Jumat, 24 Agustus 2012

Bo & Jo

Judul: Bo & Jo: Kisah Ketika Suami Berusia Jauh Lebih Muda
Penulis: Mira Rahman & vbi djenggotten
Penerbit: Sahabat Ufuk
Jumlah Halaman: 124
ISBN: 9786029346992

Adakah yang salah ketika seorang wanita dinikahi oleh laki-laki yang umurnya jauh lebih muda? Tak ada. Bahkan Nabi Muhammad saw pertama kali menikah justru dengan istri yang jauh lebih tua, ibunda Khadijah. Tapi di negara kita, seolah kejadian wanita yang menikah dengan laki-laki berumur lebih muda dianggap sebagai hal tabu. Bahkan ada istilah baru yang ngetren, menikah dengan brondong, konotasinya agak jelek.

Bo kenal dengan Jo, secara tak sengaja ketika di internet. Proses perkenalan yang terjadi itu, mengakibatkan terjalinnya suatu persahabatan, apalagi Bo memiliki gelar kesarjanaan yang sama, sama-sama lululusan pendidikan tinggi arsitektur, serta memiliki minat yang sama terhadap komik. 3 bulan mengenal Jo, Bo memutuskan untuk melamar Jo, yang lebih tua 7 tahun dari Bo. Memang ada komentar pro dan kontra, tetapi hal itu tak menjadi halangan untuk meniatkan sebuah pernikahan suci, dan akhirnya pernikahan Bo & Jo berjalan dengan lancar.

Kisah kehidupan Bo dan Jo inilah yang diangkat oleh Mira Rahman dan vbi_djenggoten dalam sebuah komik yang cukup menakjubkan. Kenapa saya sebut menakjubkan? Pertama-tama saya penasaran dengan buku ini, setelah membaca berbagai review yang memuji buku ini di goodreads, ketika masih diterbitkan secara indie dengan judul Married with Brondong. Tapi karena telat mendapatkan informasi tentang buku ini, saya belum pernah melihatnya di toko buku. Namun di suatu kesempatan, saya menemukan edisi baru Married with Brondong, dengan judul baru Bo & Jo di sebuah toko buku. Dan karena sebelumnya tertarik dengan review teman-teman, tanpa ragu saya ambil buku ini. Dan memang saya tak kecewa membaca buku ini.

Meski kisah yang digambarkan di komik ini merupakan hal yang biasa, sudah sering kita tahu, tapi gambaran dari penulis sungguh seperti hal-hal yang mendobrak tradisi umum. Misalkan ketika Bo dan Jo melakukan pendaftaran di KUA, dan ada tarikan yang tidak diberikan kwitansi oleh sang petugas. Secara sindiran, Bo mengucapkan terima kasih kepada sang petugas, karena dengan demikian bisa menghemat kertas, dan menyelamatkan pohon. Sebuah sindiran yang mengena terhadap tindakan tariakn di luar ketentuan.

Juga ketika Jo mengingkan sifat romantisme dari Bo, namun karena Bo tidak terbiasa romantis, yang keluar dari mulut Bo adalah ungkapan sederhana tapi mneyentuh. Semua kisah yang diangkat, terasa nyata, tapi kita masih bisa tersenyum dengan kelucuan-kelucuan yang digambarkan oleh sang komikus. Dan saya senang bisa tertawa  dan juga bisa belajar dari buku ini. Nice book!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar