Kamis, 17 April 2014

Seraphina

Judul: Seraphina
Penulis: Rachel Hartman
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Mei 2013
Jumlah Halaman: 544
ISBN: 9789792296211

Seraphina Dobegh mempunya rahasia yang tak bisa dia ungkapkan kepada umum. Di tengah kerajaan Goredd, di mana manusia dan naga menjalin perjanjian damai hampir selama empat puluh tahun, terjadi sebuah kericuhan yang hampir memicu retaknya perjanjian damai tersebut. Salah satu pangeran kerajaan, Rafus ditemukan tewas, di mana kecurigaan langsung menguat terhadap kaum naga sebagai pembunuh.

Bersama Pangeran Lucian Kiggs, Seraphina yang awalnya hanya seorang pemusik istana, berusaha mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut, di tengah perayaan perjanjian damai, di mana di saat itu juga, keamanan Jenderal Ardmagar Comonot terancam juga oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan perdamaian terus berlangsung.


Konsep naga yang bisa berubah wujud menjadi manusia, baru kali ini saya baca. Dan ini mengakibatkan saya agak pening ketika penulis di awal-awak bagian menciptakan dua dunia yang seolah-olah berdiri sendiri namun dengan kemampuan naga bertransformasi ke wujud manusia menjadi bagian yang membuat bingung. Apalagi ketika Seraphina mulai terganggu dengan adanya visi. Apalagi saya buta dengan istilah musik yang disajikan oleh penulis dalam buku ini.

Namun demikian di pertengahan cerita saya bisa stay on dengan kisah Seraphina. Sedikit kebingungan di awal buku mulai teruraikan meski kadangkala saya harus mengerutkan kening ketika penjabaran visi Seraphina terurai di halaman buku.

Kekuatan buku ini menurut saya ada pada hal-hal tak umum ketika Rachel Hartman membuat cerita tentang dunia naga yang tak umum namun dilingkupi dengan cerita yang akhirnya menarik, sehingga saya tak perlu khawatir di akhir cerita akan terus mengerutka kening. Eksekusi idenya bagus sekali treutama di sebagaian terakhir buku ini. Dan yang saya takutkan, kalau tokoh Seraphina akan terasa galau sekali sedikit tak terbuktikan. Dan yang pasti, saya menjadi orang yang menunggu kelanjutan buku ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar