Rabu, 14 Mei 2014

Time Riders

Judul: Time Riders
Penulis: Alex Scarrow
Penerjemah: Desy Natalia
Penebit: Elex Media Komputindo
Cetakan: I, 2013
Jumlah Halaman: 426
ISBN: 9786020221007

Apa yang akan kamu lakukan kalau memiliki mesin waktu? Mungkin sebagian besar orang akan menjawab mengubah sisi buruk dalam salah satu waktu yang pernah dia lakukan. Tapi percayalah, jika salah satu bagian waktu di masa lalu berubah maka semua kehidupan yang sekarang akan berubah total. Oleh karen aitu diperlukan adanya polisi waktu, untuk mencegah terjadinya perubahan waktu.
 
Diceritakan di tahun 2030an, mesin waktu akhirnya bisa ditemukan, oleh seorang ahli fisika, Dr. Waldstein. Namun setelah mengalami sendiri perjalanan kembali ke masa lalu, Waldstein memutuskan untuk menghentikan misi menjelajahi mesin waktunya. Namun, mesin waktu sebagai teknologi keburu tercipta, dan beberapa ilmuan, organisasi berlomba-lomba menciptakan mesin waktu.
 
Karena itu, terbentuk sebuah organisasi rahasia guna mencegah terjadinya perubahan sejarah karena penyalahgunaan mesin waktu. Liam O'Connor, Maddy Carter, dan Sal Vikram adalah tim kesekian, direkrut oleh Foster guna menjadi tim pencegah perubahan sejarah. Mereka berasal dari daerah dan waktu yang berbeda. Direkrut ketika seharusnya mereka seharusnya tewas di kehidupan asal mereka.


Kisah perjalanan melintasi waktu memang sudah banyak dikisahkan. Dari film animasi semacam doraemon, film yang melegenda, serial Quantum Leap yang pernah saya sukai, Back to Future, sampai ke novel ini. Semua mengisahkan tentang sebuah perjalanan yang meski terlihat absurb, membuat penasaran. Konsepnya sendiri meski dibilang sama memiliki alur dan logika yang sedikit berbeda, sesuai pandangan sang penulis.

Kisah Time Riders ini saya nilai sangat menarik. Meski logikanya masih terlihat sedikit membingungkan, cerita petulangan yang diberikan dalam buku ini lumayan menjanjikan. Awalnya saya menduga, novel ini sejenis serial Time Trax, di mana diceritakan pengejaran terhadap penjahat yang kabur ke masa silam. Pada novel ini yang ada adalah perbaikan sejarah yang berubah.

Terjemahannya enak dibaca, tidak membuat pusing apalagi ketika kita harus menghadapi logika yang tidak umum, dengan penggunaan konsep mesin waktu. Dan meski pun saya merasa sebagian besar sudah menegangkan tapi endingnya biasa saja, serial ini menjanjikan keseruan buat pembacanya.


Review ini diikutkan dalam Lucky No 14 Reading Challenge kategori First Letter’s Rule, di mana judul buku, huruf pertamanya, T sama dengan aksara pertama nama saya.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar