Kamis, 28 Februari 2013

Love Story

Judul: Love Story
Penulis: Erich Segal
Penerjemah: Hendarto Setiadi
Cetakan: VI, 2001
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 155
ISBN: 9796051354


Oliver Barrett IV, jatuh cinta pada seorang gadis yang ia temui di perpustakaan, Jennifer "Jenny" Cavilleri. Namun status sosial dan kekayaan membuat Oliver Barrett III, ayah Ollie sang tokoh utama kita dalam buku ini, untuk tidak memberikan restu kepada sang anak untuk melangsungkan pernikahan dengan Jennie. Berbekal perasaan bermusuhan yang semenjak awal memang terus dikobarkan Ollie, diputuskan bahwa Ollie melepas kucuran dana pendidikan yang selama ini ia terima untuk sekolahnya di Harvard Law School, agar dapat menikah dengan Jennie. Keteguhan Ollie menikahi Jennie memang keputusan yang berat, mengingat Ollie sebelumnya adalah mahasiswa yang berkelimpahan uang, namun merelakan untuk bisa meneruskan sekolah sambil berkerja.
Tak ada yang aneh memang dengan sebuah kisah cinta. Tapi Love Story bagi saya merupakan salah satu buku yang berkesan. Kisahnya standar, tentang jalinan cinta yang tidak mendapat restu dari orang tua. Tapi yang menjadi istimewa dalam buku ini adalah kata-kata yang dituliskan Segal dan terjemahan pak hendarto Setiadi yang, ah, ciamik... Kalimat-kalimat sarkastik yang keluar di buku ini, sederhana namun mengena, di hati.
"Sama sekali tidak, Preppie (panggilan sayang Jenny untuk Ollie). Kalau aku sempurna, mana mungkin aku mau berkencan denganmu?" [halaman 41]
Kutipan di atas salah satunya. Sarkatis tapi manis banget. Sesuai banget dengan karakteristik Ollie yang idealisnya tinggi, mahir dalam olahraga dengan Jenny yang cerdas dan mahir dalam bermusik. Hubungan cinta dari kedua orang yang memiliki sifat berbeda tersebut dirangkaikan dengan manis berkay gaya penulisan sarkastik di buku ini. Kelebihan lain Segal di karya yang satu ini, adalah kisah cinta yang biasanya dibuat novel agak tebal namun isinya bertele-tele, bisa dibuat seringkas mungkin, hanya 155 halaman dengan ukuran buku tanggung. Itu sudah termasuk cerita di saat Ollie sempat ribut dengan Jenie, terkait sebuah masalah. Sehingga ceritanya menjadi kompleks, tak hanya hubungan yang manis semata, tapi juga terdapat cerita yang berkaitan dengan masalah yang dialami oleh pasangan Jenny-Ollie.

Twist yang sangat manis, saya dapatkan di akhir cerita, ini kelebihan terbesar Segal, menurut saya, dalam buku ini. Ending yang mengesankan dan menjadikannya salah satu buku romance terbaik yang pernah saya baca

Love Story diangkat menjadi film pada tahun 1970. Dibintangi oleh Ali MacGraw sebagai Jennifer "Jenny" Cavalleri, Ryan O'Neal sebagai Oliver Barrett IV, John Marley sebagai Phil Cavalleri, dan Ray Milland sebagai Oliver Barrett III. Film ini menerima penghargaan Oscar untuk kategori Best Music, dan 6 nominasi untuk kategori Best Picture, Best Director, Best Writing, Screenplay, Best Actor in a Leading Role, Best Actress in a Leading Role dan Best Actor in a Supporting Role.

8 komentar:

  1. Nama tokohnya (Ollie) mengingatkan saya sama.. mbak Dani.. *nyengir

    BalasHapus
  2. Wah, sama kita ngereview novel Love Story =)

    BalasHapus
  3. wih masuh salah satu novel romance terbaik versi mas Tezar :)), iya Segal ngebikin cerita yang biasa ini lebih simple tapi ngena banget :)

    BalasHapus
  4. Biasanya aku gak suka baca romance, tapi pengen coba baca ini deh kapan-kapan

    BalasHapus
  5. Paling suka moment di saat mereka menikah, saat Oliver mengutip sajak Song of the Open Road, karya Walt Whitman >.<

    BalasHapus
  6. cerita legendaris, filmnya juga bagus :)

    BalasHapus
  7. Mas aku comot review-nya ya buat IRF. Ehehehe..

    BalasHapus
  8. Keren nih novel udah baca tapi blom tamat hehe

    BalasHapus