Selasa, 04 Juni 2013

Arsene Lupin versus Mafia Maffia

Judul: Arsene Lupin versus Mafia Maffia
Judul Asli: Les Milliards d'Arsene Lupin
Penulis: Maurice LeBlanc
Penerjemah: Julie Medikawati
Penerbit: Visi Media
Jumlah Halaman: 290
Cetakan: I, Februari 2013
ISBN: 9789790651753

Selama ini saya mengetahui sosok Arsene Lupin sebagai pencuri tangguh yang tak pernah tertangkap. Hanya itu. Namun setelah membaca buku ini, saya mengetahui bahwa Lupin pun kadang berada di sisi keadilan. Buku ini mengisahkan Arsene Lupin yang berusaha mempertahankan hartanya dari kejaran penjahat, Mafia yang dipimpin oleh Maffia. Kisah diawali oleh dimasukinya kantor James Mac Allermy, pemilik koran Allo-Police, sebuah koran yang mengkhususkan diri pada pemberitaan kejadian kriminal di Amerika.

Kisah berlanjut ketika Mac Allermy, dan temannya Frederic Fildes ditemukan tewas. Ingin mengungkap kasus tersebut, Patricia Johnston, sekretaris Mac Allermy berdasarkan petunjuk yang ditinggalkan oleh Mac Allermy memutuskan untuk pergi ke Prancis. Di sana dia bertemu dengan Horace Velmont, sosok Lupin sesungguhnya, yang jatuh cinta kepada Patricia. Dan di tengah penyelidikan, Arsene Lupin menyadari bahwa ancaman mafia terus menyerang dirinya, bahkan sampai ke kediamannya yang dirahasiakan.


Kisah Arsene Lupin, di buku ini, menurut saya mirip dengan kisah detektif-detektif sebelumnya yang pernah saya baca. Meski kita mengetahui sosok Lupin sebagia pencuri terbesar di masanya, ada beberapa misteri yang bisa diungkap di kisah ini. Meski beda karakter antara detektif yang biasa saya baca dengan Lupin. Dan meski masih kalah dengan Poirotnya Agatha Christie maupun Holmesnya Conan Doyle, kisah Lupin menawarkan alternatif yang menarik untuk diikuti.

Menariknya buku ini adalah bagi penyuka kisah misteri-thriller, kita benar-benar mendapat 'rasa' yang baru. Meski memang sebagaimana kisah klasik lainnya, kadang-kadang saya masih menemukan kejanggalan kisah dalam membaca buku ini karena beda zaman, saat menulis dan membaca buku ini.

Kentalnya nuansa Prancis di zaman 1900an awal, menjadi kelebihan buku ini. Sedangkan kelemahan buku ini adalah menurut saya masih ada detail-detail kecil yang masih membingungkan. Tapi secara keseluruhan, buku ini menarik karena memperkaya sastra klasik bergenre detektif-thriller di dunia pustaka Indonesia.

1 komentar:

  1. nama Lupin kayaknya familiar banget, di Harry Potter :))

    BalasHapus