Rabu, 19 September 2012

Rashomon

Judul: Rashomon
Penulis: Ryūnosuke Akutagawa
Penerjemah: Bambang Wibawarta
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Jumlah Halaman: 167
ISBN: 9789799100931


Ryūnosuke Akutagawa, merupakan salah satu cerpenis terkemuka di negeri sakura, Jepang. Salah satu buku kumpulan cerpennya, Rashomon, mendapat kehormatan dipilih sebagai salah satu buku yang masuk kategori 1001 books you must read before you die.

Buku ini terdiri dari 6 cerpen dan 1 novelet. 
  1. Rashomon: Mengisahkan seorang genin (samurai rendahan) yang merampok seorang nenek demi menghindari kelaparan.
  2. Di dalam belukar: Mengangkat kisah pembunuhan seorang smaurai, namun kesaksian orang yang terlibat di dalam kejadian tersebut berbeda-beda.
  3. Kappa: Diceritakan tentang kehidupan kappa dan interaksi sesamanya, makhluk yang menjadi mitos di negeri Jepang.
  4. Bubur Ubi: Menceritakan seorang miskin yang sangat memimpikan bubur ubi namun di akhir kisah diberikan bubur ubi yang sangat berlebih.
  5. Si Putih: Mengisahkan anjing putih yang tidak mau menolong anjing temannya yang diburu penangkap anjing.
  6. Hidung: Mengisahkan kisah seorang pendeta yang memiliki bentuk hidung yang aneh dan berharap hidungnya bisa normal.
Dalam kumpulan ceritanya ini, Akutagawa berusaha memaparkan pandangan beliau terhadap sifat manusia. Ceritanya seringkali terasa absurd, tapi dengan mudah kita akan bisa menangkap maksud pemikiran beliau. Terjemahannya yang bagus oleh Dr. Bambang Wibawarta, dosen sastra Jepang UI, membuat buku ini enak dibaca dan walhasil kening saya pun tak berkerut ketika membaca Rashomon.

Menyelami pemikiran Akutagawa dalam buku ini, membuat saya juga berpikir, manusia seperti apakah saya? Kehidupan makhluk bernama Kappa dalam ceritanya Kappa, seperti membaca parodi tentang kehidupan manusia di sekitar kita, dari sosok seorang yang dianggap skait jiwa. Meski banyak novel dari penulis Jepang yang menulis dengan absurdnya, tetapi Akutagawa memiliki ciri khas di tulisan beliau, dari yang saya baca ini, keabsurdan tulisan beliau timbul untuk mengkritik perilaku manusia, yang sudah tidak manusiawi lagi.

Bagi penggemar sastra Jepang, buku ini bisa jadi merupakan salah satu buku yang layak dikoleksi. Sebagai mahakarya dari salah satu penulis terpopuler dari negeri sakura, buku ini menjadikan kita belajar, dari pikiran Ryūnosuke Akutagawa.

6 komentar:

  1. hm cerita tentang samurai ya, biasanya menarik terutama jalan khiudupannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi pendek-pendek teh ceritanya, namaya juga kumpulan cerpen

      Hapus
  2. Pengarang Jepang Favoritku nih... ^^
    Paling ajaib cerita "Di dalam belukar". Bener-bener bikin ternganga-nganga bacanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah ya, pertama-tama bingung lho aku bacanya di dalam belukar, tapi di pertengahan jadi ngerti: o gini toh !

      Hapus
  3. Hm, jadi tentang sifat2 manusia yaa.. sastra jepang selalu penuh dengan nilai moral dalam setiap ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tapi memang dalem maknaya, Ky

      Hapus