Senin, 27 Januari 2014

Animal Farm

Judul: Animal Farm
Penulis: George Orwell
Penerjemah: J. Frasiska M.
Peberbit: Sumbu
Cetakan: II, Juni 2002
Jumlah Halaman: 126
ISBN: 9799799644823

Satu lagi karya George Orwell, berhasil memikat saya. Setelah 1984, Animal Farm boleh dibilang sebagai karya yang menunjukkan kepekaan Orwell dalam membaca suasana politik dan prkembangannnya ke depan ditambah mampu membuatnya menjadi sebuah karya tulis yang memikat. 

Animal Farm mengisahkan kisah pemberontakan binatang-binatang ternak pada peternakan Manor milik tuan Jones. Setelah berhasil mengusir Tuan Jones, binatang-binatang ternak tersebut menjalankan pertanian Manor tersebut, dan merubah namanya menjadi pertanian Binatang. Pada awalnya karena kecerdasannya, dua ekor babi, Snowball dan Napoleon diangkat menjadi pimpinan di peternakan tersebut. Namun di tengah jalan, Napoleon berhasil mendepak dan mengusir Snowball dan menjadi pimpinan tunggal pada pertanian Binatang. 

Tak pelak, dengan keserakahan dan kelicikannnya, Napoleon menjalankan kursi kepemimpinannya dengan seenak hatinya. Sedangkan para binatang ternak yang menjadi bawahan hanya bisa menerima apa adanya.

Orwell seperti apa yang saya tulis di awal, membuat kisah Animal Farm untuk menggambarkan kejadian yang terjadi di Uni Sovyet, pada masa kepemimpinan Stalin. DIa menggambarkan keadaan politik di sana dengan membuat kisah fabel politik namun kisah tersebut menggambarkan bagaimana akhirnya politik bisa menciptakan sebuah kepemimpinan yang meski disetujui oleh rakyat tetapi menghancurkan rakyat itu sendiri, sebuah kisah yang mengantarkan bahwa tak ada yang berbeda mungkin, antara sifat binatangisme ataupun manusiaisme pada saat nafsu bicara.

18 komentar:

  1. Orwell ini kok tulisannya sarat banget dengan segala yang berbau menyindir Uni Soviet ya? Di 1984 ada Bung Besar, di sini juga ternyata. Wah, punyaku belum kubaca kang ehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. tapi tetap berlaku buat semua negara di setiap saat sih #imho

      Hapus
  2. Berbau politik, tapi dalam bentuk fabel? penasaran,.. :)

    BalasHapus
  3. Oiyaaa bener, endingnya tuh mengena banget ya, pas antara manusia sama babi udah nggak bisa dibedain lagi XD sama nih bacaan kita kali ini :D #toss

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, sampai takjub gitu :)

      Hapus
  4. wah tipis ya, tapi bacaan berat kaya gini mungkin ga bakal selese dalam sehari ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku butuh 3 hari kayaknya kak, lupa

      Hapus
  5. Aku sukaa banget nih, dan ga nyangka terjemahannya renyah juga. Sayangnya penerbitnya sudah tenggelam ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, maka sih udah nemuin buku ini kak :)

      Hapus
  6. wah, jadi penasaran fabel berbau politik itu seperti apa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya seperti Animal Farm kak #dikeplak

      Hapus
  7. Emg orwell orang mana aslinya? Rusia atau US?

    BalasHapus
  8. one of my favorite books. Walau tragis pun :'(
    Penasaran ma versi bahasa Inggrisnya. Kemarin lihat punya Ana. Sayang ngga sempat baca.

    Semoga bisa secepatnya baca 1984

    BalasHapus
  9. bacaannya sama kek mbak Astrid :D
    saya penasaran sama Animal Farm, kok kayaknya seru baca review2nya. kalo yang 1984-nya GO sih kurang cocok sama saya... tapi kalo Animal Farm ini kayaknya mungkin bisa cocok, mendingan, fabel soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haiya boleh dicoba tuh kak, cuma bukunya memnag agak susah

      Hapus
  10. dilihat dari halamannya sih tipis, tapi isinya tampak 'berat' yaaa.. x)

    @lucktygs
    http://luckty.wordpress.com/2014/01/30/review-the-frog-princess/

    BalasHapus