Senin, 01 Juli 2013

Fleur

Judul: Fleur
Penulis: Fenny Wong
Editor: Misni Parjiati
Penerbit: Diva Press
Jumlah Halaman: 322
Cetakan: II, Agustus 2012
ISBN: 9786021913277

Florence Ackerley, mendapati sebuah buku berisi kisah legenda cinta, antara Belidis, seorang putri bunga dan Fermio, dewa langit. Namun kisah cinta itu ditentang oleh Helras, Dewa Matahari yang juga mengingkan cinta dari sang peri bunga. Kisah kasih antara Belidis dan Fermio, akhirnya terputus, dan kisah tersebut akan merintis pada kehidupan manusia, turun temurun. Dan baru diketahui, ternyata Flo, panggilan dari Florence, bahwa dia adalah titisan Belidis. Sedangkan kakak angkatnya, George Ackerley, adalah titisan dari Fermio. Cinta antara Flo, dan George terhalang oleh Alfred Cromwell, yang berupa titisan dari Helras.

Legenda dalam buku tersebut terulang, dimana Alfred jatuh cinta kepada Flo dan ia mendapatkan Flo akhirnya mau bertunangan dengannya, yang Flo lakukan untuk menghindari kejadian yang Flo takutkan dalam buku tersebut dongeng tersebut, bahwa Fermio mati karena cintanya terhadap Belidis. Dibunuh oleh Helras. Flo tak ingin George dibunuh oleh Alfred.


Dengan menggunakan setting Victorian, saya merasa terbang ke era karya-karya klasik. Meski dengan sedikit sentuhan fantasy, romansa klasiknya benar-benar terasa di buku ini, seperti kisah klasik yang mengangkat setting Victoria. Mengingat romance-nya pun terasa sekali dalam buku ini. Kisah tentang bangsawan, pakaian, dan setting ceritanya.

Sayang, saya merasa flashback yang tak beraturan dalam buku ini, kadang menceritakan setting dimana Flo hidup, kadang berpindah ke masa Belidis hidup, membuat saya sedikit kesulitan mengikuti jalinan kisah dalam buku ini. Namun bukan berarti buku ini buruk. Saya suka dengan bagaimana Fenny mengangkat jalinan kisahnya sampai pada akhir kisah, yang saya sukai.

Meski gregetnya terasa kurang, saya mengangkat topi untuk kemampuan penulis menciptakan jalinan kisah yang sedikit liar dengan perpaduan romansa dan fantasy ini. Sebuah kisah menarik, yang patut menjadi alternatif bacaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar