Rabu, 15 April 2015

Korupsi

Judul: Korupsi
Judul Asli: L'Homme Rompu
Penulis: Tahar Ben Jelloun
Penerjemah: Okke K.S. Zaimar
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, November 2010
Jumlah Halaman: 236
ISBN: 9789790240735

Murad, insinyur lulusan Prancis berkerja di kementerian Pekerjaan Umum Maroko. Jabatannya cukup tinggi, namun sikap hidup lurusnya membuat dia hidup miskin. Padahal asistennya, Haji Hamid hidup dengan gelimpangan harta karena mau untuk disogok. Beberapa kali Hamid dan Direktur, atasan Murad, berusaha merayu Murad untuk mau menerima sogokan-sogokan berbagai jenis bentuk. Dari amplop, sampai domba di saat idul Adha.

Namun Murad memiliki hati yang keras. Meski demikian sang istri, Hilma, justru tak suka dengan kehidupan miskin yang dibawa oleh suaminya. DItambah salah satu anaknya yang sering jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar membawa godaan bagi Murad. Dan makin lama, hati Murad akhirnya goyah, apalagi ketika dia berkeinginan untuk menikahi Nadia, saudara sepupu jauhnya. Akankah Murad akhirnya tergoda untuk melakukan korupsi?


Kisah Murad dalam buku Korupsi ini diangkat oleh penulis sebagai penghormatan kepada penulis Indonesia, Pramoedya Ananta Toer yang telah melahirkan buku Korupsi. Saya belum pernah membaca buku Korupsi karya Pram sehingga tak bisa membandingkan dengan buku ini, meski demikian saya merasa intinya sama, tentang kebiasaan korupsi yang membuat negara semakin terperosok dalam kemiskinan.

Buku ini diceritakan dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Dengannya saya mengharapkan kisha pergulatan batin yang lebih hidup. Namun sayang, akhirnya saya lebih banyak mendapatkan banyak ceracauan dari tokoh Murad sehingga membuat buku ini terkesan membosankan. Kurangnya dialog dalam buku ini juga membuat buku ini terasa lebih kering.

Meski demikian, tema yang diambil sangatlah menarik. Ini yang mungkin jarang diambil sebagai topik utama dalam sebuah novel. Terjemahannya bagus dan saya suka juga dengan covernya. Meski demikian, karena mungkin eksekusinya yang saya kurang sukai membuat saya kurang bisa menikmati buku ini. Ter5lepas dari itu, saya menjadi penasaran dengan buku Korupsi-nya PAT.

Selasa, 14 April 2015

Anak Semua Bangsa

Judul: Anak Semua Bangsa
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Editor: Astuti Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Cetakan:  13, September 2011
Jumlah Halaman: 540
ISBN: 9789799731241

Sesudah kehilangan Annelies, kehidupan Minke berubah total, menjadi terpuruk. Menulis pun sudah tak mau ia lakukan. Beruntung dorongan kuat dari sang mertua, Nyai Ontosoroh, serta sahabatnya Jean Marais, dia mulai berkeinginan untuk menulis lagi. Persentuhannya dengan tokoh pergerakan dari China, Khouw Ah Soe, membuat dia memiliki kesadaran.

Namun apa yang dia tuliskan, kehidupan petani sawah yang terampas hak kepemilikan sawahnya oleh pabrik gula di Tulangan, Sidoarjo ternyata mengakibatkan pertentangan. Di sinilah Minke mulai tergerak untuk memperjuangkan bangsanya sendiri.
“Dengan rendah hati aku mengakui, aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman, yang telah lewat dan yang sekarang. Tempat dan waktu kelahiran, orangtua, memang hanya satu kebetulan, sama sekali bukan sesuatu yang keramat”
 

Sebenarnya kisah Minke di seri ke-2 tetralogi Bumi Manusia ini sangat sederhana. Awalnya saya merasa jenuh. Namun kekuatan Pram mengolah kata membuat buku ini akhirnya membius saya ketika membaca di sebagian akhir buku ini. Mengesankan, bahwa awalnya Minke belum menyadari potensi dari pergerakan di tanah Hindia. Namun cerita tentang negara tetangga Filipina, bisa membuat Minke tergerak.

Bagaimana pembentukan Minke menjadi sosok yang tergerak inilah merupakan bagian yang sangat bagus. Mengajak kita untuk berpikir. Apalagi memang sekarang pun Indonesia serasa masih berada di bawah telapak "penjajah". Masihkah kita berharap untuk membawa Indonesia ke jajaran bangsa-bangsa berkelas di dunia?

Sebuah karya berharga, menurut saya. Setelah Bumi Manusia, buku ini kembali membuat saya terpesona akan Pram. Untuk bisa bangkit, tentu saja Indonesia bisa berkaca dari pergulatan Minke, salah satu episode kehidupan bangsa Indonesia.

Senin, 13 April 2015

Papap, I Love You

Judul: Papap, I Love You
Penulis: Sundari Mardjuki
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Agustus 2012
Jumlah Halaman: 424
ISBN: 9789792286663

Bima harus menerima kenyataan pahit. Istrinya, Rayna, berselingkuh dengan sahabat mereka berdua, Denny, sehingga mereka memutuskan untuk bercerai. Rayna emlanjutkan ikatan pernikahan dengan Denny, dan membawa putra satu-satunya dari Bima, Kaka, dalam asuhannya. Namun, kerapkali Rayna berselisih paham dengan Kaka, sementara di satu sisi, keuangan Bima tak lekas membaik. Ditambah sang ibunda, terjatuh di kamar operasi sehingga membutuhkan biaya kesehatan yang cukup tinggi.
Hidup tidak selalu adil. Ibarat secangkir kopi hitam, aroma wangi dan manisnya sudah habis disesap orang lain. Tinggallah Bima dengan ampas kopi itu. Pahit (halaman 107)
Namun, akhirnya demi kebaikan Kaka, Rayna melepas Kaka untuk bisa diasuh oleh Bima. Dan dimulailah suka duka Bima sebagai single parent, di mana ia harus bisa membagi waktunya dengan Kaka, namun itus emua bisa dinikmatinya.
"Kalau manusia saja tidak ada apa-apanya, mestinya kita nggak perlu kuatir ya kalo sedih, karena kesedihan kita juga tidak ada apa-apanya kan Pap?" tanya Kaka lagi. Matanya masih tetap menatap langit" (halaman 127)
Apakah Bima bisa hidup bahagia bersama Kaka? Dan bagimana keadaan Rayna setelah ditinggal Kaka?


Kisah Papap, I Love You, merupakan salah satu cerita yang terinspirasi dari kisah nyata, dan kisahnya menurut saya sangat hidup. Praktis saya merasa seperti apa yang dirasakan oleh Bima. Dan kisahnya memang tidak terlalu berlebihan.

Sosok Bima, digambarkan sebagai sosok yang tangguh, meski berhadapan dengan kesulitan-kesulitan yang ditemui. Dan bersebrangan, adalah sosok Rayna, yang perfeksionis, tapi gampang putus asa. Konflik yang tercipta cukup menarik dan membuat buku ini enak dibaca. Meski memang, buku ini lebih tebal dari yang seharusnya, kalau saya pikir. 

Dan buku ini, mungkin salah satu yang membuat saya berpikir, hidup itu kadang indah di saat kita bisa menghadapinya.
"Ingatlah jangan membuat tanda titik di mana Tuhan hanya membuat tanda koma." (halaman 210) 

Hidup

Judul: Hidup
Penulis: Yu Hua
Penerjemah: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, 2015
Jumlah Halaman: 224
ISBN: 9786020313825

Fugui, berubah drastis, dari anak orang kaya, menjadi salah satu orang termiskin di desanya. Kemiskinannya disebabkan watak jeleknya, suka berjudi, bermain perempuan, dan mengabaikan keluarganya. Namun faktor lingkungan ternyata juga mempengaruhi setelah revolusi yang dilakukan oleh Partai Komunis di daratan China.

Buku ini menceritakan kehidupan di dataran China, pada masa pergerakan revolusi kebudayaan sampai melahirkan Fugui yang semula adalah putra tuan tanah menjadi seorang petani. Ketika keluarganya satu demi satu meninggal, mengakibatkan penderitaan sehingga Fugui akhirnya sebatang kara.

Dirangkai dalam sebuah novel yang tak terlalu panjang, kisah Fugui menceritakan sebuah makna kehidupan. Manusia adalah mahkluk yang akan terus mendapatkan beban hidup. Dan kisha Fugui yang awalnya hanyalah orang yang bermalas-malasan dan tak peduli akan nasib keluarganya karena kekayaan keluarganya sampai menjadi sosok yang bekerja keras dan humanis. Semua disebabkan karena beban hidup yang tak mudah. 

Hidup menurut saya adalah salah satu novel yang bagus. Ceritanya sederhana namun memikat. Serasa menghadapi kisah nyata yang tak terlalu lebay. Meski latar belakang kisah terjadi di China, kisahnya hampir mirip dengan kehidupan di Indonesia. Terjemahan yang bagus oleh Gus Weng membuat buku ini lebih cantik lagi. Sebuah karya yang sangat bernilai, untuk tak melupakan nilai-nilai kemanusiaan.

Selamat Ulang Tahun BBI

Selamat Ulang Tahun BBI

Hari ini, hari yang kau tunggu. Bertambah satu tahun, usiamu, Bahagialah slalu
Yang kuberi, bukan jam dan cincin. Bukan seikat bunga, atau puisi, Juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit, Atau nggak mau bermodal dikit  Yang ingin aku, beri padamu Do'a s'tulus hati ...
 
Hari ini tepat ulang tahun BBI yang ke-4. Sebuah komunitas blogger buku yang semakin membesar, terdiri dari blogger buku selurruh Indonesia, dari berbagai usia, kalangan, pekerjaan, agama, semua mempunyai satu hobi, membaca dan mereviewnya dalam media blog. Semoga semakin ke depan BBI, bisa menjadi komunitas yang lebih hebring lagi.
 
Untuk postingan (bareng hari) ini, teman2 BBI  menulkis apa perubahan yang dialami setelah bergabung menjadi BBI. Err, saya malah bingung apa yang berubah dari saya ya? Saya masih tetap Tezar yang sama. Baik sebelum gabung atau pun sesudah bergabung. Tapi yang jelas, ada nilai-nilai yang bertambah buat saya, yaitu:
- Bertambah silaturahim (teman). Jelas dengan bergabung dengan BBI, saya bertambah teman. Dan silaturahim secara otomatis bertambah, baik itu dalam bentuk maya, maupun nyata.
-  Bertambah pengetahuan/ilmu. Ya, berkumpul dengan teman-teman sehobi berarti membuat interaksi yang ada lebih banyak membahas hal-hal yang kita senangi, yaitu dunia buku. Saya jadi lebih kaya pengetahuan dunia buku semenjak bergabung dengan BBI.
- Bertambah koleksi (timbunan).  Informasi obral, giveaway ataupun hadiah bertambah berkat pertemanan di BBI. Meski ini yang bukan utama (tapi lebih sering terjadi). 
- Bertambah kebahagiaan. :)
- Jadi kenal divisi event (ini postingan pesanan dari twitter divisi event :P)
 
Ya, sebagai sebuah komunitas, BBI masih berumur muda tapi manfaat yang diraih dengan bergabung cukup besar. Besyukur saya sudah bergabung dengan BBI.Terima kasih! Thank you! ありがとうございます! Danke! Dank u well!
Merci! Grazie! Gracias! Teşekkür ederim! 谢谢! 감사합니다! (usap air mata).
 
Selamat Ultah BBI. Dirgahayu 

Sabtu, 11 April 2015

Les Misérables


 Judul: Les Misérables
Penulis: Victor Hugo
Penerjemah: Anton Kurnia
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: I, Juli 2008
Jumlah Halaman: 616
ISBN: 9789791227261


Les Misérables, adalah maha karya dari novelis klasik Prancis, Victor Hugo. Buku ini merupakan salah satru karya klasik terbaik dan merupakan salah satu buku yang dimasukkan ke dalam 1001 books you must read before you die. Mengisahkan sosok Jean Valjean, seorang miskin yang hidup di abad 19 di Prancis. Karena kemiskinannya, ia terpaksa mencuri sepotong roti, dan terpaksa dihukum. Namun Valjean memutuskan untuk kabur. Di saat kaburnya ia bertemu dengan uskup Uskup Bienvenu-Myriel. Karena kasihnya, sosok kriminal Valjean berubah drastis, sampai ketika dia menjadi walikota sebuah kota kecil. Dengan kemahinya, ia berhasil membuat kekayaan yang menjadikannya sosok yang filantropis.

Salah satunya adalah ketika dia menyantuni Fantine, yang ternyata meninggalkan putrinya Cosette di bawah asuhan Thernadier, seorang yang rakus. Namun sebelum Valjean mengambil asuhan Cosette, sebuah episode menyebabkan ia kembali tertangkap, tepatnya menyerahkan diri. Namun, lagi-lagi dia berhasil menyelamatkan diri, dan berusaha mencari sosok Cosette.


Disebut-sebut, Les Misérables merupakan karya yang lahir sebagai kritik sosial dari Hugo terhadap keadaan di Prancis. Saya lebih merasakannya sebagai perwujudan rasa emosionalitas dari Hugo. Meski demikian, hal tersebut tak mengurangi kekaguman saya akan buah karya yang satu ini.

Hugo berhasil melahirkan karya yang menarik. Meski berat dan sarat emosionalitas, buku ini bisa mejadi cermin akan keadaan masyarakat di mana saja dan kapan saja. Manusia memang di mana-mana selalu sama. Dan buku ini, meski emosionalitasnya terasa rasanya memang jernih memandang kehidupan.

Kisahnya sendiri sangat menarik. Pertentangan batin antara Jean Valjean yang terpaksa memiiki sisi buruk, namun demikian sisi baik pribadinya pun ikut mencuat. Sampai pada akhirnya, kita bisa merasakan betapa besarnya pengorbanan yang dia lakukan, terhadap orang lain, meski dia berstatus sebagai narapidana.

Buku ini termasuk buku yang lama bisa saya tamatkan. Banyak racauan, yang meski saya baca adalah versi abridged (saya tak bisa membayangkan sebagaimana versi unabridgednya), namun buku ini semakin lama semakin menyajikan sebuah ketertarikan buat saya. Dan akhirnya, di halaman terakhir saya bisa menjadi puas. Meski berat, buku ini menyajikan sesuatu yang dalam maknanya. Tak hanya sebuah pelajaran hidup tetapi juga sepotong kisah sejarah dari Prancis, sehingga terbentuk menjadi sebuah negara yang modern di saat ini. Sebuah maha karya yang memang layak untuk bertahan dalam perguliran waktu.

Rabu, 01 April 2015

Katalis

Judul: Katalis
Judul Asli: Catalyst
Penulis: Laurie Halse Anderson
Penerjemah: SP Dyah Purnamasari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Januari 2011
Jumlah Halaman: 264
ISBN: 9789792266030

Kate Malone, salah satu pelajar SMA terpintar di sekolahnya, putri pendeta di kotanya, dan atlet unggulan sekolahnya, sepintas adalah cewek yang ideal. Apalagi harapannya cukup besar untuk diterima di MIT, kampus favorit di Amerika. Nmaun sosok Kate ternyata memiliki beban hidup yang cukup tinggi. Untuk melepas kekesalan pada dirinya, ia kerap berlari di malam hari tanpa tujuan.

Ketika surat jawaban dari MIT datang, kekecewaanlah yang diterima oleh Kate. Karena ia tidak diterima, padahal ia tak mendaftarkan ke perguruan tinggi lain, sebagai cadangan. Ditambah, rumahnya ketamabahan penghuni baru Terry Litch dan adiknya Mickey. Karena rumah keluarga Litch terbakar. Sanggupkah Kate bisa melewati hari-harinya, ketika harapannya telah terpupuskan?


Saya suka buku ini. Bagimana penulis akhirnya embuat dua versi Kate, Kate baik dan Kate jahat. Menjelaskan bahwa di balik seorang yang keliahatan luar biasa pun ada sosok di dalamnya yang juga mengerikan. Terasa realistis bukan? 

Juga bagaimana Kate melihat kehidupan. Tak hitam putih, banyak penimbangan sebagaimana remaja seusianya, kegalauan, dan tak sekedar impian indah semata.