Sabtu, 19 Oktober 2013

Mencari Jati Diri - Looking for Alibrandi

Judul: Looking for Alibrandi - Mencari Jati Diri
Penulis: Melina Marchetta
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juli 2004
Jumlah Halaman: 328
ISBN: 9792209646

Josephine 'Josie' Alibrandi, cewek keturunan Italia yang menetap di Australia, tidak memiliki ayah kandung, karena sang ibu, Christina melahirkannya tanpa ikatan pernikahan yang sah dengan ayah biologisnya, dan tak ada kontak kembali. Besar sebagai remaja di zaman modernitas, kehidupan Jozzie harus berbenturan dengan kekolotan tradisi Italia dari keluarga besarnya, terutama dari sang nenek.

Kehidupan Josie sendiri tidak nyaman. Beberapa kali dia menghadapi tindakan rasialis dari rekan sekolahannya. Hidupnya tak menyukai sikap sang nenek, ditambah pandangan orang-orang akan kehadirannya tanpa ayah kandung mewarnai masa remaja Jossie.
 
Di saat sifat emosional Jossie terus tumbuh seiring dengan masalah-masalah yang dihadapi, Jossie harus bertemu dengan ayah kandungnya, yang tak pernah ia bertemu. DItambah terbongkarnya rahasia masa lalu keluarganya, membuat Josie harus belajar dewasa.
 

Meski dilabeli genre teenlit oleh Gramedia, saya menyukai buku ini. Kisah pergolakan batin seorang remaja yang beranjak dewasa, di tengah kehidupan yang keras serta latar belakang keluarga yang dianggap salah secara norma menjadikan novel ini ringan tapi berwarna.
 
Saya memang tidak setuju dengan pandangan bahwa nilai-nilai moral bisa berubah seiring dengan perkembangan zaman, tetapi buku ini menceritakan sebuah kisah yang sangat  dalam dan menyentuh.
Kau akan melanjutkan hidup. Karena hidup itu tantangan, Josie. Mati bukanlah tantangan. Mati itu gampang. kadang-kadang, hanya butuh waktu sepuluh detik untuk mati. Tapi hidup? Bisa jadi kau hidup sampai usia delapan puluh tahun dan kau melakukan sesuatu selama kurun waktu itu, apakah melahirkan bayi, menjadi ibu rumah tangga, pengacara, atau tentara. Kau mencapai sesuatu. (halaman 295)
Sebagai sebuah kisah remaja, buku ini buat saya sangat bagus. Penggalian karakter oleh penulis cukup menarik, juga cerita yang tak membosankan, dan renungannya dalam namun tak terlalu berat dengan kata-kata yang memusingkan, dan secara keseluruhan kemasannya pun menarik.

2 komentar:

  1. Ini buku teenlith yang rugi kalo tidak dibaca >.< hehehe tapi saya kecewa sama tokoh cowoknya itu yang tiba-tiba jadi rendah diri karena kesuksesan Josie ._. tipikal lelaki kebanyakan saat inikan?

    BalasHapus