Kamis, 28 Maret 2013

The Innocence of Father Brown

Judul: The Innocence of Father Brown
Penulis: G.K. Chesterton
Penerjemah: Fahmy Yamani
Penerbit: VisiMedia
Cetakan: I, Januari 2013
Jumlah Halaman: 492
ISBN: 9789790651609

Father Brown, mungkin tak ada yang mengira, sosoknya yang kecil dan juga berprofesi sebagai seorang pastur adalah juga seorang detektif. Bahkan ketika dia berada di samping temannya, yang berprofesi sebagai detektif swasta, Flambeau. 

Namun dengan ukuran fisik yang tak menunjang, otak yang dimilikinya sangat tajam. 12 kasus yang disajikan oleh Chesterton dalam buku ini, semua diselesaikan oleh Brown, dengan mudah tanpa ada kendala. Mulai dari kasus ketika Flambeau masih menjadi pencuri mahir, sampai ketika pembunuhan seorang kaya yang dermawan. Semua dituntaskan dengan cara yang dingin. 


Bagi pembaca Indonesia, kisah detektif mungkin hanya banyak berputar pada kisah Sherlock Holmes atau tokoh-tokoh detektif ciptaan Agatha Christie, selain beberapa detektif lokal, ataupun detektif dalam kisah manga. Ternyata di luaran pun banyak kisah detektif yang beredar, dengan enre klasik pula. Salah satunya kisah Father Brown ini yang diterjemahkan oleh VisiMedia.

Menjadi alternatif dari berbagai kisah detektif yang sudah populer sebelumnya, kisah ini cukup menarik diikuti, oleh penggemar genre mystery. Berbeda dengan Holmes ataupun Poirot, kisah Father Brown ini cukup unik. Penyelesaiannya bisa dibilang termasuk cepat, ketika mengetahui kasus untuk pertamakali, Father Brown beberapa kali dalam waktu singkat bisa menyelesaikan kasus yang dihadapi.

Kalau ada yang saya rasa kurang, adalah penggunaan kalimat yang kerap berkepanjangan. Mungkin bagi pembaca yang kerap mengkaji karya sastra klasik akan terbiasa, mengingat gaya penulisannya mirip dengan berbagai karya klasik, berkepanjangan pula. 

Selain itu, menrut saya gaya penulisan Chesterton sedikit berbeda dengan penulisan Doyle maupun Agatha Christie, di mana pembaca harus mendapatkan detail tentang Flambeau agak lebih besar ketrimbang detektif utama, Father Brown. Meski demikian, detail yang ditulis di bagian akhir tiap ceritanya selalu menarik diikuti.

Buat penggemar kisah detektif, pengayaan alternatif bacaan dengan terbitnya The Innocence of Father Brown akan menarik untuk diikuti. Bagaimana perpaduan antara detektif dengan pastur menjanjikan sebuah kisah yang berbeda tetapi tetap menarik untuk diikuti.

6 komentar:

  1. oh, ini kumpulan cerita Mas Tezar?

    gaya father brown menyelesaikan masalah gimana? mendekati gaya SH atau Hercule POirot atau Miss Marple?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurutku sih lebih mirip Holmes, tapi ya beda banget

      Hapus
  2. hiks, masih sedang dibaca

    BalasHapus
  3. halo mas Tezar, maksudnya kalimatnya berkepanjangan itu deskripsinya panjang ya???

    BalasHapus