maybe he/she will become your new
favorite author! -Jakarta! by Christophe Dorigne-Thomson
14. One Word Only!: Read a book that only has one word for its title (number is allowed as long as it’s only consisted of one word, e.g:
1, 2, 11). -Katalis by Laurie Halse Anderson
15. Dream Destination: Read a book that has setting in a place you’ve never visited before– but would like to if you have a chance. Could be real places or even fictional! -Norwegian Wood by Haruki Murakami, Shocking Japan by Junanto Herdiawan (Jepang!)

Kamis, 30 April 2015

Shocking Japan

Judul: Shocking Japan
Penulis: Junanto Herdiawan
Editor: Sophie Mou & Ikhdah Henny
Penerbit: B first
Cetakan: II, Oktober 2012
Jumlah Halaman: 162
ISBN: 9786028864640

Jepang, bagi sebagian orang merupakan tanah yang ingin dituju. Negara maju ini, memang memiliki banyak daya tarik yang memikat berbagai kalangan dari beberapa penjuru dunia, termasuk Indonesia, untuk bisa mengunjunginya, baik itu untuk berwisata, berkerja ataupun bersekolah. Junanto Herdiawan, seorang warga negara Indonesia, yang berkerja di Indonesia telah menuliskan beberapa episode kehidupannya ketika tinggal di Jepang, dalam blog pribadinya. Beberapa kumpulan tulisannya dibukukan dalam bukiu Shocking Japan: Sisi Lain Jepang Yang mengejutkan.

Buku ini terbagi dalam 4 bagian: Tak disangka-sangka, Perlu Tahu Nih!, Bukan Kuliner Biasa, dan belajar dari Sini Yuk. Dari tiap bagian yang dari judulnya sudah kelihatan maksudnya, kita bisa membaca beberapa postingan penulis terkait isi bagiannya.

Awalnya, saya merasa buku ini snagat menarik untuk dibaca, dari judulnya sudah membangkitkan rasa penasarean saya, untuk lebih mengetahui Jepang lebih dala lagi. Apalagi ditulis oleh sama-sama orang Indonesia, yang setidaknya sudah paham tentang Indonesia, sehingga isi bukunya bisa lebih ekploratif pada hal-hal yang belum/tidak ditemui di Indonesia.

Memang isinya adalah hal-hal yang tidak dijumpai di Indonesia. Sayangnya, buat yang sudah sering membaca tentang Jepang, entah novel, manga, anime dan lain-lainnya, isi bukunya hanya sedikit memberi pengetahuan baru tentang Jepang. Dan akibatnya tidak memberikan isi yang mengejutkan, sebagaimana judulnya. Memang, rasanya buku ini menjadi hambar, tapi mungkin bagi orang yang awam akan Jepang, bisa lebih bermanfaat. Ada sih satu dua hal yang baru saya ketahui, seperti es krim tertinggi di dunia, hari belut nasional. Tapi efek kejutannya tak terasa.

Yang patut mendapat acungan jempol, buku ini mengangkat sosok orang Indonesia yang berhasil di Jepang dan orang Jepang yang mencintai Indonesia, sampai-sampai membuat restoran khas masakan Indonesia. Bangga jadinya, sebagai warga negara Indonesia.

Rabu, 15 April 2015

Korupsi

Judul: Korupsi
Judul Asli: L'Homme Rompu
Penulis: Tahar Ben Jelloun
Penerjemah: Okke K.S. Zaimar
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, November 2010
Jumlah Halaman: 236
ISBN: 9789790240735

Murad, insinyur lulusan Prancis berkerja di kementerian Pekerjaan Umum Maroko. Jabatannya cukup tinggi, namun sikap hidup lurusnya membuat dia hidup miskin. Padahal asistennya, Haji Hamid hidup dengan gelimpangan harta karena mau untuk disogok. Beberapa kali Hamid dan Direktur, atasan Murad, berusaha merayu Murad untuk mau menerima sogokan-sogokan berbagai jenis bentuk. Dari amplop, sampai domba di saat idul Adha.

Namun Murad memiliki hati yang keras. Meski demikian sang istri, Hilma, justru tak suka dengan kehidupan miskin yang dibawa oleh suaminya. DItambah salah satu anaknya yang sering jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar membawa godaan bagi Murad. Dan makin lama, hati Murad akhirnya goyah, apalagi ketika dia berkeinginan untuk menikahi Nadia, saudara sepupu jauhnya. Akankah Murad akhirnya tergoda untuk melakukan korupsi?


Kisah Murad dalam buku Korupsi ini diangkat oleh penulis sebagai penghormatan kepada penulis Indonesia, Pramoedya Ananta Toer yang telah melahirkan buku Korupsi. Saya belum pernah membaca buku Korupsi karya Pram sehingga tak bisa membandingkan dengan buku ini, meski demikian saya merasa intinya sama, tentang kebiasaan korupsi yang membuat negara semakin terperosok dalam kemiskinan.

Buku ini diceritakan dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Dengannya saya mengharapkan kisha pergulatan batin yang lebih hidup. Namun sayang, akhirnya saya lebih banyak mendapatkan banyak ceracauan dari tokoh Murad sehingga membuat buku ini terkesan membosankan. Kurangnya dialog dalam buku ini juga membuat buku ini terasa lebih kering.

Meski demikian, tema yang diambil sangatlah menarik. Ini yang mungkin jarang diambil sebagai topik utama dalam sebuah novel. Terjemahannya bagus dan saya suka juga dengan covernya. Meski demikian, karena mungkin eksekusinya yang saya kurang sukai membuat saya kurang bisa menikmati buku ini. Ter5lepas dari itu, saya menjadi penasaran dengan buku Korupsi-nya PAT.

Selasa, 14 April 2015

Anak Semua Bangsa

Judul: Anak Semua Bangsa
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Editor: Astuti Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Cetakan:  13, September 2011
Jumlah Halaman: 540
ISBN: 9789799731241

Sesudah kehilangan Annelies, kehidupan Minke berubah total, menjadi terpuruk. Menulis pun sudah tak mau ia lakukan. Beruntung dorongan kuat dari sang mertua, Nyai Ontosoroh, serta sahabatnya Jean Marais, dia mulai berkeinginan untuk menulis lagi. Persentuhannya dengan tokoh pergerakan dari China, Khouw Ah Soe, membuat dia memiliki kesadaran.

Namun apa yang dia tuliskan, kehidupan petani sawah yang terampas hak kepemilikan sawahnya oleh pabrik gula di Tulangan, Sidoarjo ternyata mengakibatkan pertentangan. Di sinilah Minke mulai tergerak untuk memperjuangkan bangsanya sendiri.
“Dengan rendah hati aku mengakui, aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman, yang telah lewat dan yang sekarang. Tempat dan waktu kelahiran, orangtua, memang hanya satu kebetulan, sama sekali bukan sesuatu yang keramat”
 

Sebenarnya kisah Minke di seri ke-2 tetralogi Bumi Manusia ini sangat sederhana. Awalnya saya merasa jenuh. Namun kekuatan Pram mengolah kata membuat buku ini akhirnya membius saya ketika membaca di sebagian akhir buku ini. Mengesankan, bahwa awalnya Minke belum menyadari potensi dari pergerakan di tanah Hindia. Namun cerita tentang negara tetangga Filipina, bisa membuat Minke tergerak.

Bagaimana pembentukan Minke menjadi sosok yang tergerak inilah merupakan bagian yang sangat bagus. Mengajak kita untuk berpikir. Apalagi memang sekarang pun Indonesia serasa masih berada di bawah telapak "penjajah". Masihkah kita berharap untuk membawa Indonesia ke jajaran bangsa-bangsa berkelas di dunia?

Sebuah karya berharga, menurut saya. Setelah Bumi Manusia, buku ini kembali membuat saya terpesona akan Pram. Untuk bisa bangkit, tentu saja Indonesia bisa berkaca dari pergulatan Minke, salah satu episode kehidupan bangsa Indonesia.

Senin, 13 April 2015

Papap, I Love You

Judul: Papap, I Love You
Penulis: Sundari Mardjuki
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Agustus 2012
Jumlah Halaman: 424
ISBN: 9789792286663

Bima harus menerima kenyataan pahit. Istrinya, Rayna, berselingkuh dengan sahabat mereka berdua, Denny, sehingga mereka memutuskan untuk bercerai. Rayna emlanjutkan ikatan pernikahan dengan Denny, dan membawa putra satu-satunya dari Bima, Kaka, dalam asuhannya. Namun, kerapkali Rayna berselisih paham dengan Kaka, sementara di satu sisi, keuangan Bima tak lekas membaik. Ditambah sang ibunda, terjatuh di kamar operasi sehingga membutuhkan biaya kesehatan yang cukup tinggi.
Hidup tidak selalu adil. Ibarat secangkir kopi hitam, aroma wangi dan manisnya sudah habis disesap orang lain. Tinggallah Bima dengan ampas kopi itu. Pahit (halaman 107)
Namun, akhirnya demi kebaikan Kaka, Rayna melepas Kaka untuk bisa diasuh oleh Bima. Dan dimulailah suka duka Bima sebagai single parent, di mana ia harus bisa membagi waktunya dengan Kaka, namun itus emua bisa dinikmatinya.
"Kalau manusia saja tidak ada apa-apanya, mestinya kita nggak perlu kuatir ya kalo sedih, karena kesedihan kita juga tidak ada apa-apanya kan Pap?" tanya Kaka lagi. Matanya masih tetap menatap langit" (halaman 127)
Apakah Bima bisa hidup bahagia bersama Kaka? Dan bagimana keadaan Rayna setelah ditinggal Kaka?


Kisah Papap, I Love You, merupakan salah satu cerita yang terinspirasi dari kisah nyata, dan kisahnya menurut saya sangat hidup. Praktis saya merasa seperti apa yang dirasakan oleh Bima. Dan kisahnya memang tidak terlalu berlebihan.

Sosok Bima, digambarkan sebagai sosok yang tangguh, meski berhadapan dengan kesulitan-kesulitan yang ditemui. Dan bersebrangan, adalah sosok Rayna, yang perfeksionis, tapi gampang putus asa. Konflik yang tercipta cukup menarik dan membuat buku ini enak dibaca. Meski memang, buku ini lebih tebal dari yang seharusnya, kalau saya pikir. 

Dan buku ini, mungkin salah satu yang membuat saya berpikir, hidup itu kadang indah di saat kita bisa menghadapinya.
"Ingatlah jangan membuat tanda titik di mana Tuhan hanya membuat tanda koma." (halaman 210) 

Hidup

Judul: Hidup
Penulis: Yu Hua
Penerjemah: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, 2015
Jumlah Halaman: 224
ISBN: 9786020313825

Fugui, berubah drastis, dari anak orang kaya, menjadi salah satu orang termiskin di desanya. Kemiskinannya disebabkan watak jeleknya, suka berjudi, bermain perempuan, dan mengabaikan keluarganya. Namun faktor lingkungan ternyata juga mempengaruhi setelah revolusi yang dilakukan oleh Partai Komunis di daratan China.

Buku ini menceritakan kehidupan di dataran China, pada masa pergerakan revolusi kebudayaan sampai melahirkan Fugui yang semula adalah putra tuan tanah menjadi seorang petani. Ketika keluarganya satu demi satu meninggal, mengakibatkan penderitaan sehingga Fugui akhirnya sebatang kara.

Dirangkai dalam sebuah novel yang tak terlalu panjang, kisah Fugui menceritakan sebuah makna kehidupan. Manusia adalah mahkluk yang akan terus mendapatkan beban hidup. Dan kisha Fugui yang awalnya hanyalah orang yang bermalas-malasan dan tak peduli akan nasib keluarganya karena kekayaan keluarganya sampai menjadi sosok yang bekerja keras dan humanis. Semua disebabkan karena beban hidup yang tak mudah. 

Hidup menurut saya adalah salah satu novel yang bagus. Ceritanya sederhana namun memikat. Serasa menghadapi kisah nyata yang tak terlalu lebay. Meski latar belakang kisah terjadi di China, kisahnya hampir mirip dengan kehidupan di Indonesia. Terjemahan yang bagus oleh Gus Weng membuat buku ini lebih cantik lagi. Sebuah karya yang sangat bernilai, untuk tak melupakan nilai-nilai kemanusiaan.

Selamat Ulang Tahun BBI

Selamat Ulang Tahun BBI

Hari ini, hari yang kau tunggu. Bertambah satu tahun, usiamu, Bahagialah slalu
Yang kuberi, bukan jam dan cincin. Bukan seikat bunga, atau puisi, Juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit, Atau nggak mau bermodal dikit  Yang ingin aku, beri padamu Do'a s'tulus hati ...
 
Hari ini tepat ulang tahun BBI yang ke-4. Sebuah komunitas blogger buku yang semakin membesar, terdiri dari blogger buku selurruh Indonesia, dari berbagai usia, kalangan, pekerjaan, agama, semua mempunyai satu hobi, membaca dan mereviewnya dalam media blog. Semoga semakin ke depan BBI, bisa menjadi komunitas yang lebih hebring lagi.
 
Untuk postingan (bareng hari) ini, teman2 BBI  menulkis apa perubahan yang dialami setelah bergabung menjadi BBI. Err, saya malah bingung apa yang berubah dari saya ya? Saya masih tetap Tezar yang sama. Baik sebelum gabung atau pun sesudah bergabung. Tapi yang jelas, ada nilai-nilai yang bertambah buat saya, yaitu:
- Bertambah silaturahim (teman). Jelas dengan bergabung dengan BBI, saya bertambah teman. Dan silaturahim secara otomatis bertambah, baik itu dalam bentuk maya, maupun nyata.
-  Bertambah pengetahuan/ilmu. Ya, berkumpul dengan teman-teman sehobi berarti membuat interaksi yang ada lebih banyak membahas hal-hal yang kita senangi, yaitu dunia buku. Saya jadi lebih kaya pengetahuan dunia buku semenjak bergabung dengan BBI.
- Bertambah koleksi (timbunan).  Informasi obral, giveaway ataupun hadiah bertambah berkat pertemanan di BBI. Meski ini yang bukan utama (tapi lebih sering terjadi). 
- Bertambah kebahagiaan. :)
- Jadi kenal divisi event (ini postingan pesanan dari twitter divisi event :P)
 
Ya, sebagai sebuah komunitas, BBI masih berumur muda tapi manfaat yang diraih dengan bergabung cukup besar. Besyukur saya sudah bergabung dengan BBI.Terima kasih! Thank you! ありがとうございます! Danke! Dank u well!
Merci! Grazie! Gracias! Teşekkür ederim! 谢谢! 감사합니다! (usap air mata).
 
Selamat Ultah BBI. Dirgahayu