Sabtu, 11 April 2015

Les Misérables


Judul: Les Misérables
Penulis: Victor Hugo
Penerjemah: Anton Kurnia
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: I, Juli 2008
Jumlah Halaman: 616
ISBN: 9789791227261


Les Misérables, adalah maha karya dari novelis klasik Prancis, Victor Hugo. Buku ini merupakan salah satru karya klasik terbaik dan merupakan salah satu buku yang dimasukkan ke dalam 1001 books you must read before you die. Mengisahkan tentang sosok seorang Jean Valjean, seorang miskin yang hidup di abad 19 di Prancis. Karena kemiskinannya, ia terpaksa mencuri sepotong roti, dan terpaksa dihukum. Namun Valjean memutuskan untuk kabur. Di saat kaburnya ia bertemu dengan uskup Uskup Bienvenu-Myriel. Karena kasihnya, sosok kriminal Valjean berubah drastis, sampai ketika dia menjadi walikota sebuah kota kecil. Dengan kemahinya, ia berhasil membuat kekayaan yang menjadikannya sosok yang filantropis.

Salah satunya adalah ketika dia menyantuni Fantine, yang ternyata meninggalkan putrinya Cosette di bawah asuhan Thernadier, seorang yang rakus. Namun sebelum Valjean mengambil asuhan Cosette, sebuah episode menyebabkan ia kembali tertangkap, tepatnya menyerahkan diri. Namun, lagi-lagi dia berhasil menyelamatkan diri, dan berusaha mencari sosok Cosette.


Disebut-sebut, Les Misérables merupakan karya yang lahir sebagai kritik sosial dari Hugo terhadap keadaan di Prancis. Saya lebih merasakannya sebagai perwujudan rasa emosionalitas dari Hugo. Meski demikian, hal tersebut tak mengurangi kekaguman saya akan buah karya yang satu ini.

Hugo berhasil melahirkan karya yang menarik. Meski berat dan sarat emosionalitas, buku ini bisa mejadi cermin akan keadaan masyarakat di mana saja dan kapan saja. Manusia memang di mana-mana selalu sama. Dan buku ini, meski emosionalitasnya terasa rasanya memang jernih memandang kehidupan.

Kisahnya sendiri sangat menarik. Pertentangan batin antara Jean Valjean yang terpaksa memiiki sisi buruk, namun demikian sisi baik pribadinya pun ikut mencuat. Sampai pada akhirnya, kita bisa merasakan betapa besarnya pengorbanan yang dia lakukan, terhadap orang lain, meski dia berstatus sebagai narapidana.

Buku ini termasuk buku yang lama bisa saya tamatkan. Banyak racauan, yang meski saya baca adalah versi abridged (saya tak bisa membayangkan sebagaimana versi unabridgednya), namun buku ini semakin lama semakin menyajikan sebuah ketertarikan buat saya. Dan akhirnya, di halaman terakhir saya bisa menjadi puas. Meski berat, buku ini menyajikan sesuatu yang dalam maknanya. Tak hanya sebuah pelajaran hidup tetapi juga sepotong kisah sejarah dari Prancis, sehingga terbentuk menjadi sebuah negara yang modern di saat ini. Sebuah maha karya yang memang layak untuk bertahan dalam perguliran waktu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar