Kamis, 28 Februari 2013

Cerita Calon Arang

Judul: Cerita Calon Arang
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Jumlah Halaman: 94
Penerbit: Lentera Dipantara
Cetakan: 5, Februari 2010
ISBN: 9789799731210

Cerita Calon Arang merupakan salah satu kisah dongeng yang berasal dari daerah Bali dan Jawa. Menceritakan Calon Arang, seorang janda yang tinggal di desa Girah di kerajaan Daha. Calon Arang memiliki kemampuan teluh. Kemmapuan teluhnya dipergunakan ketika dia kecewa, putri tunggalnya yang sebenarnya cantik jelita, Ratna Manggali, tak ada satu pun pria yang mau melamar, dikarenakan sifat buruk Calon Arang. Murka dengan kenyataan ini, ia melakukan teluh di wilayah kerajaan Daha sampai korban berjatuhan. Sampai-sampai Raja Daha, Erlangga mengutus pasukan untuk menghentikan kekejaman Calon Arang. Sayang pasukan ini pun gagal menjalankan misinya.

Akhirnya berkat petunjuk Dewa Guru, didapatkan satu nama yang bisa menumpas kejahatan Calon Arang, yaitu Empu Baradah. dengan muslihat, menikahkan muridnya, Empu Bahula dengan Ratna Manggali, Empu Baradha akhirnya mampu mengalahkan kejahatan Calon Arang.

Pramoedya Ananta Toer dalam rangka menulis ulang Cerita Calon Arang, dengan gaya tulisan yang tidak sesederhana dongeng-dongeng untuk anak masa kecil. Perpindahan seting di tiap bab pun agak membingungkan bagi saya. Meski demikian, kisah ini cukup menarik. Saya belum pernah membaca atau mendengarkan dongeng Calon Arang sebelumnya.

Apa yang dituturkan Pramoedya di sini, patut diacungi jempol, mengingat jarang penulis sastra besar mau menceritakan kembali dongeng yang kurang laku dibaca. Khasanah sastra kita, berwujud dongeng atau cerita anak, memang kaya, namun apabila tidak ada yang mau menuliskan ulang, kelak khasanah tersebut akan lenyap.

10 komentar:

  1. Sepertinya saya sudah pernah membaca buku ini kang, tp entah karya Pram atau bukan? Ini ada bahasa2 yg kejam2 gt kah?
    Mumpung masih ada, kudu beli bukunya ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kang. Kalau tak salah untuk calon arang udah ada 3 buku

      Hapus
  2. waah mas tezar milih bacaan Pram yang tipis yaa..hahaha
    aku malah blm pernah baca Pram sama skali loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, iya. pinginnya mau baca Bumi Manusia, cuma nggak kekejar waktunya

      Hapus
  3. Duh, aq cari-cari ini buku tidak ketemu, dulu pernah nonton pagelarannya, asyik banget, pengen tahu cerita aslinya.

    BalasHapus
  4. Ini tulisan Pram yang tidak terlalu saya sukai ._.

    BalasHapus
  5. I told my students about this legend in my class. The topic was about legend. I got it from Wikipedia.... It's exactly the same, even easier. Love you, wiki :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, generasi net banget

      Hapus