Kamis, 13 Februari 2014

Anastasia Krupnik

Judul: Anastasia Krupnik
Penulis: Lois Lowry
Penerjemah: M. Rudi Atmoko
Editor: Yuliani Liputo
Penerbit: Mizan Learning Center
Cetakan: I, Januari 2006
Jumlah Halaman: 144
ISBN: 9789793611303

Anastasia Krupnik, 10 tahun membuat daftar hal-hal yang disukai dan tidak disukainya. Semua hal tersebut dia tuliskandi halaman kosong pada buku catatannya. Apa yang dia pilih, berdasakan apa yang sudah dialami (dan dipikirkan). Oleh karena itu ia menuliskan bayi pada hal yang paling dibenci ketika orang tuanya memberi tahu bahwa dia akan memiliki seorang adik bayi. Oh ya bicara tentang orang tuanya, ada keunikan yang dimiliki oleh kedua orang tua Anastasia. Myron dan Katherine Krupnik.

Saya merasa beruntung bisa mendapatkan buku ini dengan harga obral, dan melihat ratingnya yang lumayan tinggi di goodreads, saya merasa tak salah pilih. Dan memang setelah membaca buku ini, saya merasa senang akan buku ini. Sebuah buku anak yang keren sekali. Tak heran, selain ratingnya yang bagus di goodreads, buku ini kabarnya mendapat penghargaan.

Ceritanya ringan sekali, tokoh-tokohnya asyik. Orang tua Anastasia rasanya asyik banget ketika harus menerima protes dari Anastasia untuk berbagai keadaan. Anastasianya sendiri meski kadang menjengkelkan bisa menjadi pusat cerita yang menyegarkan. Meski berjenis bacaan anak, buku ini rasanya nggak kalah menarik dengan bacaan dewasa yang menarik.

Buat yang ingin menambah satu lagi bacaan anak yang menarik, buku ini patut diperhitungkan. Bagi saya awal 2014 dibuat menarik oleh buku ini.

Rabu, 12 Februari 2014

Wishful Wednesday #65


Jumpa lagi di wishful wednesday, di ahri rabu yang cerah ini. Semoga cerahnya hari menandakan harapan memiliki buku impian terkabul.
Minggu ini mau majang buku:

                               

Begitu melihat tampilannya di toko buku, saya langsung terpikat akan buku ini. Tentang sepakbola! Timnas Indonesia lagi (yang sedang populer U-19) tentu saja selain harapan bisa memiliki buku ini, juga ada harapan untuk mereka agar bisa sukses.  

Yuk yang ingin ikutan meme Wishful Wednesday bisa ikutan dengan cara:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik kak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Senin, 10 Februari 2014

Mimpi-mimpi Einstein

Judul: Mimpi-mimpi Einstein
Judul Asli: Einstein's Dream
Penulis: Alan Lightman
Penerjemah: Yusi Avianto Pareanom
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan: X, Juli 2012
Jumlah Halaman: 137
ISBN: 9789799704816

Awalnya tertarik pada ratingnya yang tinggi di goodreads, sehingga saya memasukkan buku ini menjadi salah satu bacaan yang saya koleksi. Genrenya yang mungkin lebih mendekati ke science fiction menjadi saya tertarik untuk membacanya. Ternyata saya salah snagka, buku ini meski menjabarkan konsep waktu menurut Einstein tetapi lebih kaya kepada pemikiran filasafati, sehingga keabsurbannya terasa sekali.

Saya suka covernya. Dari covernya sudah menggambarkan bahwa buku ini mengungkap konsep waktu ala Einstein. Terjemahannya bagus. Cuma latar ceritanya yang memang menyulitkan saya untuk memahami keseluruhan isi novel ini secara keseluruhan.

Runtutan ceritanya per bab saya tidak menemukan (atau saya yang nggak ngeh aja ya?). Intinya sih mengisahkan tentang kehidupan di eropa semasa Einstein hidup. Tapi kacaunya, tiap bab akan selalu membawa pembaca ke sana- ke mari. Sampai selesai pun saya masih kebingungan dengan isi ceritanya. Yang saya paham mungkin cuma satu, buku ini isn't cup of my tea.

Sabtu, 08 Februari 2014

Warna Tanah

Judul: Warna Tanah
Penulis: Kim Dong Hwa
Penerjemah: Rosi L. Simamora
Editor: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juni 2010
Jumlah Halaman: 320
ISBN: 9789792259278

Saya menyukai karya Kim Dong Hwa, Sepeda Merah dengan tokoh Pak Posnya. Saya suka dengan artwork dan kesederhanaan kisah Sepeda Merah. Karena itu saya tertarik untuk meminjam buku Warna Tanah dari teman GRI Semarang, yang justru kemunculannya lebih dahulu dibandingkan serial Sepeda Merah. 

Warna Tanah mengisahkan kisah hidup Ehwa, seorang gadis cilik, semenjak anak-anak sampai ke masa pubernya. Hidup bersama ibunya, seorang janda pemilik kios minuman, Ehwa hidup dengan kepolosan hidup. Dari ibunyalah ia mendapat berbagai pelajaran serta penjelasan tentang hidup. Kehidupan di sebuah desa di Korea ternyata tak semudah apa yang Ehwa pikirkan. Meski memiliki kecerdasan, berulang kali Ehwa merenungi kejadian di sekitarnya. Kisah inilah yang diangkat oleh Kim Dong Hwa dalam bentul novel grafisnya ini.

Gambarnya sendiri khas manhwa sekali. Kemmapuan Kim Dong Hwa menceritakan dengan gambar dan sedikit kata menurut saya bagus sekali. Meski kadang nilai-nilai yang ditulis tak sesuai dengan kultur Indonesia. Meski demikian, kisah hidup Ehwa memang sarat makna. Kemampuan King Dong Hwa menciptakan karya yang menarik dalam buku ini patut diacungi jempol. 3 bintang dari 5 :)

Kamis, 06 Februari 2014

Rasputin's Daughter

Judul: Rasputin's Daughter
Penulis: Robert Alexander
Penerjemah: Rahmani Astuti
Editor: Dian Pranasari
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: I, Desember 2012
Jumlah Halaman: 401 Halaman
ISBN: 9789790243965 

Kisah mengenai kematian Rasputin selalu diselibungi kabut misterius. Soosk yang diduga berpengaruh besar pada berakhirnya era kekaisaran Rusia ini, hanyalah petani dari Siberia namun diduga memiliki kemampuan sihir yang luar biasa. Dia sanggup menyembuhkan penyakit dan mampu menerawang ke masa depan. Namun sosok kontroversial ini, tak lepas dari terkuburnya sejarah kekaisaran Rusia memang. Dan kematiannya diduga karena dibunuh oleh orang-orang yang tak menyenangi kedekatannya dengan Tsarina Alexandra, permaisuri Rusia di tahun 1910-an.

Robert Alexander mengisahkan peristiwa terbunuhnya Rasputin dengan menggunakan sudut pandang Maria Matryona Grigorevna, putri tertua Rasputin sekaligus putri terdekatnya. Kisah Maria di buku ini bisa dibilang sangat menarik. Perjalanan hidup Rasputin meski tak secara utuh tergambarkan tetapi dengannya kita bisa melihat sisi lain dari Rasputin. Sebuah kisah kehidupan kekaisaran Rusia pun cukup menarik bisa diikuti dalam buku ini. Meski menggambarkan kehidupan Rasputin, di baliknya, kisah di balik sejarah runtuhnya kekaisaran Rusia tak kalah menariknya.

Diterjemahkan dengan manis, meski beberapa istilah Rusia bertebaran, Rasputin's Daughter, bisa jadi menceritakan sebuah episode sejarah yang kelam di tengah kehidupan kenegaraan Rusia. Sosok Rasputin diangkat menjadi seorang tokoh yang dilihat sisi baiknya maupun sisi buruknya. Sebagai kisah seorang tokoh yang perenah hidup, kita mendapatkan sebuah cerita yang mendalam tentang kisah hidup seorang manusia.

Rabu, 05 Februari 2014

Read Big Challenge 2013 Reading Challenges Wrap Up Post

Alhamdulillah satu tantangan Reading Challenge di tahun 2013, akhirnya selesai juga. Read Big! Membaca buku dengan jumlah halaman di atas 500 halaman. Fyuh.. Tantangan yang luar biasa, mengingat tebalnya buku yang dibaca, jelas memakan waktu yang lama, juga energi yang luar biasa untuk terus bisa konsentrasi membaca agar bukunya bisa selesai terbaca. Selain itu banyak buku bagus yang saya baca nyaris mencapai 500 halaman. Uhhhhh :(

Tapi akhirnya senang bisa ikutan RC ini. Terima kasih mbak Dessy untuk RCnya :)
Berikut list buku yang saya baca untuk mengikuti event ini:
1. Delirium, karya Lauren Oliver, 518 halaman
2. The Alchemist, karya Michael Scott, 503 halaman
3. Oliver Twist karya Chales Dickens, 578 halaman
4. The Queen of the South, karya
Eleanor Cooney dan Daniel Altieri, 588 halaman
6. Namaku Mata Hari, karya Remy Siladom 560 halaman 
7. Mandolin Kapten Corelli, karya Louis de Bernières, 506 halaman
8. Memory of Love, karya Bi Shan, 506 halaman
9. Eleanor Cooney dan Daniel Altieri, 928 halaman





Emile Gaboriau, 524 halaman
16. Pemburu, karya Asa Nonami, 536 halaman
17. Gelombang 5, karya Rick Yancey, 576 halaman
18. Inferno, karya Dan Brown, 644 halaman


Alhamdulillah, 18 buku, bisa masuk kategori Heavyweight / Kelas Berat deh. Terima kasih mbak Dessy atas RCnya :)

Wishful Wednesday #64

Jumpa lagi di rabu yang lagi-lagi cerah (setelah sebelumnya, hari selasa selalu dilingkupi hujan). Semoga cerahnya hari ini membawa impian kita menjadi terkabul :). Buat yang ingin majang buku impian, Blog Books to Share punya meme yang asyik lho, Wishful Wednesday, so jangan ragu untuk ikutan meme ini.

Minggu ini mau majang, buku yang udah langka di pasaran:
Gulag karya
Buku yang mengharumkan nama Solzhenitsyn ini adalah dokumentasi sekaligus renungan tentang kekejaman-kekejaman yang terjadi di Uni Soviet selama kekuasaan rezim Komunis di sana, yang ditulis berdasarkan penahanan dan pengasingan yang dialami Solzhenitsyn sendiri selain bukti-bukti yang dihimpun lebih dari 200 anggota tahanan dan arsip-arsip Soviet. Buku ini dan karya-karya Solzhenitsyn lainnya sempat membuat dunia terperangah: semntara dunia dikejutkan oleh pembantaian yang terjadi terhadap bangsa Yahudi di kamp-kamp konsentrasi di Jerman, ternyata ada kekejaman yang lebih besar yang terjadi secara diam-diam di Uni Soviet. Kepulauan Gulag, yang bertabur kamp-kamp maut, telah melahap puluhan juta nyawa penduduk Rusia dan bangsa-bangsa lain yang tinggal di wilayah kekuasaan Uni Soviet pada paruh pertama abad ke-20.
Dengan gaya bertutur yang tangkas dan lincah, kadang berbau satiris, Solzhenitsyn secara terperinci berkisah tentang operasi penangkapan, kamp kerja paksa, kamp penjara, suasana batin dan derita fisik para tahanan, termasuk kaum perempuan dan anak-anak, para tahanan yang berusaha kabur, orang-orang yang secara mengejutkan memiliki keteguhan moral menghadapi penindasan dan penyiksaan, serta kehidupan di pengasingan.
Di sepanjang penuturannya yang menawan, Solzhenitsyn lebih menekankan aspek moral dari persoalan yang diangkatnya ini. Pengungkapan kekejaman dan keculasan yang dilakukan sebuah rezim penguasa tidak cukup hanya dipandang sebagai masalah politik, melainkan merupakan sebuah masalah moral, yang mengantarkan pembaca pada pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang sifat dari manusia itu sendiri: apakah manusia pada dasarnya memang jahat? Ataukah baik? Dan mungkin yang paling penting: Mengapa manusia sering kali tidak mampu menentang kejahatan yang terjadi di depan matanya sendiri?
Melalui versi ringkats The Gulag Archipelago ini, Solzhenitsyn sekali lagi membuktikan bahwa kekuasaan pemerintah memang bisa digunakan untuk melakukan berbagai bentuk kekejaman kepada manusia, baik kepada tubuh maupun kepada jiwa manusia. Tapi kekuasaan itu tidak akan pernah bisa benar-benar memadamkan semangat manusia.

Buku ini kalau lihat review dari teman-teman rasanya sangat spesial. Sejarah tentang sebuah episode sejarah memilukan. Kepingin punyaaaaa, sayangnya bukunya sudah sulit ditemukan di pasaran.

Yuk yang ingin ikutan meme Wishful Wednesday bisa ikutan dengan cara:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post WW milik kak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)