Selasa, 13 Agustus 2013

Unwind

Judul: Unwind
Penulis: Neal Shusterman
Penerjemah: Mery Riansyah
Editor: Barokah Ruziati
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Agustus 2013
Jumlah Halaman: 456
ISBN:  9789792298024

Perang sipil kedua, yang lebih dikenal dengan Perang Heartland, antara masyarakat kubu pro-kehidupan (menentang aborsi dan sejenisnya) dan pro-pilihan (membolehkan hal-hal seperti aborsi dsb.), dimana dipertentangkan prinsip tentang pembunuhan manusia dengan kondisi tertentu, menghasilkan keputusan damai yang terwujud dalam RUU Kehidupan. RUU tersebut mengakomodasi kedua pendapat. Bahwa hidup seorang manusia semenjak janin sampai usia ketiga belas harus tetap terjaga. Namun, dari usia 13 - 18 tahun terhadap seorang manusia karena keadaaan tertentu, orang tua bisa menyerahkan anaknya untuk dilakukan tidakan unwind (pemisahan raga).  

Connor, dijadikan unwind, karena karakternya tidak diuskai oleh orangtuanya. Risa seorang anak penghuni panti asuhan, dijadikan unwind karena negara tidak bisa menampung anak-anak sebanyak mungkin ditambah kemampuan Risa bermusik tak dapat dijadikan andalan di masa depan. Lev, dijadikan unwind karena ajaran agama yang dianutnya, meminta pengorbanan, dan dialah yang terpilih dari keluarganya. Ketiganya bertemu dalam sebuah insiden dan melarikan diri dari program Unwind tersebut, dan berusaha menyelamatkan diri sampai usia delapan belas tahun, di mana pada usia tersebut, merupakan usia aman dari program Unind.

Menarik, kesan pertama yang saya tangkap ketika membaca deskripsi singkat tentang buku ini. Ratingnya yang tinggi di goodreads (4,22) membuktikan bahwa buku ini dengan kesan 'sadis' banyak disukai oleh pembaca. Ditambah dengan kemampuan menulis yang membuat isi karyanya tak membosankan, Neal Shusterman berhasil menciptakan sebuah buku yang patut diacungi jempol.

Tak hanya menimbulkan ketegangan ketika melahap halaman di mana ketiga remaja tersebut melarikan diri serta menghindari tangkapan dari polisi, tapi beberapa kali perdebatan antar tokoh dalam buku ini menimbulkan 'pemikiran segar' di benak saya, bahwa arti hidup tak semudah yang kita bayangkan. Pengalaman hidup seseorang bisa mengayakan orang lain, dan meskipun buku ini adalah buku fiksi, saya bisa bilang, buku ini pun bisa membuat saya merenung, memikirkan makna hidup.

Banyak bagian buku ini yang saya suka dan membuat buku ini menjadi salah satu buku favorit saya. Sebuah perjuangan hidup, sebuah pemahaman akan nilai hidup, dan sebuah pelajaran hidup tentang nilai-nilai hidup. Inilah buku Unwind.  

2 komentar:

  1. yay! plus plus dari kak tez, makin yakin buat punya.

    BalasHapus
  2. Wow, sepertinya ini akan menarik :D

    BalasHapus