Jumat, 31 Agustus 2012

1984

Judul: 1984
Penulis: George Orwell
Penerjemah: Landung Simatupang
Penerbit: Bentang
ISBN: 9789793062778
Jumlah Halaman: 436
PERANG IALAH DAMAI
KEBEBASAN IALAH PERBUDAKAN
KEBODOHAN IALAH KEKUATAN

Di tahun 1984, dimana dunia terbagi menjadi 3 negara besar: Oceania, Eurasia, dan Eastasia, kehidupan Winston Smith seoranga nggota Partai yang berkuasa di Oceania hanyalah kehidupan yang menjemukan. Bagaimana tidak menjemukan, apabila dalam setiap kehidupannya, diawasi oleh partai. Kehidupan sosial orang-orang diawasi oleh sebuah alat, teleskrin, yang dapat mengawasi kehidupan orang. Ditambah lagi poster besar di jalan-jalan, berupa gambar BUNG BESAR (big brother), sosok yang dianggap pimpinan partai, dengan bertuliskan BUNG BESAR MENGAWASI SAUDARA.

Kehidupan yang dijalani oleh Winston adalah kehidupan dimana diktatorisme partai menguasai kehidupan rakyatnya. Partai menguasai kehidupan rakyatnya. Teleskrin menjadi alat pengawas rakyat sekaligus sarana komunikasi satu arah buat rakyat, dimana kabar dari partai, jargon-jargon kekuasaan, berita perang disuarakan melalui teleskrin. Juga unsur merekayasa informasi dilakukan oleh kekuasaan, dengan usaha merubah informasi dan data tentang sejarah masa lalu, serta usaha pembuatan bahasa baru, newspeak, sebagai bahasa yang mendukung totalitarianisme partai, dimana bahasa tersebut merupakan perwujudan revisi bahasa lama (oldspeak) dengan menghilangkan kata-kata yang bisa dimanfaatkan untuk pemberontakan. Sebuah pengaturan yang sangat lua biasa oleh kekuasaan sebuah negara.  

Winston memiliki pemikiran yang tidak sejalan dengan partainya. Pertemuan dengan Julia, yang menyatakan cintanya kepada Winston, membuat semangat pemberontakan di hati Winston semakin meluap-luap. Dengan berusaha meloloskan diri dari pengawasan Polisi Pikiran yang selalu memantau aktivitas anggota partai, Winston selalu mengadakan pertemuan secara sembunyi-bunyi dnegan Julia, untuk melakukan kencan dan saling berkesepahaman masalah ketidaksenangan mereka terhadap partai.

Semakin senang hati Winston, ketika ia didekati oleh O'Brien yang menurut Winston adalah seorang anggota persaudaraan, sebuah organisasi bayangan Winston yang merupakan organisasi bawah tanah, bertujuan untuk memberontak terhadap kekuasaan Big Brother. Apakah Winston berhasil mewujudkna cita-citanya? Menggapai negeri yang bebas dari dominansi Big Brother?

1984 adalah novel fantastis! Meski ditulis sehabis Perang Dunia II usai, Orwell sudah memperkirakan kemungkinan arah ke depannya tentang perpolitikan sebuah negara: dominasi mayoritas dari sebuah partai mengakibatkan diktatorisme tunggal. Meskipun novel yang ditulisnya berbau politik, tapi bahasanya yang memang agak 'spesial' menurut saya menjadikan novel ini berat tapi selalu ingin menuntaskannya.
Kehebatan Orwell bagi saya adalah di zamannya, Orwell sudah mampu menciptakan karya yang futuristik. Meskipun apa yang dia tulis sampai sekarang, suasananya belum (tidak) terjadi, rasanya suasana di tahun 1984 di Oceania lekat dengan berbagai kehidupan politik di berbagai negara. Meskipun tidak sama persis, memang. Tapi banyak sudah negara yang menggunakan determinasi pengawasan sebagai sarana mempertahankan kekuasaan partai/orang tertentu.

Satu yang saya anggap jenius dari Orwell, adalah bagaimana diktatorisme Big Brother, salah satunya diapresiasikan dengan pembuatan bahasa baru (newspeak). Ini di luar kebiasaan umum. Dan baru saya temui di 1984 ini. Menggunakan sarana bahasa baru, dengan memotong kata-kata yang diimplikasikan bisa mempengaruhi orang-orang untuk memberontak. Di saat membacanya, saya langsung berpikir: ide jenius dan orisinil dalam sebuah karya sastra!
 
Buku ini masuk dalam berbagai kategori buku terbaik, 1001 books you must read before die, 100 Top BBC Big Reads, dan All Times 100 Novels. Sebuah penghargaan yang sangat luar biasa terhadap buku yang luar biasa.

27 komentar:

  1. Selanjutnya aku rekomendasiin buat baca Brave New World.. *menyebar racun dystopia* :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, senoga segera dapat bukunya teh :)

      Hapus
  2. Nambah wishlist lagi #gulp telen bakwan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, semoga kelak punya bukunya

      Hapus
  3. Salah satu buku ditumpukan.
    Semoga bisa kubaca secepatnya. Terjemahannya nggak membingungkan kan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak ko, paling dikit aja yang bingungin

      Hapus
  4. Setuju mbah Orwell memang jenius! Buku ini salah satu buku paling serem yang pernah kubaca, seremnya karena ide penindasan a la Orwell bukan hanya soal fisik tapi sampe ke pikiran manusia, yang seharusnya tidak dapat disentuh "pihak luar". Buku keren!

    BalasHapus
  5. blm punya novel ini :( pgeeeennn... tp kyaknya ga diterbitin lg ya? hikz :'(
    ---> koment sendu

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku udah kontak penerbitnya sih, tanggapannya masih mau dibahas

      Hapus
  6. Masukin wishlist, masukiiiin...

    BalasHapus
  7. ini terbitan bentang tahun berapa bang Tezar ? kok rasanya belum pernah lihat ya. Masih blm berani ambil bacaan politik hehe ... kecuali kategori hisfic :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. awal 2000an, buku jadul ya? :D

      Hapus
  8. ini novel dystopia jaman baheula ya? kudu diterbitin ulang nih kan sekarang dystopian lg booming

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, seharusnya gitu, colekbentang

      Hapus
  9. Buku ini wajib dibaca..Saya tertarik membaca buku ini. Kebetulan udah donlod juga filmnya, semoga saya bisa mengerti, hehhe..tengkyu udah sharing reviewnya mas

    BalasHapus
  10. aku ada bukunya yang bhs inggris tapi belum dibaca, kynya perlu konsentrasi tinggi untuk membacanya :(

    BalasHapus
  11. Mauuu dunk bukunya, bisa minjem gak Mas? beneran lho aku nanyanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh, boleh, tapi punyanya yang enggres. Yang indo masih menjadi buruan nih :)

      Hapus
  12. ahhh wishlist ku yang belum kesampean =D hebat ih mas tezar, posting sampai 2 buku =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo disampin, buku bagus kak :)

      Hapus
  13. pokoknya, aku juga harus baca buku ini :))

    BalasHapus
  14. min boleh tahu tentang kediktatoran? dan apa dampak negatif paling signifikan dari kediktatoran terhadap wiston? buat bahan skripsi saya

    BalasHapus