Senin, 17 September 2012

Menaklukkan Maut

Judul: Menaklukkan Maut
Penulis: Josh Bazell
Penerjemah: Putri Dewi M.R.
Penerbit: Esensi
Jumlah Halaman: 348
ISBN: 9789790991460 

Dr. Peter Brown, sebelumnya bernama Pietro Brnwa, bukanlah seorang dokter biasa. Masa lalunya terbilang kelam. Semua diawali dengan tebunuhnya kakek nenek Brown, dan Pietro, berusaha mencari sang pembunuh untuk balas dendam. Dalam pencariannya itu, ia berteman akrab dengan Adam 'Skinflick' Locano, putra David Locano, pengacara sekaligus sorang anggota mafia. Dari David pula, Pietro mendapatkan nama tersangka pembunuh kakek-nenaknya, kakak beradik Joe dan Mike Virzi, malah menugaskan Pietro melakukan misi pembunuhan kepada Virzi bersaudara dengan imbalan. Setelah berhasil melakukan balas dendam, berulangkali Pietro diberikan tugas oleh David, untuk berulangkali melakukan pembunuhan, dan hal inilah yang membawa Pietro ke dalam kehidupan sebagi seorang mafia.

Namun sebuah perselisihan muncul antara Pietro dengan Skinflick, yang hampir mendatangkan maut buat Pietro, dan untuk menghindari kejaran mafia, Pietro mengikuti perlindungan saksi, dan melarikan diri sebagai seorang dokter di sebuah rumah sakit, dengan nama baru Peter Brown. Malang didapat, ketika salah satu pasien yang yang diperiksa Pietro adalah anggota mafia yang dekat dnegan David dan Skinflick, yang segera membocorkan keberadaan Pietro. Mengakibatkan nyawa Pietro terancam. Bisakan Pietro kembali lolos dari maut?

Saya suka dengan bagaimana Bazell mengambil cara untuk menuliskan buku yang berjudul asli Beat the Reaper ini. Kisah diawali dengan kehidupan Pietro di bab awal langsung sebagai dr. Brown di rumah sakit, dan pergantian babnya menceritakan kisah Pietro sebelum menjadi dokter, kemudian berulang-ulang. Dengan latar cerita yang maju-mundur ini membuat saya merasakan aroma ketegangan dari buku ini.

Sayangnya, saya agak kebingungan mendapatkan penulis membuat penjelasan yang agak ekstrem, membuat footnote dua jenis sekaligus, di bawah halaman, dna di bagian akhir buku. Memang, jelas perbedaan antara footnote di bawah halaman dengan di bagian belakang buku. Dimana penjelasan di bawah halaman menyatakan opini dari Pietro sendiri untuk bagian yang dituliskan, sedangkan penjelasan di halaman terakhir menjelaskan istilah-istilah yang masih banyak belum diketahui oleh kalangan pembaca, mayoritas adalah istilah medis. Dan latar belakang penulis yang juga seorang dokter, membuat istilah-istilah medisnya banyak bertebaran, yang memang perlu penjelasan.

Yang menarik, selain menyajkan kisah fiksi berlatarbelakang kriminal, Bazell juga mengungkap kritik yang mendalam terhadap sistem kesehatan di Amerika Serikat, khusunya terkait dengan pelayanan rumah sakit. Dan mungkin kritikan ini berkait juga dengan sistem kesehatan di negara kita.

Overall, saya bis amenikmati buku ini. Ketegangannya dapat juga permainan latar maju-mundur ini pas bagi saya. Untuk rating saya berikan 4 dari 5.

9 komentar:

  1. kira-kira apa kritikan sistem rumahsakit kita mas? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, kalau yang ini banyak juga mas, hehehe

      Hapus
  2. mmm, aq paling cuman kasih 3 bintang ... mungkin gaya penulisannya saja yang kurang cocok, idenya bagus dan menarik, dan footnote itu bikin jengkel saking banyaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya tipe yang dibuat film lebih seru ya..

      Hapus
  3. Buku ini ada romancenya nggak mas Tezar?

    BalasHapus
  4. dapat 4 bintang berarti bagus dan bs dinikmati ya ceritanya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau aku sih suka, agak menegangkan teh meskipun memang agak-agak membosankan di bagian footnote2nya

      Hapus